Semoga angan2 RR tercapai utk menyembuhkan Garuda dlm 2 tahun. Namun, harus 
menjadi Menko Ekuin lagi supaya spt dulu berani mengancam konsorsium bankir 
Jerman, ha ha ha atau paling sedikit menjadi CEO dari Garuda. 

---In [email protected], <lusi_d@...> wrote :

 Rizal Ramli Sanggup Sembuhkan Garuda Dua Tahun
 
 Oleh: JakaPermana
 3 Aug 2019, 17:15
 
 
 INILAH, Bandung-Mantan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli merasa tertantang
 untuk membenahi sengkarut keuangan yang melilit PT Garuda Indonesia
 (Persero) Tbk.
 
 Saat ini, maskapai penerbangan pelat merah ini, masih dibelit kerugian
 yang cukup jumbo. Pada kuartal I-2018, tekor sebesar Rp1,366 triliun.
 
 Tak sedang bercanda, Bang RR, sapaan akrab Rizal Ramli, minta waktu dua
 tahun untuk bisa membuat keuangan Garuda sehat lagi. Alias mereguk
 keuntungan yang signifikan.
 
 "Kami ingin membantu pemerintah Indonesia dan Presiden Jokowi untuk
 memberi solusi, kami cuma tak ingin reputasi Presiden Jokowi merosot
 kalau Garuda terpaksa dijual," kata mantan Menko Ekuin era Presiden
 Abdurrahman Wahid di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
 Selanjutnya dia mengaku pernah mengingatkan Presiden Joko Widodo
 tentang potensi kerugian yang harus ditanggung Garuda saat dilantik
 sebagai Menko Kemaritiman pada 12 Agustus 2015.
 
 "Itu lah mengapa saya menjelaskan dalam pidato pelantikan sebagai Menko
 Kemaritiman pada 12 Agustus 2015 agar pemerintah melakukan evaluasi
 pada pembelian pesawat jarak jauh Garuda Indonesia akibatnya pasti
 merugi, karena pada Juli 2015 Garuda punya masalah besar dengan
 pembelian pesawat yang ugal-ugalan dan mark up yang terbuktikan oleh KPK
 yaitu pembelian pesawat jenis bombardir serta Airbus A380," imbuhnya.
 
 Ekonom senior ini berbagi pengalaman ketika sukses menyelamatkan
 keuangan Garuda di era pemerintahan Gus Dur. Kala itu, Garuda tidak
 mampu membayar utang sebesar US$1,8 miliar yang digunakan untuk
 memborong pesawat dengan harga mark up. Banyak pesawat sewaan yang
 harganya juga di-mark up lebih dari 50%. Praktik haram ini diduga sudah
 dilakukan di era Orde Baru.
 
 "Saat itu konsorsium utang yang dipimpin bankir dari Jerman mengancam
 akan menyita semua pesawat Garuda Indonesia yang terbang ke Eropa,
 namun saya membalikkan itu mengancam balik akan mengadukan konsorsium
 utang itu ke pengadilan di Frankfurt Jerman karena menerima bunga
 odious dari pembiayaan "mark up" tersebut dan kalau terbukti saham
 mereka bisa turun, harus membayar denda, serta eksekutifnya bisa kena
 pidana," ungkapnya.
 
 Ia kemudian menceritakan konsorsium itu kemudian mendatanginya dan
 meminta agar tuntutannya tak dilanjutkan. Tak kurang akal, dia
 memberikan syarat yang tidak murah. Yakni restrukturisasi kredit
 senilai US$1,8 miliar dengan taken guarantee (garansi ecek-ecek), yaitu
 US$100 juta. Atau setara hanya 5,5% dari total utang; dan indirect
 melalui bank komersial, bukan dari Kementerian Keuangan supaya negara
 terhindar dari risiko default.
 
 "Awalnya konsorsium bank itu ngotot minta full guarantee (US$ 1,8
 miliar), tapi akhirnya menyerah terhadap tuntutan dari Dr Rizal Ramli,"
 pungkasnya. (inilah.com)

Kirim email ke