Kalau tidak salah jalan damai yang ditawarkan adalah pemilu. Sepertinya tidak ada penolakan dari pihak-pihak bertikai walau disadari itu bukan hal mudah. Pihak pemerintah melihatnya sebagai legitimasi kekuasaan sementara Taliban bicara tentang masa depan Afghanistan yang tanpa pasukan asing. Masih pelik dan panjang kayaknya.
Bisa jadi sekarang JK pun tersipu-sipu untuk menjadikan pemilu Indonesia sebagai contoh. --- ilmesengero@... wrote: Beberapa waktu silam berkunjung JM Kalla ke Afghanistan kemudian dengan kunjungan Jokowi. Kunjungan Kalla ke Afghanistan ialah untuk mendamaikan pertentangan antara pemerintah Afghanistan dengan Taliban dan Al Qaida. Apakah diplomasi JK dan Jokowi berhasil atau sampai seberapa jauh hasil diplomasi rezim neo-Mojopahit bisa dibanggakan untuk perdamaian?
