https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190802204130-532-417946/sri-mulyani-ungkap-perbedaan-signifikan-di-era-sby-dan-jokowi



Sri Mulyani Ungkap Perbedaan Signifikan di Era SBY dan Jokowi
CNN Indonesia | Sabtu, 03/08/2019 14:27 WIB
Bagikan :
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190802204130-532-417946/sri-mulyani-ungkap-perbedaan-signifikan-di-era-sby-dan-jokowi#>

<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190802204130-532-417946/sri-mulyani-ungkap-perbedaan-signifikan-di-era-sby-dan-jokowi#>
[image: Sri Mulyani Ungkap Perbedaan Signifikan di Era SBY dan Jokowi]Menteri
Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani
<https://www.cnnindonesia.com/tag/sri-mulyani>mengungkapkan ada dua
perbedaan yang signifikan dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN <https://www.cnnindonesia.com/tag/apbn>) di era Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi).

Ia mengatakan salah satu hal yang mencolok dalam pemerintahan era SBY
adalah harga minyak dunia yang tiba-tiba melonjak dari US$30 per barel
menjadi US$90 per barel. Hal itu membuat dompet pemerintah 'goyang' karena
subsidi yang harus diberikan membengkak.

"Jadi waktu itu saya diminta jadi menteri keuangan APBN goyang saat masa
SBY, kami merumuskan subsidi untuk melakukan penyesuaian tapi jaga juga
agar yang miskin terlindungi," ucap Sri Mulyani.


Agar masyarakat kelas menengah ke bawah tidak teriak, ia mengeluarkan
program Bantuan Langsung Tunai (BLT). Kemudian, Sri Mulyani menyebut APBN
mulai mencapai titik keseimbangan satu tahun kemudian.

Lihat juga: Ditunjuk Jokowi Jadi Menkeu, Sri Mulyani Akui Sempat 'Stres'
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190802173441-532-417880/ditunjuk-jokowi-jadi-menkeu-sri-mulyani-akui-sempat-stres/>

Tantangan lainnya adalah ketika dampak krisis ekonomi yang terjadi pada
1997-1998 masih terasa di zaman SBY. Ekonomi Indonesia diakui Sri Mulyani
belum sembuh sepenuhnya pada awal masa kepemimpinan SBY.

"Kami menjalankan program baru karena harga komoditas naiknya signifikan,"
terang dia.

Sebaliknya, saat Sri Mulyani menjadi bendahara negara di masa Jokowi, harga
minyak dunia justru anjlok dari US$90 per barel menjadi US$30 per barel.
Tak hanya itu, ia juga harus menyesuaikan diri dengan kebijakan baru berupa
program amnesti pajak yang baru diberlakukan Bambang Brodjonegoro, Menteri
Keuangan sebelumnya.

"Ada Undang-Undang (UU) amnesti pajak, saya harus pelajari dan membuatnya
seimbang," imbuh dia.

Lihat juga: AS Patok Tarif ke China, Sri Mulyani Waspada Dampak ke RI
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190802154505-532-417851/as-patok-tarif-ke-china-sri-mulyani-waspada-dampak-ke-ri/>

Saat menggantikan Bambang, Sri Mulyani mengakui kondisi APBN juga sedang
tertekan. Masalahnya, jumlah penerimaannya timpang dengan kebutuhan belanja
pemerintah.

Tak sampai di sana, kini ia juga harus memutar otak membuat ekonomi
Indonesia stabil di tengah perlambatan ekonomi global dan perang dagang
antara Amerika Serikat (AS) dengan China. Sri Mulyani mengakui situasi
global tak pernah bisa diekspektasi, karena selalu berbeda tiap tahunnya.

"Ini pekerjaan rumah besar kalau bicara nasional, kebijakan apa. Tapi tetap
harus bertumpu pada manusianya, sistem pendidikannya harus baik," pungkas
Sri Mulyani.

Kirim email ke