*Kalau pesantren internasional pakai bahasa Arab ataukah bahasa Inggris
atau kedua-duanya?*


https://www.jawapos.com/nasional/pendidikan/04/08/2019/jk-resmikan-pesantren-modern-internasional-di-timur-indonesia/
*JK Resmikan Pesantren Modern Internasional di Timur Indonesia*

*Pendidikan Islam modern terus berkembang di T*

4 Agustus 2019, 11:18:44 WIB



*JawaPos.com* – Pendidikan Islam modern terus berkembang di Tanah Air. Kali
ini terdapat di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Di daerah itu kini
berdiri Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela.

Gedung baru sekolah agama yang menampung santri dari mancanegara itu baru
saja diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Pada saat bersamaan
juga dilakukan peletakan batu pertama untuk sejumlah fasiltas pendukung.

Jusuf Kalla menuturkan, PMI Dea Malela berdiri atas dasar “kebinekaan”
karena banyak kalangan turut memberikan bantuan pembangunan. Diharapkan
pesantren modern ini menjadi pusat ilmu pengetahuan dan keagamaan.

“Kebutuhan paling penting bagi manusia baik di Indonesia maupun
mancanegara, ya, pendidikan. Saya berharap Indonesia mempunyai peran yang
besar dalam memperluas pendidikan keislaman. Mendidik para santri muda
sampai mereka memiliki pengalaman yang sama,” kata JK dalam sambutannya,
Sabtu (3/8).

Muhammad Din Syamsudin selaku pendiri PMI Dea Malela mengungkap mimpi dari
pembangunan pesantren internasional. Tiga tahun lalu dia bersama berbagai
pihak punya mimpi akan ada pesantren berbasis Internasional di NTB.
Akhirnya kini terlaksana. Bahkan kini sudah ada 320 santri. Semuanya
merupakan santri setara sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah
akhir (SMA).

Menariknya 50 dari total santri berasal dari luar negeri. Di antaranya
Timor Leste, Malaysia, Kamboja, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Rusia.

“Kami ingin melakukan secara nyata, menerapkan ilmu keislaman dan ilmu
pengetahuan. Juga meneguhkan nilai dan prinsip yang kami coba integrasikan,
sehingga PMI Dea Malela dapat melahirkan sumber daya insani beriman yang
mandiri, kreatif, inovatif, dan kompetitif,” jelas Din Syamsudin.

Perwakilan santri PMI Dea Malela dari kalangan prasejahtera yang berasal
dari sejumlah negara. (Istimewa/ACT)

Din Syamsudin sangat berterima kasih kepada pihak yang sudah ikut
berpartisipasi dalam pembangunan PMI Dea Malela. Salah satunya Aksi Cepat
Tanggap (ACT). Lembaga kemanusiaan itu turut membangun sebuah fasilitas
tangga penghubung yang memudahkan para santri untuk mengunjungi auditorium
PMI Dea Malela.

“Terima kasih juga kepada lembaga filantropi Islam yang sudah banyak
memberikan dukungan, yakni ACT yang telah memberikan bantuan berupa tangga
penghubung yang kami sebut Humanity Step. Insyaallah, jika membantu agama
Allah, maka Allah akan membantu semua,” tutur Din Syamsudin.

Di tempat yang sama, Direktur Komunikasi ACT Lukman Azis Kurniawan
mengatakan, pihaknya memberikan bantuan pertama berupa beasiswa untuk 43
santri mancanegara.

“Sudah beberapa bulan ACT telah memberikan beasiswa untuk menunjang biaya
operasional 43 santri mancanegara. Kami mengetahui PMI Dea Malela menerima
anak mancanegara sebagai santrinya, terutama anak yang berasal dari
kalangan prasejahtera,” kata Lukman.

Dalam waktu dekat ACT bersama Global Wakaf pun merencanakan membangun satu
fasilitas baru, yakni ritel wakaf. Fasilitas itu diyakini dapat memenuhi
kebutuhan pangan sekaligus memberikan manfaat berkepanjangan.

Direktur Global Wakaf Syahru Aryansyah mengatakan, ritel wakaf memiliki
manfaat yang panjang. Sebagian keuntungan ritel wakaf dijadikan sebagai
modal kembali untuk produk-produk wakaf. Sebagian lagi untuk diberikan
kepada para santri berupa beasiswa. “Kami akan segera melakukan penataan
untuk pembangunanya. Insyaallah,” ujar Syahru.

Kirim email ke