*Luhut adalah menteri segala urusan negara, jadi tidak keliru kalau diminta
pertangungan jawab.*


https://www.eramuslim.com/berita/nasional/listrik-padam-massal-luhut-harus-tanggung-jawab.htm#.XUfxB-gza00



Senin, 2 Zulhijjah 1440 H / 5 Agustus 2019
*Listrik Padam Massal, Luhut Harus Tanggung Jawab*


Eramuslim.com – Separuh wilayah Pulau Jawa, termasuk Ibukota DKI Jakarta,
mengalami pemadaman listrik massal sejak semalam. Sementara wilayah yang
sudah sempat teraliri listrik pun sempat kembali mengalami pemadaman hingga
Senin (5/8) siang ini.

Imbasnya, layanan seluler, perbankan, hingga transportasi umum seperti MRT
mengalami gangguan. Hingga saat ini sebagian daerah di Jawa Barat masih
terus mengalami pemadaman.


Di Jakarta Utara sudah timbul korban jiwa akibat pemadaman listrik PLN ini,
4 jiwa melayang setelah ruko yang ditinggali di Teluk Gong terbakar. Media
asing pun ramai-ramai menyoroti masalah pemadaman massal ini.

Analis sosial Muda Saleh meminta agar Presiden Jokowi tidak hanya berhenti
di jajaran direksi PLN saja, namun juga harus berani mencopot para pejabat
di kabinet yang bertanggung jawab.

“Pemadaman massal ini telah menciptakan keresahan sosial di kalangan
masyarakat yang terdampak, Presiden harus berani mencopot Menteri
Koordinator Bidang Kemaritiman (Luhut Binsar Panjaitan) sebagai koordinator
dari menteri teknis terkait,” tutur Muda, Senin (5/8).

Menurut Muda, berdasarkan Peraturan Presiden No 10 tahun 2015, di pasal 4
huruf a tertulis: Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman
mengoordinasikan Kementerian Energi dan Sumber Daya (ESDM). Dan seperti
diketahui, Kementerian ESDM adalah pejabat teknis yang paling terkait
dengan masalah pemadaman listrik PLN ini.

Berdasarkan logika inilah, Muda berkesimpulan bahwa Menko Kemaritiman yang
saat ini dijabat oleh Luhut Binsar Pandjaitan adalah pejabat tertinggi yang
menjadi penanggung jawab teknis dari masalah pemadaman.

“Bila di luar negeri terjadi hal semacam ini, Presidennya sudah minta maaf
dan Menteri Ekonomi mundur. Tapi karena di negara ini penanggung jawab
teknis dipisahkan dari Menko Perekonomian ke Menko Kemaritiman, maka Luhut
lah yang harusnya mundur,” tutup Muda Saleh.

Sekadar diketahui, pernyataan Muda merujuk pada kejadian pemadaman listrik
massal beberapa tahun lalu di Taiwan dan Korea Selatan, yang mengakibatkan
mundurnya Menteri ekonomi di kedua negara tersebut.

Di Taiwan  terjadi pemadaman yang berdampak pada 6,7 juta warganya,
sedangkan di Korea Selatan pemadaman listrik berdampak pada sekitar 2 juta
rumah.

Untuk kejadian di PLN tambah Muda, hingga saat ini PLN belum melaporkan
secara resmi jumlah pelanggan yang terdampak di seluruh Pulau Jawa.

“Tapi pastilah lebih tinggi dari kedua negara tersebut mengingat untuk Jawa
Barat saja jumlah pelanggan PLN mencapai 13,8 juta,” tukasnya. [rm
<https://politik.rmol.id/read/2019/08/05/398228/listrik-separuh-pulau-jawa-mati-massal-luhut-harus-tanggung-jawab>
]

Kirim email ke