https://pemilu.tempo.co/read/1227422/4-partai-kik-kesampingkan-wacana-oposisi-bergabung/full&view=ok
4 Partai KIK Kesampingkan Wacana Oposisi
Bergabung
Reporter:
Dewi Nurita
Editor:
Tulus Wijanarko
Senin, 22 Juli 2019 23:24 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa usai bertemu Ketua
Umum Partai Nasdem di kantor DPP Nasdem, Jakarta pada Senin, 22 Juli
2019. TEMPo/Dewi Nurita
<https://statik.tempo.co/data/2019/07/22/id_857594/857594_720.jpg>
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa usai bertemu Ketua
Umum Partai Nasdem di kantor DPP Nasdem, Jakarta pada Senin, 22 Juli
2019. TEMPo/Dewi Nurita
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Persatuan
Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa mengakui bahwa pertemuan dirinya
dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketum PKB Muhaimin
Iskandar, dan Ketua Golkar Airlangga Hartarto sepanjang hari ini, salah
satunya membahas soal wacana partai oposisi
<https://nasional.tempo.co/read/1227310/gerindra-jabatan-ketua-mpr-sebaiknya-untuk-partai-oposisi>
bergabung ke koalisi Jokowi-Ma'ruf.
Suharso mengatakan, dalam pertemuan itu, empat ketua umum partai saling
menyamakan persepsi menuju pemerintahan Jokowi-Ma'ruf mendatang. Suharso
mengisyaratkan empat partai ini menutup pintu bagi oposisi bergabung.
"Kami ingin soliditas koalisi itu terjaga. Dan bagaimana kami
mengantisipasi adanya pikiran-pikiran apakah diperlukan perluasan
keanggotaan dari koalisi dan seterusnya," ujar Suharso di kantor DPP
Nasdem pada Senin, 22 Juli 2019.
Dalam pertemuan itu, ujar Suharso, empat ketum memiliki satu kesimpulan
bahwa untuk sementara ini, koalisi Jokowi-Ma'ruf belum mengagendakan hal
semacam itu. "Jadi, mungkin ada waktunya (bicara soal oposisi)," ujar
Suharso.
Musabab ada kesepakatan seperti itu, ujar Suharso, dia menilai saat ini
koalisi masih sangat solid dan yang selama ini terjadi hanya perang
kata-kata di antara para kader di tataran permukaan saja. "Setelah
bertemunya kami berempat ini, ternyata tunning-nya sama semua. Semua
ingin memperkuat soliditas koalisi," ujar dia.