----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'j.gedearka' [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: 
"[email protected]" <[email protected]>; 
[email protected] <[email protected]>; Sahala Silalahi 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>Terkirim: Minggu, 14 Juli 2019 20.45.57 GMT+2Judul: 
[nasional-list] Lima janji Jokowi lima tahun kedepan
     
 


 
 
https://www.antaranews.com/berita/955881/lima-janji-jokowi-lima-tahun-kedepan
 
 
Lima janji Jokowi lima tahun kedepan
 
  Minggu, 14 Juli 2019 22:04 WIB 
  Bogor (ANTARA) - Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo menyampaikan 
janji berupa pidato yang berisikan lima visi dan misi yang sudah ia petakan dan 
akan ia lakukan sebagai kepala negara lima tahun ke depan, pada acara Visi 
Indonesia, di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, 
Minggu.
 
 Lima visi dan misi ini ia petakan atas dasar kesadarannya mengenai fenomena 
perkembangan zaman dunia global yang semakin dinamik, penuh perubahan, 
kecepatan, risiko, kompleksitas, juga penuh hal-hal tak terduga di luar 
perhitungan.
 
 Baca juga: Ma'ruf Amin ingatkan bangun negeri bersama melalui "Bagimu Negeri"
 
 Oleh sebab itu, ia mengatakan harus mencari cara-cara dan nilai-nilai baru 
dalam mencari solusi dari setiap permasalahan bangsa yang dihadapi.
 
 "Dengan inovasi-inovasi dan kita semuanya harus mau dan akan kita paksa untuk 
mau, kita harus meninggalkan cara-cara lama, kita harus meninggalkan pola-pola 
lama, baik dalam mengelola organisasi, baik dalam mengelola lembaga, maupun 
dalam mengelola pemerintahan," ujarnya.
 
 
 Baca juga: Lanjutkan pembangunan infrastruktur, fokus pembangunan SDM
 
 Infrastruktur
 
 Visi dan misi pertama yang ia ucapkan adalah akan terus melanjutkan 
pembangunan infrastruktur negara. Jokowi juga menyebut bahwa 
infrastruktur-infrastruktur besar telah dibangun.
 
 Ke depan, kata dia, ia akan melanjutkan pembangunan infrastruktur itu dengan 
lebih cepat dan menyambungkan infrastruktur-infrastruktur besar seperti jalan 
tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara dengan kawasan-kawasan produksi rakyat, 
industri kecil, ekonomi khusus, persawahan, perkebunan, tambak perikanan, serta 
pariwisata.
 
 
 Baca juga: Sampaikan Visi Indonesia Jokowi beberkan lima hal
 
 Sumber Daya Manusia (SDM)
 
 Janji atau visi dan misi Jokowi yang kedua adalah pembangunan SDM sebagai 
kunci Indonesia maju di masa depan.
 
 "Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, 
sejak hamil. kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak-anak sekolah 
kita, ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia yang unggul ke 
depan, ini yang harus dijaga betul, jangan sampai ada stunting, jangan sampai 
ada kematian ibu, kematian bayi yang meningkat, tugas besar kita ada di situ," 
tambahnya.
 
 Selain kesehatan SDM, Jokowi juga menyinggung soal kualitas pendidikan yang 
akan terus ia tingkatkan. Pada masa pimpinan periode keduanya ini ia memastikan 
akan membangun lembaga manajemen talenta, vokasional training, dan vokasional 
school.
 
 Jokowi mengatakan pemerintah akan mengidentifikasi, memfasilitasi, serta 
memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta anak 
bangsa, karena kata dia, anak bangsa lah yang akan memberikan kontribusi besar 
bagi percepatan pembangunan Indonesia.
 
 "Kita akan menyiapkan lembaga-lembaga khusus yang mengurus manajemen talenta 
ini, kita akan mengelola talenta-talenta yang hebat yang bisa membawa negara 
ini bersaing secara global," tambahnya.
 
 
 Mengundang investasi dalam rangka membuka lapangan pekerjaan
 
 Presiden yang juga kakek dari Jan Ethes ini mengatakan pada visi dan misinya 
yang kelima bahwa mengundang investasi yang seluas-luasnya adalah kunci dari 
membuka lapangan pekerjaan yang sebesar-besarnya pula.
 
 "Jangan ada yang alergi terhadap investasi, karena dengan cara ini lah 
lapangan pekerjaan akan terbuka yang sebesar-besarnya," ujarnya.
 
 Demi tercapainya tujuan ini, Jokowi mengatakan segala penghambat investasi 
harus dipangkas, baik proses perizinan yang lambat, berbelit-belit, terlebih 
yang mensyaratkan pungutan liar (pungli).
 
 "Apalagi yang ada punglinya, hati-hati, hati-hati ke depan akan saya pastikan, 
akan saya kejar, akan saya kontrol, akan saya cek, dan akan saya hajar kalo 
diperlukan. Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci 
pembuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya," ucap Jokowi dengan tegas.
 
 
 Reformasi birokrasi struktural
 
 Pada janjinya yang keempat, Jokowi mengatakan sangat penting bagi Indonesia 
untuk mereformasi birokrasi berbagai lembaga agar menjadi semakin sederhana, 
dan lincah.
 
 Kecepatan birokrasi dalam melayani dan memberikan izin, kata dia, menjadi 
kunci reformasi birokrasi.
 
 Perubahan pola kerja zaman dahulu yang linier, monoton, dan terjebak pada zona 
nyaman, menurut Jokowi adalah "penyakit".
 
 Ke depannya Jokowi mengatakan akan mendorong lembaga-lembaga yang menuntut 
para pekerjanya menjadi gesit dan cepat beradaptasi terhadap perkembangan 
zaman, demi membangun Indonesia yang adaptif, produktif, inovatif, dan 
kompetitif.
 
 "Ini juga hati-hati, kalau pola pikir, kalau mindset birokrasi tidak berubah, 
akan saya cek sendiri, akan saya kontrol sendiri, begitu saya lihat tidak 
efisien atau tidak efektif, saya pastikan akan saya pangkas dan akan saya copot 
pejabatnya," ujarnya disambut seru sorakan masyarakat di dalam gedung yang 
menonton.
 
 
 Penggunaan APBN fokus dan tepat sasaran
 
 Visi dan misi terakhir yang Jokowi sampaikan adalah mengenai penggunaan 
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang harus fokus dan tepat 
sasaran.
 
 Ia menyampaikan bahwa setiap rupiah yang keluar dari APBN akan ia pastikan 
harus memiliki manfaat bagi ekonomi negara dan kesejahteraan rakyat.
 
 "Namun, perlu saya ingatkan bahwa mimpi-mimpi yang besar hanya bisa terwujud 
jika kita bersatu, jika kita optimis, jika kita percaya diri dan berani 
menghadapi tantangan-tantangan kompetisi global, harus berani, kita harus yakin 
bahwa kita bisa menjadi salah satu negara terkuat di dunia," kata Jokowi.
 
 "Jangan pernah ragu untuk maju, karena kita mampu jika kita bersatu," tambah 
dia.
   
Masyarakat sudah memadati lokasi Visi Indonesia
    
Pewarta: Pamela Sakina
 Editor: Yuniardi Ferdinand
 COPYRIGHT © ANTARA 2019
 

 
 

 
 

 
 

 
 

 
    

Kirim email ke