https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190713194238-32-411875/prabowo-bertemu-jokowi-gerindra-tak-cemaskan-
dukungan-pa-212
Prabowo Bertemu Jokowi, Gerindra Tak Cemaskan
Dukungan PA 212
CNN Indonesia | Sabtu, 13/07/2019 20:09 WIB
Bagikan :
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190713194238-32-411875/prabowo-bertemu-jokowi-gerindra-tak-cemaskan-dukungan-pa-212#>
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190713194238-32-411875/prabowo-bertemu-jokowi-gerindra-tak-cemaskan-dukungan-pa-212#>
Prabowo Bertemu Jokowi, Gerindra Tak Cemaskan Dukungan PA 212 Ilustrasi.
(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai *Gerindra
<https://www.cnnindonesia.com/tag/gerindra>* menyatakan tidak
memiliki khawatir ihwal kemungkinan kehilangan dukungan
dari sejumlah kelompok Islam yang dulu mendukung di *Pilpres 2019
<https://www.cnnindonesia.com/tag/pilpres-2019>*, usai *Prabowo Subianto
<https://www.cnnindonesia.com/tag/prabowo-subianto>***dan Joko Widodo di
Stasiun MRT Lebak Bulus, pagi tadi.
Sebelumnya, juru bicara Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin menyebut
pihaknya bakal menggelar Ijtimak Ulama jilid IV untuk menentukan sikap
politik, apakah menjadi oposisi atau tidak. PA 212 merupakan satu di
antara sejumlah kelompok islam yang mendukung Prabowo Subianto dan juga
Partai Gerindra.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra Ahmad Riza Patria, Ijtimak
Ulama IV dilakukan bukan lagi dalam rangka mendukung capres, melainkan
untuk kebaikan kepentingan rakyat.
"Tentu kalau ada ijtimak lagi, ijtimak itu kan bukan dalam rangka ke
depan bukan dukung-mendukung pilpres, tentu ijtimak ke depan itu lain
lagi, bisa saja ijtimak disepakati menyikapi perkembangan-perkembangan
belakangan ini," ujar Ahmad Riza saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu
(13/7).
Lihat juga:
Sandiaga Uno Sebut Tak Perlu Rekonsiliasi dengan Erick Thohir
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190713172920-32-411854/sandiaga-uno-sebut-tak-perlu-rekonsiliasi-dengan-erick-thohir/>
"Mungkin juga akan memberi masukan kepada pemerintah; mengoreksi,"
tambahnya.
Riza menuturkan Gerindra tidak bisa mengintervensi dan memaksa ulama
dalam menentukan sikap. Partai Gerindra, imbuhnya, akan menghormati dan
menghargai apa pun keputusan para ulama dari Ijtimak jilid IV.
"Ulama punya sikap, pendapat, pendirian sendiri," ucap dia.
Riza meyakini keputusan yang dihasilkan oleh para ulama nantinya akan
mengakomodir kepentingan rakyat. Oleh karena itu, Partai Gerindra,
menurut dia, tidak takut akan kemungkinan kehilangan dukungan.
"Pasti sikap yang baik, bijak untuk kepentingan banyak orang, negara,
rakyat dan umat, kita akan hormati dan hargai," tukas dia.
Sementara itu, Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menyebut dukungan kelompok
Islam kepada Prabowo Subianto tidak akan hilang kendati ada rekonsiliasi.
"Saya kira sejauh ini tidak, kelompok Islam masih mendukung (Prabowo).
Kalau saya membaca mereka tetap mendukung Prabowo," ujar Adi Prayitno
kepada /CNNIndonesia.com/.
Lihat juga:
PA 212 Sebut Tak Restui Pertemuan Prabowo-Jokowi
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190713151751-32-411841/pa-212-sebut-tak-restui-pertemuan-prabowo-jokowi/>
Adi menjelaskan kelompok Islam masih memerlukan kendaraan politik guna
menyampaikan ide atau gagasan politiknya. Oleh sebab itu, mereka, kata
Adi, perlahan-lahan akan menerima rekonsiliasi ini.
"Kelompok Islam butuh sandaran untuk penetrasi politiknya. Penetrasi
dalam bentuk menyampaikan ide, gagasan politiknya," kata Adi.
Terpisah, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf
Muhammad Martak menganggap tidak ada yang spesial dari pertemuan antara
Jokowi dan Prabowo Subianto. Pertemuan itu menurutnya, biasa saja.
"Pertemuan yang biasa-biasa saja, layaknya sering terjadi di dunia
perpolitikan. Terkesan 01 tampak cerah bahagia," kata Yusuf saat
dihubungi CNNIndonesia.com.
Lihat juga:
Jubir BPN: Pertemuan Prabowo-Jokowi untuk Turunkan Tensi
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190713114704-32-411797/jubir-bpn-pertemuan-prabowo-jokowi-untuk-turunkan-tensi/>
Yusuf tidak mengatakan dirinya setuju atau tidak dengan sikap Prabowo
yang mau bertemu dengan Jokowi. Dia mengatakan bahwa itu sepenuhnya hak
Prabowo.
"Itu adalah hak dia," kata Yusuf.
Yusuf mengaku sudah sejak lama memprediksi Jokowi dan Prabowo bakal
bertemu usai gelaran Pilpres 2019. Dia bicara demikian setelah melihat
gelagat orang-orang di tingkat elite.
Meski begitu, Yusuf mengaku tidak pernah ikut campur mengenai pertemuan
Jokowi dan Prabowo sejak masih berupa rencana.
Dia mengklaim tetap menjaga jarak meski memiliki kedekatan dengan
Prabowo selama Pilpres 2019 lalu.
"Kami tidak pernah membatasi atau ikut campur terlalu dalam, bebas
setiap kelompok dan kawan mengambil jalannya masing," kata Yusuf.
*(ryn/wis)*