Tingkatkan Perekonomian, TNI Gelar Program Bangun Desa di Jateng
JAWA TENGAH <https://www.jawapos.com/location/jawa-tengah/>
BERITA DI SEKITAR ANDA <https://www.jawapos.com/jpg-today/>
12 Juli 2019, 08:46:28 WIB
Tingkatkan Perekonomian, TNI Gelar Program Bangun Desa di Jateng
Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie, bersama Komandan Korem 071 Wijaya
Kusuma, Kolonel Kav Dani Wardhana, dan Komandan Kodim 0712 Tegal Letkol
Inf Richard Arnold YS, serta sejumlah tokoh masyarakat. (Istimewa)
JawaPos.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke-105
Kodim 0712 Tegal, di Desa Jatimulya, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah yang
merupakan program terpadu antara TNI dan pemerintah daerah, secara resmi
dibuka. Program yang memfokuskan pada pekerjaan fisik dan nonfisik
meliputi pembangunan infrastruktur, keamanan, kesehatan, dan pendidikan
itu dilaksanakan pada 10 Juli hingga 8 Agustus 2019.
Pada pembukaan program ini, turut hadir Wakil Bupati Tegal Sabilillah
Ardie, Komandan Korem 071 Wijaya Kusuma, Kolonel Kav Dani Wardhana, dan
Komandan Kodim 0712 Tegal Letkol Inf Richard Arnold YS, serta sejumlah
tokoh masyarakat.
Komandan Kodim 0712 Tegal, Letkol Inf Richard Arnold YS mengatakan,
tahun ini pelaksanaan kegiatan TMMD Reguler di Jawa Tengah akan menyasar
empat kabupaten yang dianggap layak, meliputi Tegal, Demak, Gunung Kidul
dan Klaten.
“Sasarannya desa-desa yang membutuhkan pembangunan fisik untuk menunjang
perekonomian. Desa-desa yang akan dibangun ditentukan dalam musyawarah
tingkat desa, lalu naik ke kecamatan sampai ke kabupaten,” kata Richard
dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/7).
Sebagai contoh Richard menyampaikan seperti di Desa Jatimulyo, Kecamatan
Suradadi masih banyak jalan rusak dan belum dibangun. Sehingga sesuai
dengan musyawarah bersama desa, ini layak mendapat program TMMD.
Program ini mencakup dua sasaran yaitu fisik dan nonfisik. Untuk sasaran
fisik Lapisan Penetrasi (Lapen) dan Macadam sepanjang 1,6 kilometer.
Sedangkan kegiatan nonfisik bekerjasama dengan dinas sosial, kementerian
agama dan kepolisian untuk membangun mental dan perekonomian.
“Pembangunan ditargetkan rampung satu bulan, tapi tergantung pekerjaan.
Ada yang dua minggu sebelum sudah dipersiapkan. Tapi rata-rata satu
bulan selesai,” imbuh Richard.
Dalam menjalankan TMMD turut melibatkan personel gabungan dari unsur
TNI, polisi, ASN bersama-sama dengan masyarakat. Anggota TNI sendiri
sebanyak satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) berasal dari batalyon 407,
batalyon 405, Lanal, dan Zipur 150 pasukan. “Dana program TMMD Reguler
dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Tingkat II, dan TNI AD,”
katanya.
Sementara Komandan Korem 071 Wijaya Kusuma, Kolonel Kav Dani Wardhana
mengatakan, program TMMD Reguler merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI
dan masyarakat. “Kita wajibkan pasukan tinggal di rumah-rumah penduduk
biar makin membaur dengan masyarakat. TNI milik rakyat,” ucap Dani.
Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie menyambut baik program TMMD ini.
Pasalnya melalui kegaiatan ini bisa membantu upaya percepatan
pembangunan di desa-desa. Seiring dengan berjalannya pembangunan, maka
perekonomian warga bisa terangkat.
“Program TMMD Reguler bertujuan mempercepat pelaksanaan pembangunan
daerah, demi mensejahterakan masyarakat sasaran di daerah juga merupakan
upaya mempererat kemanunggalan TNI-Rakyat,” kata Ardie.
Lebih lanjut, Ardie menyampaikan pesan Gubernur Jawa Tengah Ganjar
Pranowo, bahwa keharmonisan dan kebersamaan TNI-Rakyat selama ini
menjadi salah satu pilar tetap tegaknya NKRI. Apabila ini semakin
ditingkatkan, maka bisa menjadi kekuatan besar dalam upaya penekanan
angka kemiskinan, maupun pengurangan pengangguran.
Menurutnya, Gubernur ingin masyarakat desa semakin cerdas, terampil,
kreatif dan inovatif serta mempunyai kualitas yang mumpuni sebagai modal
dasar membangun desanya supaya bisa hidup dan sejahtera. “Marilah kita
optimalkan berbagai program kegiatan yang melibatkan lintas sektoral
melalui TMMD Reguler ini,” sambung Ardie.
Editor : Kuswandi
Reporter : Sabik Aji Taufan
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com