Perdagangan Produk Pertanian Terganggu, Tanggung Jawabnya pada AS
http://indonesian.cri.cn/20190806/ccbbc4de-c92e-c6bf-16c8-61c865159cbc.html
2019-08-06 10:27:47
Menanggapi keputusan Amerika Serikat (AS) yang berencana mengenakan
tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap impor produk asal Tiongkok
senilai US$ 300 miliar, Komisi Tarif Dewan Negara Tiongkok mengambil
keputusan untuk tidak mengecualikan produk pertanian AS yang
transaksinya dicapai setelah 3 Agustus lalu dari penerapan tarif
tambahan. Oleh karena itu, perusahaan terkait Tiongkok sudah
menghentikan pembelian produk pertanian dari AS.
Keputusan Tiongkok itu merupakan tindakan esensial dan rasional yang
diambil Tiongkok untuk menghadapi ancaman tarif tambahan baru AS.
Tiongkok dan AS memiliki sifat yang saling melengkapi di bidang
pertanian. Perdagangan produk pertanian sesuai dengan kepentingan kedua
pihak. Pasca pertemuan antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden
AS Donald Trump di Osaka, Tiongkok telah mencapai banyak kemajuan dalam
pembelian produk pertanian AS menurut kebutuhan domestik dan prinsip
pasar. Dari pertemuan di Osaka hingga akhir Juli lalu, sebanyak 2,27
juta ton kedelai asal AS sudah dikapalkan dan diangkut ke Tiongkok.
Sejak 19 Juli lalu, sejumlah perusahaan Tiongkok telah melakukan
penawaran harga atau inquiry terkait pembelian produk pertanian AS.
Hingga 2 Agustus lalu, antara kedua pihak sudah tercapai sejumlah
transaksi, antara lain, 130 ribu ton kedelai, 120 ribu ton cantel merah,
60 ribu ton gandum, 40 ribu ton daging babi, 25 ribu ton kapas, 5700 ton
produk susu dan 400 ton buah-buahan segar. Atas transaksi tersebut
perusahaan terkait sudah mengajukan permohonan kepada Komisi Tarif Dewan
Negara Tiongkok untuk diberlakukan pengecualian tarif tambahan saat
diimpor dari AS.
Tiongkok dengan tindakannya yang nyata melaksanakan kesepahaman bersama
yang dicapai kepala kedua negara di Osaka dan telah memperlihatkan
kejujurannya dalam kerja sama. Akan tetapi, AS malah bertindak
sebaliknya, kembali mengingkari janjinya dengan mengancam akan
mengenakan tarif tambahan yang baru terhadap barang impor dari Tiongkok,
sehingga kondisi esensial diadakannya perdagangan produk pertanian
antara kedua negara pun menjadi mustahil. Tiongkok terpaksa mengambil
tindakan setimpal atas pembelian produk pertanian dari AS untuk menjaga
kehormatan negara dan kepentingan dirinya sendiri. Sementara itu, hal
ini dengan jelas menyatakan bahwa pemberian tekanan maksimum apa pun
terhadap Tiongkok akan sia-sia belaka. Tiongkok pasti akan memberikan
balasannya tanpa ragu-ragu.
Tiongkok adalah negara pengimpor produk pertanian terbesar di dunia, dan
AS adalah negara pengekspor produk pertanian terbesar di dunia.
Perdagangan produk pertanian selalu mengambil posisi penting dalam
hubungan ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS. Sekarang perdagangan
tersebut kembali terganggu, dan tanggung jawabnya sepenuhnya berada di
pihak AS, yang harus menanggung segala konsekuensinya.
Yang menyesalkan ialah, pertanian dan kaum petani AS akan menjadi korban
terbesar gara-gara sejumlah sosok AS yang tidak jujur dan gagal memenuhi
komitmennya. Asosiasi pertanian AS yang membidangi kedelai, jagung dan
gandum sebelumnya sudah menyampaikan pernyataan bersama yang dengan
tegas menentang penerapan tarif tambahan oleh AS terhadap barang asal
Tiongkok. Mereka dengan jelas menyatakan bahwa pertanian AS membutuhkan
pasar dan bukan bea masuk. Harian Los Angeles Times melaporkan, perang
dagang tengah mendatangkan malapetaka kepada pertanian AS. Menurut data
resmi, realisasi penghasilan pertanian AS tahun ini diperkirakan adalah
sebesar US$ 69,4 miliar, atau lebih rendah 45 persen dibanding rekor
tertinggi pada tahun 2013.
Tiongkok merupakan sebuah pasar raksasa dengan populasinya sebanyak 1,4
miliar jiwa. Volume ekspor impor produk pertanian Tiongkok pada semester
pertama tahun ini adalah sebesar US$ 108,65 miliar, meningkat 1,4 persen
dibanding periode sama tahun lalu. Di antaranya, ekspor tercatat US$
36,81 miliar, atau menurun 2,5 persen. Sedangkan impor tercatat US$
71,84 miliar, atau meningkat 3,5 persen.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com