Demonstran Bertekad Lumpuhkan Hong Kong Hari Ini
CNN Indonesia | Senin, 05/08/2019 06:55 WIB
Demonstran Bertekad Lumpuhkan Hong Kong Hari IniUsai unjuk rasa yang
berakhir ricuh selama akhir pekan, demonstran Hong Kong bertekad
melumpuhkan kawasan tersebut dengan aksi besar-besaran hari ini.
(Reuters/Tyrone Siu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Usai unjuk rasa yang berakhir ricuh selama
akhir pekan, para demonstran *Hong Kong
<https://www.cnnindonesia.com/tag/hong-kong>*bertekad bakal melumpuhkan
kawasan tersebut
dengan*aksi*<https://www.cnnindonesia.com/tag/demo-ruu-ekstradisi-hong-kong>mogok
besar-besaran pada hari ini, Senin (5/8).
Sejumlah penggerak massa mengatakan bahwa selama akhir pekan lalu,
setidaknya 14 ribu orang sudah menyatakan kesiapan untuk ikut serta
dalam aksi sipil pada hari ini.
Ribuan orang itu berasal dari sekitar 20 sektor, mulai dari pegawai
negeri sipil hingga pekerja swasta, seperti pramugari, pilot, sopir bus,
bahkan staf Disneyland.
Lihat juga:
Polisi Hong Kong Tangkap 20 Orang Lebih terkait Demo Ricuh
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190805003706-113-418315/polisi-hong-kong-tangkap-20-orang-lebih-terkait-demo-ricuh/>
Mereka semua disebut sudah berencana melakukan mogok kerja atau izin
tidak masuk demi mengikuti demonstrasi.
Pihak penggerak massa juga kembali menyerukan pemboikotan sistem kereta
bawah tanah ketika jam sibuk pada Senin pagi, layaknya yang mereka
lakukan pekan lalu.
Namun, sejumlah pihak masih meragukan mogok massal ini bisa terjadi atau
tidak. Sepanjang sejarah, memang belum ada aksi mogok yang sukses di
Hong Kong karena tekanan dari para atasan sangat besar.
Lihat juga:
Polisi Hong Kong Tembakan Gas Air Mata ke Demonstran
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190803215945-113-418132/polisi-hong-kong-tembakan-gas-air-mata-ke-demonstran/>
"Ada halangan psikologis bagi warga untuk melakukan mogok. Saya sangat
paham bagaimana sebagian orang akan mendapatkan tekanan besar dari
atasan mereka," ujar seorang demonstran, Monica Wong, kepada/AFP/.
Pemerintah Hong Kong pun sudah merilis peringatan agar para warga tak
ikut serta dalam aksi mogok karena dapat melumpuhkan perekonomian.
"Aksi mogok skala besar dan tindakan kekerasan akan berdampak pada
kehidupan dan aktivitas perekonomian warga Hong Kong," demikian
pernyataan pemerintah pusat Hong Kong.
Meski demikian, sejumlah pihak tetap optimistis karena pada akhir pekan
lalu saja, ribuan PNS tetap ikut berunjuk rasa meski sudah ada
peringatan dari pemerintah pusat.
Situasi politik di Hong Kong memang sedang bergolak menyusul serangkaian
demonstrasi besar-besaran dalam dua bulan belakangan yang kerap berujung
ricuh.
Berawal dari penolakan rancangan undang-undang ekstradisi, demonstrasi
tersebut berkembang dengan tuntutan untuk membebaskan diri dari
China.*(has)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com