30 Juli 2019:
Jokowi:Kalau Investor Danau Toba Enggak Mulai-mulai Juga, Ganti!
Beberapa hari kemudian (4 Agustus 2019),listrik Jawa-Bali mati 10 jam lebih..
Kebetulan?
|
|
|
| | |
|
|
|
| |
Jokowi: Kalau Investor Danau Toba Enggak Mulai-mulai Juga, Ganti!
Kompas Cyber Media
Nantinya, lanjut Kepala Negara, di tempat tersebut akan ada hotel bintang 4,
bintang 5, resort, dan juga padang ...
|
|
|
On Tuesday, August 6, 2019, 9:50 PM, ajeg wrote:
Juli 2017:
"Luhut juga menyatakan bahwa minat investasi diIndonesia semakin baik, salah
satunya dengan peningkatan kemudahan investasi."
Investor China Siapkan USD10 Miliar untuk Investasi di Danau Toba
Ulfa Arieza, Jurnalis · Selasa11 Juli 2017 13:32 WIB
JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan
mengatakanbahwa investor asal China menyatakan minatnya untuk menanamkan
investasi diIndonesia. Menurut Luhut, investor China menilai bahwa investasi di
Indonesiabanyak memberikan returnkepada mereka.
Sebelumnya,perusahaan Negeri Tirai Bambu juga telah menyuntikkan dana
investasidalam bidang pengelolaan mineral sebesar USD7 miliar di Morowali,
SulawesiTengah. Investasi tersebut tampaknya mendatangkan minat investor China
lainnya.
"Kemarinsaya didatangi companyrailway dari China. Mereka mau investasi. Saya
ajak ke Danau Toba,mereka lihat investasi di sana," ujarnya di Hotel Sahid,
Jakarta, Selasa(11/7/2017).
Luhutmenjelaskan, investor asal China ini berminat untuk menanamkan investasi
dibidang infrastruktur di Kawasan Danau Toba. Antara lain untuk
mengembangkansektor perikanan, dan membangun lintasan kereta yang menghubungkan
Kota Medanhingga Danau Toba dengan nilai investasi mencapai sebesar USD10
miliar.
"Diamau bangun railroaddari Medan sampai Danau Toba, dia mau bangun
infrastruktur. Saya pikir dia mauinvestasi kecil, dia bilang kami siap sampai
USD10 miliar," terang Luhut.
Kendatidemikian, Luhut tetap menegaskan kepada investor untuk mengikuti
peraturaninvestasi di Indonesia. Luhut juga menyatakan bahwa minat investasi
diIndonesia semakin baik, salah satunya dengan peningkatan kemudahan
investasi.Tidak hanya pihak investor, Indonesia juga mendapatkan keuntungan
dariinvestasi ini.
"Diasuka karena proses pengambilan keputusan untuk mereka masuk ke sana
(investasi)itu bagus. Kamu mau investasi pasti kalau duitmu bisa return dalam
waktusingkat, jadi sukalah dia, kita suka kenapa karena bunganya kecil,"
tukasdia.
(mrt)