Kalau tanpa Jokowi dan tidak terkait koalisi 
sebaiknya bicarakan tentang konstitusi yang 
sudah jauh menyimpang dari UUD'45. 

Namun, Hastotidak menyebut-nyebut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan ikut 
dalampertemuan tersebut.

-
Selasa 23Juli 2019, 17:14 WIB
PDIP: Mega-Prabowo akan Bertemu, Jangan Dimaknakan Terkait Koalisi

TsarinaMaharani - detikNews

Jakarta - PDI Perjuangan membenarkan kabarpertemuan antara sang ketua umum, 
Megawati Soekarnoputri, dengan Ketum GerindraPrabowo Subianto. PDIP mengatakan 
pertemuan tersebut dalam rangka menjagasilaturahmi antarpemimpin.

"Ibu Megawati Soekarnoputri memang direncanakan bertemu dengan PakPrabowo. 
Pertemuan dalam waktu dekat dan sebagai tradisi silaturahmi yang baikuntuk 
dijalankan para pemimpin," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kepadawartawan, 
Selasa (23/7/2019).

Hasto menjelaskanhubungan antara Mega dan Prabowo selama ini memang terjalin 
baik. Namun, Hastotidak menyebut-nyebut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan 
ikut dalampertemuan tersebut.

"Ibu Mega percaya pada kenegarawanan Pak Prabowo dan sama halnya denganPak 
Jokowi, kepemimpinan yang mempersatukan dan diwarnai dengan dialog 
antarpemimpin, merupakan hal yang memang seharusnya dilakukan," ucapnya.

Ia meminta pertemuan antara Mega dan Prabowo itu tidak ditafsirkan 
macam-macam.Hasto menegaskan pertemuan di antara keduanya dalam kerangka 
persahabatan danpersatuan bangsa. Namun, dia tak memastikan soal waktu dan 
lokasi pertemuan.

"Pertemuan tersebut jangan dimaknakan terlalu jauh dengan pembentukankoalisi. 
Sebab terkait koalisi pascapilpres, fatsunnya harus dibahas bersamaantara 
presiden dengan seluruh ketum koalisi," ujar Hasto.

"Adapun tentang kapan dan di mana pertemuan itu akan kami informasikanlebih 
lanjut," imbuh dia.

Soal kabar pertemuan itusebelumnya diungkapkan Waketum Gerindra Arief Poyuono. 
Arief menyebutMega-Prabowo bersama Jokowi akan bertemu Rabu (24/7) besok.

"Kalau tidak ada halangan, besok Pak Prabowo, Ibu Mega, dan Kangmas JokoWidodo 
bertemu jam 12.00," kata Poyuono kepada wartawan, Selasa (23/7).

(tsa/imk)

Kirim email ke