AS Berharap Tempatkan Rudal Balastik Jarak Menengah di Asia
http://indonesian.cri.cn/20190806/b431f07c-1d74-59b8-5f96-93d03878e7d5.html
2019-08-06 10:58:07
XINHUA: Menanggapi pernyataan Menteri Pertahanan AS, Mark Esper yang
menyebut bahwa tindakan Tiongkok merusak kestabilan kawasan
Hindu-Pasifik, dan berharap menempatkan rudal balastik jarak menengah di
Asia pada beberapa bulan ke depan. Mengenai pertanyaan wartawan dalam
konferensi pers kemarin (5/8), mengapa Tiongkok menentang penetapan
rudal balastik jarak menegah di Asia dalam kondisi di mana Tiongkok
sudah mempunyai rudal balastik yang menjangkau Jepang dan pulau Guam?
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying menyatakan,
pernyataan tersebut tidak bertanggung jawab sama sekali. AS dalam jangka
panjang bercampur tangan dalam urusan negara-negara kawasan
Asia-Pasifik, mempertarungkan satu sama lain pada aspek politik, secara
kasar mengintervensi urusan dalam negeri negara lain, mengusahakan
kepentingan pribadi pada aspek ekonomi, melimpahkan kesulitan-kesulitan
kepada negara-negara tetangga, menempatkan kekuatan militer di berbagai
daerah dan terus memperkokoh persekutuan militer. Siapa saja yang
sebenarnya merusak kestabilan kawasan Asia-Pasifik sudah ada jawaban
tegas. Belakangan ini, pihak AS sering mencela apa yang disebut ancaman
rudal Tiongkok tanpa mempedulikan kenyataan, sementara mendiskreditkan
Tiongkok. Hal tersebut adalah perbuatan AS yang menolak kewajibannya
sendiri dengan alasan negara lainnya. AS bersikeras untuk mengundurkan
diri dari Perjanjian INF tanpa memedulikan tentangan keras dari
masyarakat internasional, dan kini berburu-buru untuk menempatkan rudal
balastik jarak menengah di Asia, hal tersebut membuktikan sepenuhnya
bahwa AS sebenarnya bertujuan untuk yang mundur dari Perjanjian INF.
Hua Chunying mengatakan, bahwa Tiongkok adalah negara besar dengan
wilayah luas dan jumlah populasi banyak, maka memerlukan kekuatan
pertahanan yang diperlukan untuk melawan agresi, menjaga kedaulatan dan
keutuhan wilayah. Rudal balastik jarak menengah darat Tiongkok semuanya
ditempatkan di dalam wilayah Tiongkok, dan hal tersebut memanifestasi
kebijakan pertahanan Tiongkok yang bersifat defensif. Namun, jika AS
menempatkan rudal balastik jarak menengah di Asia-Pasifik terutama di
sekitar Tiongkok, maka dapat dianggap sebagai agresif, sehingga membawa
dampak negative yang serius terhadap situasi keamanan internasional
maupun regional. Tiongkok tidak bersedia menyaksikan kepentingan dirinya
dirugikan, malah tidak memperbolehkan negara mana pun untuk membuat
kekacauan di depan pintu gerbang sendiri. Tiongkok akan mengambil segala
tindakan yang diperlukan untuk menjaga ketat kepentingan keamanan
negara. Tiongkok berharap AS berbuat dengan hati-hati, jangan mengambil
tindakan apa saja yang mempertegang situasi dan merugikan perdamaian
internasional dan regional.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com