Kalau dikencangkan ikat pinggang, maka penduduk yang berada pada lapisan
masyarakat rendah akan tambah kurus kering, karena kurang vitamin, kurang
makan atau miskin segala-galanya . Tetapi yang di strata atas dan teratas
seperti kaum neo-Mojopahit dan konco bin sahabat akan tambah gemuk termasuk
pundi-pundi harta mereka. Ayo yang suka tepuk tangan dipersilahkan untuk
juga bersorak gembira ria dan jangan lupa ikat pinggang dikencangkan
seketat mungkin. Amin. hehehehehehe


https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190722063956-532-414220/dpr-restui-penambahan-utang-pemerintah-jadi-rp373-t-di-2019

DPR Restui Penambahan Utang Pemerintah Jadi Rp373 T di 2019

CNN Indonesia | Senin, 22/07/2019 17:19 WIB


Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar *DPR
<https://www.cnnindonesia.com/tagdpr>*) memberi restu kepada pemerintah
untuk melakukan penambahan *utang
<https://www.cnnindonesia.com/tag/utang>* dalam
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (*APBN
<https://www.cnnindonesia.com/tag/apbn>*) 2019. Dengan restu tersebut utang
akan membengkak sekitar Rp14,65 triliun atau 4,07 persen dari pagu sebesar
Rp359,25 triliun menjadi Rp373,9 triliun.

Anggota Banggar DPR dari Fraksi PPP Iskandar Dzulkarnain Syaichu mengatakan
lembaga legislatif menyetujui peningkatan utang demi mendukung belanja
negara dan menjaga defisit anggaran dan keseimbangan primer. Proyeksinya,
defisit anggaran akan membengkak mencapai 1,93 persen dari Produk Domestik
Bruto (PDB) pada akhir tahun.

"Ini berarti lebih tinggi dari rencana di APBN 2019 sebesar 1,84 persen
dari PDB," ungkap Iskandar di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (22/7).


Selain itu, penambahan utang juga mau tidak mau harus dilakukan demi
menjaga keseimbangan primer yang diperkirakan juga akan meningkat.
Proyeksinya, realisasi keseimbangan primer akan mencapai negatif Rp34,7
triliun atau lebih tinggi dari target awal sebesar negatif Rp20,1 triliun.
Lihat juga:

 Butuh Kencangkan Ikat Pinggang Agar Utang Negara Tak Menumpuk
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190717134301-532-412910/butuh-kencangkan-ikat-pinggang-agar-utang-negara-tak-menumpuk/>


"Untuk itu, prognosis pembiayaan utang diperkirakan mencapai Rp193,4
triliun, terutama yang bersumber dari SBN Netto sebesar Rp186,1 triliun,"
terangnya.

Kendati proyeksi utang meningkat, namun beberapa sumber pembiayaan lain
terhadap anggaran diperkirakan tidak berubah. Pembiayaan investasi
diperkirakan tetap mencapai Rp75,9 triliun sampai akhir tahun.

Lalu, pembiayaan yang bersumber dari pemberian pinjaman juga tetap Rp2,35
triliun. Kemudian, kewajiban penjaminan tetap nol dan pembiayaan lainnya
tetap Rp15 triliun, sehingga Saldo Anggaran Lebih (SAL) tetap Rp39,59
triliun.

Sementara per semester I 2019, sumbangan pembiayaan utang kepada APBN telah
mencapai Rp180,45 triliun. Jumlah tersebut telah mencapai sekitar 50,2
persen dari pagu yang disiapkan.

Sedangkan defisit anggaran sebesar 0,84 persen dari PDB dan keseimbangan
primer negatif Rp977,2 miliar. Hal ini terjadi karena pendapatan negara
sebesar Rp898,76 triliun, namun belanja negara telah mencapai Rp1.034,51
triliun.

Kirim email ke