Hasil Apapun Tak Dicapai Dalam Perundingan Tanpa Bersikap Kejujuran
http://indonesian.cri.cn/20190804/e836407f-9b52-510d-6c22-99583c57594a.html
2019-08-04 09:38:12
Baru-baru ini Amerika mengatakan, pihaknya akan mengenakan tariff bea
masuk tambahan setinggi 10 persen terhadap komoditas Tiongkok yang
diekspor ke AS senilai 300 miliar dolar AS sejak 1 September mendatang,
sementara itu pihaknya masih menyatakan menantikan dialog positif dengan
Tiongkok mengenai pencapaian perundingan ekonomi dan perdagangan
komprehensif. Kejujuran merupakan dasar perundingan. Kalau tidak jujur
dalam perundingan, bagaimana meyakinkan pihak lain?
Selama satu tahun yang lalu, Tiongkok selalu berdasarkan kejujuran dan
berkeinginan besar untuk melakukan negosiasi dengan pihak AS. Akan
tetapi karena amerika empat kali melanggar kesepahaman dan tidak jujur
dalam perundingan, dan mengakibatkan negosiasi berkali-kali mengalami
kesulitan.
Februari 2018, Tiongkok dan AS mencapai kesepahaman tahap awal mengenai
perluasan produk pertanian dan produk energi impor dari AS. Tapi bulan
Maret pihak AS merilis laporan “Penyelidikan 301” terhadap produk
Tiongkok, dan mengumumkan akan menambahkan tariff bea masuk setinggi 25
persen terhadap produk Tiongkok ekspor AS senilai 50 miliar dolar AS.
19 Mei 2018, pemimpin kedua negara mencapai kesepahaman penting dalam
pertemuan Argentina, dan menyetujukan penghentian penambahan bea masuk
baru, mempercepat negosiasi dalam 90 tahun, dan berupaya menghapuskan
semua bea masuk tambahan. Namun AS menaikkan tarif bea masuk tambahan
dari 10 persen sampai 25 persen terhadap produk Tiongkok ekspor AS
senilai 200 miliar dolar AS pada 10 Mei 2019, sehingga negosiasi ekonomi
mengalami kesulitan besar-besaran.
Tgl 29 Juni2019, pemimpin kedua negara mencapai kesepahaman penting
dalam pertemuan di Osaka, dan menyetujui menghidupkan negosiasi ekonomi
di atas dasar sama derajat dan saling menghormati, AS tidak memberikan
bea masuk tambahan baru terhadap produk Tiongkok ekspor ke AS. Akan
tetapi 30 jam kemudian, Amerika sekali lagi melanggar perjanjian, agar
negosiasi sekali lagi terlibat dalam kemacetan.
Nyata sekali Amerika harus bertanggungjawab atas gagalnya negosiasi
ekonomi. Selama satu tahun ini, Tiongkok selalu aktif melaksanakan
kesepahaman, dan berjujur serta berkomitmen atas perjanjian, namun
langkah Amerika yang tidak jujur dan selalu berubah-ubah mengejutkan
masyarakat internasional .
Tiongkok berpendapat penambahan tariff bea masuk tidak dapat
menyelesaikan masalah, hanya negosiasi baru dapat menyelesaikan
perselisihan. Apabila Amerika sengaja mengenakan tariff tambahan,
Tiongkok akan terpaksa mengambil langkah tentangan, dengan tegas membela
kepentingan inti negara dan kepentingan dasar rekyat. Hasil apapun tidak
dapai dicapai dalam perundingan yang tanpa kejujuran
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com