*KPK bukan hanya Komisi Pemberantasan Korupsi, tetapi juga bisa dijadikan
"Komisi Penyelamatan Koruptor", maka oleh karena itu banyak pihak
berkepentingan untuk dpekerjakan wakil mereka  pada komisi ini.*

https://nasional.republika.co.id/berita/puje1o409/natalius-pigai-gugat-pansel-capim-kpk-ke-ptun


*Natalius Pigai Gugat Pansel Capim KPK ke PTUN*

*Jumat 12 Jul 2019 23:05 WIB*


*i[image: Natalius Pigai]*

*Pigai tidak lulus seleksi administrasi capim KPK periode 2019-2024.*

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai
menduga dirinya sengaja tidak diloloskan oleh Panitia Seleksi Calon
Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) pada tahap awal
seleksi administrasi. Oleh karena itu, ia bakal menggugat Pansel Capim KPK
ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

“Kerja Pansel KPK harus bisa dipertanggung jawabkan di depan majelis hakim
Pengadilan TUN. Gugatan ini untuk menghindari keputusan Pansel KPK hanya
didasarkan pada suka atau tidak suka," kata Pigai dalam pesan singkatnya,
Jumat (12/7).



*Menurut Pigai, dirinya juga sudah membaca teks Whatsapp yang dikirim oleh
salah satu anggota pansel yang isinya tidak menyebutkan administrasi apa
yang menyebabkan saya tidak lolos. Maka, kata Pigai, patut diduga ada unsur
kesengajaan mencoret namanya sejak awal seleksi administrasi. *

*"Pertanyaannya, apakah 192 orang yang lolos tersebut semuanya memenuhi
syarat lebih baik dari saya? Untuk itu, perlu dibuka nanti di Pengadilan
TUN. Apa saja kekurangan-kekuranga saya, “ujar Pigai.*



*Padahal, Pigai menyampaikan, beberapa nama yang lolos justru bukan dari
sarjana hukum. Bahkan tidak punya pengalaman cukup bidang penegakan hukum.
Apalagi mereka yang berasal dari PNS, NGO, wiraswasta, pejabat negara, dan
dosen. Sementaranya dirinya, rakyat sudah banyak yang mengenal, dan banyak
memberikan sumbangsih untuk republik ini.*



*"Saya adalah ketua Tim Pembela Habib Rizieq, ulama, habaib, umat Islam dan
aktivis, yang membantu negara menjaga keseimbangan selama kurun waktu
2016-2018," ucup Pigai.*



*Pigai menambahkan, kalau dirinya tidak membantu, mungkin negara ini dalam
keadaan perang saudara. Namun intelektualitas, objektivitas, konsisten,
komitmen, jujur, bersih dan adil yang dimilikinya sebagai marwah harga diri
saya tercederai, hanya karena ketidakadilan dan subjektivitas pansel calon
pimpinan KPK.*



*"Mereka akan terancam pidana, saya punya beberapa bukti WA dari salah satu
anggota pansel dan calon capim yang lolos kemampuan dan syarat dibawah
saya. Yenti Garnasih dan lainnya akan saya laporkan ke Bareskrim Mabes
Polri. Mereka memotong karier dan harapan pengabdian saya pada negara untuk
bersihkan orang-orang jahat," keluhnya.*

Kirim email ke