Yang dimaksudkan didepan, Zhou (En Lai) yg mengirim Li Peng belajar ke
Sovyet betul, tapi yang belakang berkonflik bukan dengan Zhou, tapi Zhao
Jiyang (Ketua PKT, ketika itu) yg dikenal berpikiran Sosial-Demokrat nya
Tiongkok dan berpihak pada demo mahasiswa utk memberi toleransi dan
lebih besar membuka kran DEMOKRASI, ... bahkan ada yang bilang, Zhao
cenderung menempuh jalankan pemikiran Gobarchove di Sovyet, melepaskan
Diktatur Proletariat!
kh djie 於 24/7/2019 12:05 寫道:
Kutipan :
Li belakangan berkonflik dengan Zhou dalam menghadapi gerakan
demonstrasi mahasiswa dan para pekerja pada musim semi 1989. Jika Zhou
memilih melakukan dialog dengan mahasiswa, maka Li ingin melakukan
tindakan keras untuk menekan para pembuat onar.
Lha, apa bisa berkonflik, karena Zhou En Lai meninggal pada 8 Januari
1976 ?
Pada tanggal Rab, 24 Jul 2019 pukul 05.47 ChanCT [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]
<mailto:[email protected]>> menulis:
Li Peng, Mantan PM Cina dan Arsitek Tragedi Tiananmen, Meninggal
Reporter:
Non Koresponden
Editor:
Maria Rita Hasugian
Rabu, 24 Juli 2019 09:38 WIB
Li Peng, mantan perdana menteri dan ketua parlemen Cina yang juga
sosok yang dituntut pertanggungjawabannya atas pembantaian ribuan
mahasiswa di Tiananmen pada tahun 1989, meninggal di usia 90 tahun
karena menderita sakit di Bejing, Senin, 22 Juli 2019.Li Peng,
mantan perdana menteri dan ketua parlemen Cina yang juga sosok
yang dituntut pertanggungjawabannya atas pembantaian ribuan
mahasiswa di Tiananmen pada tahun 1989, meninggal di usia 90 tahun
karena menderita sakit di Bejing, Senin, 22 Juli 2019.
*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*,*Jakarta*- Mantan perdana menteriCina
<https://www.tempo.co/tag/cina>Li Peng meninggal dalam usia 90
tahun karena menderita sakit. Sebelumnya, ia dikabarkan menderita
kanker kandung kemih.
Menurut laporan Xinhua dan South China Morning Post, Li Peng yang
dikenal sebagai arsitek tindakan keras membubarkan demonstrasi
ribuan mahasiswa dan pekerja di lapangan Tiananmen pada pada 4
Juni 1989, meninggal di Beijing pada hari Senin, 22 Juli 2019.
Li mendeklarasikan UU Darurat Militer pada 20 Mei 1989 untuk
merespons demonstrasi besar-besaran di Cina.
Dua minggu kemudian, pada 3 Juni malam hingga keesokan harinya,
pasukan militer membubarkan paksa dengan brutal hingga menewaskan
ratusan bahkan seribu lebih warga sipil.
Sekalipun keputusan mengirikan pasukan militer menghadapi
demonstrasi diputuskan oleh sejumlah pejabat tinggi Cina, namun Li
dituntut beranggungjawab.
Li waktu itu membela diri dengan mengatakan pilihan menembak para
demonstran sebagai langkah yang diperlukan.
Perdana Menteri Cina Li Peng bersama Presiden Yang Shangkun, dan
Ketua Partai Komunis Cina, Jiang Zemin di Great Hall of the
People, September 1989. [SOUTH CHINA MORNING POST/REUTERS]
"Tanpa langkah-langkah ini Cina akan menghadapi situasi yang lebih
buruk dibandingkan di bekas Uni Soviet atau Eropa Timur," kata Li
saat berkunjung ek Austria pada tahun 1994.
Keberhasilan Li dalam melakukan sejumlah pendekatan untuk
reformasi ekonomi Cina tertutupi dengan perannya dalam menghadapi
demonstran di Tiananmen.
Begitupun, Xinhua menyebut Li sebagai prajurit setia komunis dan
pemimpin luar biasa bagi partai dan negara.
Li lahir di Shanghai, provinsi Sichuan pada tahun 1928. Ia menjadi
yatim saat masih kecil karena ayahnya, Li Shuoxun, anggota Partai
Komunis revolusi dibunuh oleh pasukan Nasionalis Cina. Ayah Li
merupakan penulis dan sahabat Zhou Enlain, perdana menteri Cina
saat itu dan memimpin Partai Komunis Cina revolusi bersama Mao Zedong.
Setelah kematian ayahnya, Li kemudian diangkat sebagai anak asuh
Perdana Menteri Zhou Enlai, meski belakangan Li membantah sebagai
anak asuh Zhou.
ADVERTISEMENT
Li pun menjadi salah satu sosok paling berkuasa karena berasal
dari keluarga elit Cina berpengaruh.
Zhou kemudian mengirim Li sekolah di Yan pada usia 12 tahun. Yan
merupakan jantung dari Komunis Cina. Li resmi bergabung dengan
partai Komunis Cina saat berusia 17 tahun.
Li Peng kemudian dikirim ke Uni Sovyet oleh Zhou untuk mengikuti
pendidikan teknis di satu universitas di Soviet. Saat itu Cina
menghadapi era perang sipil menghadapi kelompok nasionalis.
Warisan sejarah yang ditorehkan Li Peng dari hasil pendidikan di
Soviet di antaranya 3 dam raksasa di sungai Yangtze. Dam ini
merupakan salah satu dama termahal di Cina dan merupakan proyek
komersial yang menghabiskan dana jutaan dollar dan merusak ekosistem.
Li belakangan berkonflik dengan Zhou dalam menghadapi gerakan
demonstrasi mahasiswa dan para pekerja pada musim semi 1989. Jika
Zhou memilih melakukan dialog dengan mahasiswa, maka Li ingin
melakukan tindakan keras untuk menekan para pembuat onar.
Li Peng dengan kewenangan yang ada padanya mengumumkan situasi
darurat militer diCina<https://www.tempo.co/tag/cina>pada 20 Mei
1989 dan secara pribadi terlibat dalam mengawasi tindakan keras
dan brutal para militer di halaman Tiananmen. Sekitar seribu orang
tewas dan ribuan orang ditangkap dan dijebloskan ke penjara.
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
不含病毒。www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
<#m_7179408490948116334_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com