Senin 05 Agustus 2019, 09:29 WIB
Polisi Cek Pengarang yang Bukunya DIrazia di Makassar
Ibnu Munsir - detikNews
Polisi Cek Pengarang yang Bukunya DIrazia di MakassarFoto: Razia buku
paham Marxisme di Makassar (screenshoot)
*Makassar*- Personel Polda Sulsel menyelidiki dugaanpenyebaran buku
komunisme <https://www.detik.com/tag/razia-buku>marxisme yang dijual di
Makassar. Polisi meminta masyarakat untuk memberi informasi jika
menemukan penyebaran buku tersebut.
"Polda akan melakukan penyelidikan terhadap beredarnya buku komunisme
marxisme. Kami menyarankan kepada masyarakat apabila menemukan buku-buku
yang beraliran ataupun marxisme ataupun pelanggaran hukum lainya agar
memberitahukan Polri sehingga Polri yang akan melakukan tindakan hukum,"
kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani, dikondirmasi, Senin
(5/8/2019).
*Baca juga:*Sekelompok Orang di Makassar Razia Buku Paham Marxisme
<https://news.detik.com/read/2019/08/04/111749/4651539/10/sekelompok-orang-di-makassar-razia-buku-paham-marxisme>
Dicky menjelaskan pihaknya akan bekerjsama dengan pihak Gramedia untuk
mengecek buku tersebut, termasuk yang mengarang.
"Polda akan kerja sama dengan Gramedia untuk mengecek siapa yang
mengarang buku itu," jelasnya.
Namun, polisi masih akan melakukan kroscek terkait keberadaan dan isi
buku yang diduga menyebarkan ajaran marxisme dengan melibatkan para ahli.
"Tentu Polda akan meminta pendapat dari para saksi ahli, apakah buku
yang dijual Gramedia itu menyebarkan ajaran komunisme atau tidak," tutupnya..
*Baca juga:*Sekelompok Orang di Makassar Juga Razia Buku-buku Franz
Magnis
<https://news.detik.com/read/2019/08/05/082849/4652246/10/sekelompok-orang-di-makassar-juga-razia-buku-buku-franz-magnis>
Sekelompok massa sebelumnya melakukan sweeping terhadap beberapa buku
yang dipajang di Gramedia. Mereka melarang buku-buku berpaham Marxisme
untuk dipajang di display Gramedia.
Pada sebuah video yang didapatkan detikcom, Minggu (4/8/2019), ada empat
orang pemuda yang memegang setumpuk buku yang salah satunya bercover
muka dari Karl Marx.
Seorang pemuda yang berada di sebelah kanan yang mengaku sebagai jubir
mengatakan pihaknya meminta Gramedia mengembalikan buku-buku itu ke
percetakan karena melanggar Undang-undang.
"Sedang melakukan pancarian buku buku berpaham radikal yang sebenarnya
telah dilarang undang undang," kata pria tersebut.
*(aan/gbr)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com