Sudah biasa jam karet. Penumpang yang datang terlambat, masih selamat, ternyata toch pesawatnya belum terbang. Ngolor-ngolor karena biasa pakai celana kolor ? Toch tidak akan didor....?
Pada tanggal Min, 4 Agu 2019 pukul 07.14 Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > > > ----- Pesan yang Diteruskan ----- > *Dari:* Sunny ambon [email protected] [nasional-list] < > [email protected]> > *Terkirim:* Sabtu, 3 Agustus 2019 10.44.21 GMT+2 > *Judul:* [nasional-list] Riset: Bandara Soekarno-Hatta Catat Delay > Tertinggi di Dunia > > > > *Biar terlambat asal selamat, demikian falsat jilit-jilitan infrastruktur* > . > > > > https://money.kompas.com/read/2019/08/03/120000626/riset--bandara-soekarno-hatta-catat-delay-tertinggi-di-dunia#utm_source=insider&utm_medium=web_push&utm_campaign=soettadelaytertinggididunia&webPushId=MTUwMDg= > > > > Riset: Bandara Soekarno-Hatta Catat Delay Tertinggi di Dunia > > SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN > > Kompas.com - 03/08/2019, 12:00 WIB > > > > > SINGAPURA, KOMPAS.com - Bandara Internasional Soekarno-Hatta membukukan > angka tertinggi keterlambatan penerbangan ( delay) di dunia dalam 12 bulan > terakhir. Ini berdasarkan laporan yang dirilis Stasher pada akhir Juli 2019 > lalu. > > > Dilansir dari Business Insider, Sabtu (3/8/2019), Stasher menyusun > pemeringkatan 106 bandara di dunia berdasarkan delapan faktor. Ini termasuk > kemungkinan keterlambatan penerbangan, jumlah toko dan lounge, jarak ke > pusat kota, serta tarif parkir. > > > Kemudian, Stasher menstandarisasi data untuk memperoleh nilai antara 0 > sampai 10 untuk setiap faktor yang dinilai. > > > Baca juga: *Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta Bakal Beroperasi Agustus 2019 > * > > > Bandara dengan keseluruhan nilai terbaik adalah Bandara Internasional > Sheremetyevo Alexander S Pushkin di Rusia. > > > Bandara tersebut memperoleh nilai sempurna alias 10 untuk keterlambatan > penerbangan, yang artinya secara umum penerbangan di sana tepat waktu. > > > Selain itu, Bandara Sheremetyevo juga memperoleh nilai sempurna untuk > tarif parkir. Adapun bandara dengan nilai terburuk adalah Bandara Tenerife > South di Spanyol. > > > Sementara itu, Bandara Internasional Changi di Singapura memperoleh nilai > yang buruk untuk tarif parkir, yang artinya tarif mahal. > > > Bandara Internasional Kuala Lumpur memperoleh nilai yang buruk pada faktor > jumlah toko, merujuk pada sedikitnya toko di bandara itu. > > > Dalam hal keterlambatan penerbangan, Stasher mengambil data dari situs > lacak penerbangan Flight Stats antara periode Juni 2018 hingga Mei 2019. > > > Kemudian, Stasher menghitung persentase keterlambatan penerbangan lebih > dari 15 menit di setiap bandara. > > > Baca juga: *Bandara Soekarno-Hatta Sandang Predikat Merek Paling Mahal > Menurut Stasher*, > > > Bandara Soekarno-Hatta memiliki jumlah terbanyak keterlambatan penerbangan > di dunia. Bandara di Tangerang ini berada di peringkat terakhir alias 106 > dalam hal ketepatan waktu menurut pemeringkatan Stasher. Selanjutnya > diikuti oleh Bandara Stanstead di London, Inggris, serta Bandara Ninoy > Aquino di Manila, Filipina. > > > Stasher menyatakan, infrastruktur di Asia Tenggara bersusah payah mengejar > keseimbangan dengan jumlah penumpang yang terus tumbuh. Tak hanya itu, > penerbangan di kawasan itu juga seringkali terdampak kondisi cuaca, > khususnya ketika musim hujan. > > > Menyusul bandara dengan ketepatan waktu yang rendah adalah Bandara > Brussels di Belgia dan Bandara Portela di Lisbon, Portugal. > > > Baca juga: *Trafik Pesawat Turun 15 Persen di Bandara Soekarno-Hatta Ada > pula Bandara Tan Son Nhat di Vietnam*, > > > Bandara Charles de Gaulle di Perancis, Bandara Kairo di Mesir, Bandara > Frankfurt di Jerman, dan Bandara Josep Tarradellas Barcelona-El Prat di > Spanyol. > > > Sementara itu, bandara paling tepat waktu adalah Bandara Sheremetyevo di > Rusia, dengan hanya 6 persen keterlambatan dalam waktu 15 menit. > > > Lalu, diikuti Bandara Tenerife North di Spanyol, serta Bandara Tokyo > Haneda dan Kansai International di Jepang. > > > Penulis : Sakina Rakhma Diah Setiawan > Editor : Sakina Rakhma Diah Setiawan > > >
