Andrew Yang baru saja tanda tangan pledge untuk tidak mengambil duit dari defense contractor utk campaign-nya. Selain itu akan menyerahkan war declaration ketangan congress, hal yg semestinya sesuai konstitusi. Hal2 itu setidaknya merupakan tanda/isyarat tidak ada atau setidaknya perang berkurang banyak pada masa pemerintahannya. Kelihatannya timur tengah yang kaya minyak memang di-obok2 jadi pasar senjata, lihat saja selalu ada pihak yg dipersenjatai US dan ada Rusia pada pihak yg berlawanan. Tidak tahu mungkin banyak minyak juga banyak kutukannya (atau mungkin sebaiknya seperti Indonesia minyak dan hasil tambang lainnya diserahkan saja bongkokan jadi tidak di-obok2), sementara Korea Utara yg miskin SDA aman sejahtera. Tentang Andrew Yang saat ini masih diperingkat 6 atau 7 dibawah Joe Biden, Kamala Harris, Elizabeth Warren, Bernie Sanders, dan Pete Buttigieg. Biden saat ini diberbagai poll masih paling atas sekitar 30%-an, tetapi kelihatannya angka ini sudah max mengingat name recognition yg sedemikian tinggi yg tidak perlu perkenalan lagi semua sudah tahu. Umumnya masyarakat menganggap Biden dan Sanders bagian masa lalu mengingat sudah sedemikian lama dipemerintahan. Harris setelah debat lagi naik daun, tetapi terlihat tricky waktu didebat menggasak Biden yg menentang policy Federal Busing th 70-an seakan dirinya yg black wowan jadi korban Biden padahal beberapa hari setelah debat didesak wartawan eh ternyata posisinya juga sama dengan Biden menentang Federal Busing dan mendukung Local Busing. Dus terlihat tidak segan2 mengorbankan orang lain untuk kepentingan dirinya. Juga permainan/penonjolan peranan sebagai black woman bisa jadi bumerang dan jadi perbincangan/perdebatan mengingat Harris keturunan India dan Jamaican. Melihat disini si Andrew Yang yg name recognition-nya masih rendah sekali mempunyai peluang yang besar dgn makin dikenal orang, apalagi platform yg dibawah lebih disukai mayoritas demokrat dibandingkan platform kandidat2 yg lain.
---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote : Pada dasarnya saya suka dengan ide-ide yang mengingatkan pada tokoh-tokoh pergerakan nasional, mereka selalu bicara soal fungsi negara sebagai pengayom Rakyat seperti ini. Bahwa Andrew Yang menawarkan pengayoman dalam model UBI ya tentu itu solusi berdasarkan visinya tentang kondisi setempat, AS. Begitu juga Libya, Kuba, Irak, maupun Sudan, punya program sosialisme berdasarkan visi masing-masing negara. Sialnya visi sosialisme mereka selalu dianggap berbahaya. Dituding sebagai campurtangan negara dalam kesejahteraan privat. Berbahaya bagi liberalisme. Walhasil yang terjadi kemudian kita semua sudah tahu. Bukan cuma pemerintahannya yang diguncang tetapi negaranya pun diobrak-abrik. Penghancuran musuh-musuh liberalisme itu hari-hari ini masih bisa disaksikan prosesnya di Venezuela dan Indonesia. Nah, Andrew Yang jadi menarik karena sosialisme UBI-nya cukup nekat menjajakan faham 'samarata' (1000 USD) di masyarakat kapitalis-liberal. Waktu AY membuka langkah dengan mengibarkan adanya ancaman serius dari otomatisasi, saya pikir itu hanya faktor ketajamannya melihat peluang. Tapi begitu masyarakat AS ternyata antre "membeli" ide samarata ini kok seperti ada yang kurang beres dengan publik AS, hahaha... Seperti ada pergulatan arus besar yang sedang terjadi. Ya sudah, kita ikuti saja sejauh mana masyarakat liberal-kapitalis bisa menerima 'samarata'. Yang pasti, menjadi presiden tidak cukup hanya bermodal satu-dua isu saja. Seorang presiden haruslah cekatan menangani berbagai persoalan dan tangkas membuat solusinya. Akankah ide sosialisme-negara bermuatan samarata ini lolos dari gebukan kaum neolib-neocon, cukup menarik untuk diketahui. Taruhlah AY berhasil jadi presiden AS. Dan, kalau memang tidak ada pembatasan otomatisasi dalam program FD/UBI, anggap sajalah itu sebagai bentuk kompromi AY dengan neolib-neocon. Tidak sabar rasanya melihat bagaimana AY menangani situasi kompromis ini. Sebab, khawatirnya, tanpa dibarengi pembatasan otomatisasi bisa-bisa program UBI ibarat daging, otot, dan paru-paru diadu balap lari melawan lokomotif. --- jonathangoeij@... wrote: Para pedagang pemiik toko khan mesti bayar kulakannya dan berbagai yg lain, jelas tdk akan cuman mangkal dilaci toko. Kalaupun ada paling juga disimpan di bank, yg bisa jadi sumber pemberian kredit yg kembali keperekonomian. Biasanya argumen menentang adalah membuat inflasi harga barang jadi tinggi, hal ini ada betulnya kalau hanya melihat dari sisi meningkatnya demand karena meningkatnya daya beli, tetapi para produsen yg melihat demand bertambah juga akan menggenjot produksi yg pada gilirannya justru menurunkan harga. Pada kenyataannya baru mengetahui UBI passed congress dan akan diimplementasikan sudah akan menggenjot produksinya. UBI/FD ini dibiayai dengan Value Added Tax 10% pada semua barang produksi dengan perkecualian staple goods (barang kebutuhan pokok). Ini artinya bagi sebagian besar orang sebagian besar transaksinya tidak kena VAT. UBI/FD diberikan pada setiap orang dewasa (mulai 18 th) sebesar $1000 sebulan, biarpun kita asumsinya setiap transaksi kena VAT sekalipun, dibutuhkan paling sedikit belanja $10,000 sebulan baru impas. Satu keluarga dgn 2 orang dewasa paling sedikit belanja $20,000 atau $240,000 setahun baru impas. Disini kita bisa lihat UBI/FD menguntungkan sebagian besar masyarakat US. Sedangkan para kaya-raya memang tidak diuntungkan secara langsung, tetapi secara tidak langsung juga diuntungkan dari trickle-up economic. UBI itu bukan santunan tetapi karena sifatnya universal baik kaya miskin juga dapat bisa dibilang the right of citizenship. Kita bisa bilang capitalism where income does not start from zero. Bagi2 sembako dan kartu sakti itu bukan UBI tetapi welfare, ada syarat bagi penerima seperti masuk kategori miskin (income dibawah sekian). Sedang UBI tidak ada syarat apapun.Ada kelemahan welfare, kalau sipenerima kemudian mempunyai pendapatan cukup tidak akan dapat welfare lagi. Hal ini akan discourage penerima welfare untuk bekerja karena takut kehilangan welfarenya. --- ajegilelu@... wrote : Dari sisi sosialisme barangkali betul program ini langsung membantu mereka yang tidak berpenghasilan, kena PHK, atau juga imigran. Bisa saja dijalankan beriringan dengan kapitalisme karena ada sifat pro pasarnya (bertambahnya daya beli). Masalahnya, kalau pro pasar itu hanya diartikan sebagai belanja konsumsi saya kira pertumbuhan yang terjadi justru menjadi pukulan bagi sosialismenya. Menambah beban bagi sosialisme. Sebab, para pedagang / pemilik toko akan memenuhi rak-raknya dengan aneka barang konsumsi yang menggiurkan untuk dibeli. Perputaran uang pun tambah deras, tetapi si uang lagi-lagi mangkalnya cuma di laci toko, tidak cukup berarti bagi pertumbuhan makro. Bagi yang kekurangan, program ini jelas menggembirakan. Tidak bedanya dengan para penerima bagi-bagi sembako dan berkah kartu sakti. Tapi bisa saja dirasa ngeledek oleh kalangan kaya-raya AS yang juga dianggap berhak atas santunan seribu dolar setiap bulan. --- jonathangoeij@... wrote: Terkecuali robocall ban saya kok tidak melihat pembatasan robotik. Walaupun UBI/FD ini sangat progressive tetapi saya lihat tidak menghalangi kemajuan, juga tidak bertentangan dengan kapitalisme ataupun sosialisme. Kita bisa bilang pro sosialisme dalam hal tidak akan ada lagi mereka yang dibawah poverty line kebutuhan dasar akan terpenuhi, kita juga bisa bilang pro kapitalisme karena memang pro pasar dgn pemberian $1000 per orang dewasa akan menambah daya beli yang luar biasa yang dengan sendirinya merangsang produksi artinya ekonomi akan meningkat pesat. Keberatan sebagian masyarakat/ekonom pada UBI ini karena takut debt akan meningkat pesat dan nilai mata uang turun, tetapi hal itu kalau pembiayaannya dari debt. Tetapi program UBI/FD tidak diambil dari debt tetapi dari uang yang memang sudah beredar dimasyarakat, tidak ada tambahan cetak duit sama sekali. --- ajegilelu@... wrote : Harus diakui UBI/FD ini merupakan solusi menarik dalam visi Yang menghadapi otomatisasi. Bisa kasih sedikit gambaran seperti apa program pembatasan robotiknya? --- jonathangoeij@... wrote: unstoppable --- Andrew Yang’s UBI Has The Most Support From Democrats, Voters Under 50, And Earners Under $50,000 | | | | | | | | | | | Andrew Yang’s UBI Has The Most Support From Democrats, Voters Under 50, ... Democratic presidential candidate Andrew Yang is running a campaign that centers on the effects of automation on... | | | | | | | | | | | | | | Andrew Yang’s UBI Has The Most Support From Democrats, Voters Under 50, ... Democratic presidential candidate Andrew Yang is running a campaign that centers on the effects of automation on... | | |
