KH Maimoen Zubair dan hari kematian yang telah "diramalkan"

 Selasa, 6 Agustus 2019 13:26 WIB

Jenazah KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) setelah selesai dimandikan dan 
disemayamkan di Kantor Urusan Haji Daker Syisyah, Mekkah Selasa (6/8/2019). 
Mbah Moen juga rencananya akan disalatkan di Masjidil Haram kemudian dimakamkan 
di Kota Mekkah. ANTARA/Hanni Sofia/pri

Jakarta (ANTARA) - "Wafatnya orang alim biasanya hari Selasa," demikian 
disampaikan KH Maimoen "Mbah Moen" Zubair saat mengaji di pondoknya, Pesantren 
Al Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Ramadhan lalu.

"Ramadhan terakhir beliau, membahas kitab Tanbuhul Mughtarin," kata Ketua Umum 
Pagar Nusa M Nabil Haroen di Jakarta, Selasa.

Seakan membenarkan ucapan yang pernah disampaikannya, Mbah Moen mengembuskan 
nafas terakhirnya di Mekkah, Selasa.

Ulama kharismatik itu berada di Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji atas 
undangan Kerajaan Arab Saudi.

"Wafatnya bapakku (KH Zubair Dahlan) Seloso, mbahku dhino Seloso, buyutku dhino 
Seloso (Wafatnya bapakku hari Selasa, kakekku hari Selasa, kakek buyutku hari 
Selasa), maka dari itu kenapa orang-orang dahulu ngaji prei (libur) hari 
Selasa, karena wafatnya orang alim biasanya hari Selasa," demikian ucapan Mbah 
Moen seperti dikutip Nabil.

Sementara itu dalam cuplikan video berisi suara Mbah Moen yang diunggah akun 
@nibrosuzzaman, Mbah Moen mengatakan kakeknya pernah mengatakan bahwa para kiai 
yang wafat di Mekkah biasanya hari Selasa.

Masih menurut Mbah Moen, Allah menciptakan segala ilmu pengetahuan yang ada di 
dunia ini pada hari Selasa pula.

Karena itulah, kata Mbah Moen, pondok pesantrennya libur mengaji pada hari 
Selasa.

Baca juga: Ahmad Basarah: KH Maimoen Zubair ulama nasionalis

Menurut Nabil, berdasar komunikasi dengan Atase Ketenagakerjaan KBR Arab Saudi 
kemungkinan jenazah Mbah Moen dimakamkan di Mekkah.

"Plan A, almarhum nanti setelah Shalat Dhuhur Masjidil Haram akan dishalati dan 
dimakamkan di Maqom Ma'la dekat dengan Sayyidah Khodijah al Kubro RA, Guru 
Beliau Sayyid Alawi al Maliki dan juga Sayyid Muhammad Alawi al Maliki dan 
dekat juga maqom Habib Salim As Syathiri," kata Nabil.

Kirim email ke