----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: ChanCT [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Kamis, 1 Agustus 2019 10.02.46 GMT+2Judul: 
[GELORA45] LIPI: Plastik oxo beda dengan bioplastik dari singkong
     
 
Jakarta (ANTARA) - Menurut kajian LIPI, plastik oxo yang sebelumnya diisukan 
lebih sehat untuk membungkus daging hewan kurban itu ternyata beda dari 
bioplastik yang terbuat dari singkong asli.
 
 "Bioplastik yang terbuat dari singkong bersifat lebih lentur dan mudah larut 
dalam air panas. Bioplastik dalam hitungan enam bulan juga bisa terurai bukan 
bertahun-tahun seperti plastik oxo," ujar Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan 
Teknik, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Agus Haryono ketika 
dihubungi Antara di Jakarta, Kamis.
 
 Plastik oxo sebenarnya adalah plastik biasa yang diberi tambahan material 
katalis, agar dapat mengakselerasi fragmentasi plastik menjadi serpihan kecil.
 
 "Disebut plastik oxodegradable karena proses oksidasi oleh panas memperburuk 
kualitas plastiknya sehingga pecah menjadi serpihan-serpihan kecil," ujar Agus. 
Katalis itu dapat berfungsi mempercepat plastik terkoyak dengan kondisi khusus 
seperti adanya radiasi sinar ultraviolet (UV) atau paparan panas matahari.
 
 Agus menambahkan plastik oxo itu tidak lebih ramah lingkungan jika 
dibandingkan dengan plastik biasa, namun kata Agus, plastik oxo memang lebih 
cepat terurai jika dalam kondisi khusus tadi. "Jika plastik konvensional 50 
tahun baru terurai, plastik oxo ini lebih cepat kalau terpapar sinar matahari," 
ujar dia.
 
 Namun, kata Agus, bahayanya sama dengan plastik biasa. Apalagi jika plastik 
oxo terbuang ke sungai atau laut dan dimakan oleh biota yang hidup di sana, 
karena sama-sama dapat mencemari lingkungan.
 
 "Jika plastik oxo tidak terdegradasi penuh dalam waktu yang cukup, justru 
menimbulkan risiko timbulnya mikroplastik ke dalam lingkungan dan rantai 
makanan kita dari ikan dan biota laut lainnya," ujar Agus.
 
 Oleh karena itu, kata Agus, perlakukanlah plastik oxo ini seperti plastik 
biasa. Jangan dibuang sembarangan, apalagi ke sungai atau lautan," tandas Agus.
 
 Sebelumnya kabar hoax soal plastik oxo karena tanpa sengaja ada kesalahan 
penyebutan oleh seorang reseller plastik tersebut. Dikatakan, plastik yang 
dijualnya bukan berbahan dasar singkong tapi berteknologi oxodegredable. Ia 
juga berpesan agar orang-orang jangan sampai salah sangka, plastik itu juga 
tidak bisa terurai dalam air.
 
 
 Gubernur DKI Jakarta
 
 Anies Baswedan memiliki solusi terkait bagaimana cara membungkus daging kurban 
yang lebih ramah lingkungan dibanding memakai plastik. Ia menerapkan penggunaan 
besek bambu yang beralaskan daun pisang sebagai pengganti kantong plastik yang 
kerap digunakan pada Hari Raya Idul Adha tahun ini.
 
 “Dan yang tidak kalah penting, tahun ini kita menggalakkan agar menggunakan 
bahan-bahan yang ramah lingkungan," katanya di Ruang Serba Guna Masjid Pusat 
Islam Jakarta, di Jakarta Utara, Selasa (30/7).*
 
 Baca juga: Plastik pati singkong bisa jadi alternatif wadah daging kurban
 
 Baca juga: Teknologi Oxo-Biodegrable mampu buat plastik mudah terurai 
Pertemuan Prabowo – Megawati redam ketegangan pascapilpres
 Play Video Play Unmute       Current Time 0:00  /  Duration 1:58   Loaded: 0%  
 Seek to live, currently playing liveLIVEFullscreen  
Pewarta: Abdu Faisal
 Editor: Erafzon Saptiyulda AS
  
 
|  | 不含病毒。www.avg.com  |

     

Kirim email ke