PLN sakit, dokter infrastruktur marah-marah tanpa memberikan diagnose
penyakitnya.


https://rmco.id/baca-berita/on-the-spot/15251/alhamdulillah-hidup-lagi-pln-sakit-listrik-meninggal-dunia
*Alhamdulillah, Hidup Lagi* *PLN Sakit, Listrik Meninggal Dunia*

   -

   *ON THE SPOT* <https://rmco.id/kategori-berita/on-the-spot>
   -

   *Selasa, 6 Agustus 2019, 11:15 WIB*

*Beginilah mimik muka Presiden Jokowi saat tiba di Gedung PLN, Jakarta,
Senin (5/8). Plt Dirut PLN, Sripeni Inten Cahyani (berkerudung) jalan di
belakang presiden dengan tersenyum. (Foto: Randy Tri Kurniawan/Rakyat
Merdeka)*

*RM**co.id <http://co.id>*  Rakyat Merdeka - Listrik yang sempat meninggal
dunia berjam-jam selama dua hari kemarin, alhamdulillah sudah hidup lagi.
Namun, PLN harus secepatnya diobati dengan obat mujarab supaya sakitnya
tidak semakin parah.

Mengapa harus segera diobati? Sebab, sakitnya PLN saat ini telah
menimbulkan banyak kerugian. Dari masyarakat kecil sampai pengusaha besar.
Dari rakyat sampai pejabat. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia
(Aprindo), Roy Mandey memprediksi, potensi kerugian material peritel atas
matinya listrik dalam dua hari kemarin  mencapai Rp 200 miliar.

Angka ini didapat setelah mengkalkulasikan jumlah rata- rata pengunjung
pusat perbelanjaan, yang mencapai 30 ribu orang pada akhir pekan. Akibat
listrik yang mati, diperkirakan ada 10 ribu orang menunda belanjanya.
“Kalau mereka belanja Rp 200 ribu, berarti sudah Rp 2 miliar (rugi)..
Kemudian, dikali 82 mal di seluruh Jakarta, jadi sekitar Rp 164 miliar,”
jelasnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani,
menyebut, pihaknya memang belum menghitung secara pasti angka kerugian atas
matinya listrik pada dua hari kemarin. Namun, kerugian sudah terlihat
jelas. Yaitu dari turunnya output produksi barang/jasa, dan hilangnya jam
kerja meskipun kejadian di hari Minggu.

*Berita Terkait : **Marah Listrik Mati, Senyuman Jokowi Hilang di Kantor
PLN
<https://rmco.id/baca-berita/government-action/15252/marah-listrik-mati-senyuman-jokowi-hilang-di-kantor-pln>*

PLN juga sudah membuat kalkulasi. Dalam hitungan PLN, kerugian akibat
matinya listriknya sebesar Rp 90 miliar.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Johnny Darmawan,
menyebut, hasil hitungan PLN ini berpotensi bertambah. Apalagi sampai saat
ini kondisi listrik belum stabil.

"Kerugian bisa lebih dari Rp 90 miliar. Karena yang terkena adalah Jakarta
dan sekitarnya. Berhubung pemadaman di hari Minggu, dampaknya mengena
kepada pabrik yang *overtime*, karena operasinya pasti akan *full* *speed*.
mal, hotel, dan pom bensin tidak berfungsi. Memang ada hotel yang mempunyai
genset besar, tapi bagaimana bagi yang tidak?” katanya.


Hitungan Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, lebih
besar lagi. Dia menyebut, kerugian pengusaha mencapai triliunan. “Terus
terang kami agak sulit menghitung angka kerugian. Namun, jika dilihat dari
banyaknya sektor usaha dan pelayanan publik yang terimbas, bisa mencapai
triliunan rupian,” ujar Sarman.

*Berita Terkait : **Polda Jateng: Tak Ada Indikasi Sabotase Atau Terorisme
Dalam Kasus Mati Listrik Massal
<https://rmco.id/baca-berita/on-the-spot/15213/polda-jateng-tak-ada-indikasi-sabotase-atau-terorisme-dalam-kasus-mati-listrik-massal>*

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira, memiliki hitungan yang sama dengan Sarman.
Kata dia, pemadaman listrik yang berimbas ke jaringan telepon dan internet
parktis memengaruhi jual beli *online*. Order jadi terlambat, dan konsumen
mengeluh.

“Kerugian ditaksir bisa menembus triliunan. Bengkel, makanan minuman yang
bergantung pada listrik terganggu. UMKM menjadi korban yang paling rentan,
tidak semua mampu beli genset untuk *backup*saat listrik mati,” jelasnya.

Tak hanya di dunia usaha, kerugian juga dialami oleh perorangan. Dari mulai
asi meleleh, hingga ikan hias mati.

Sejarawan, JJ Rizal lewat kicauannya di akun Twitter @JJRizal mengaku, 43
ikan koi yang telah dipeliharanya bertahun-tahun mati karena pompa air tak
berfungsi saat listrik padam.

*Berita Terkait : **ESDM Revisi Regulasi Kompensasi Pelanggan
<https://rmco.id/baca-berita/indonesianomics/15209/buntut-pemadaman-listrik-esdm-revisi-regulasi-kompensasi-pelanggan>*

“Malam cari cangkul nyiapin kuburan buat korban @pln_123 koi yg saya
pelihara selama 5-7 tahun en sudah mencapai 40-70 cm mati semua, selamat
berenang ke sorga kawan,” tulisnya. “Apakah kali ini @ pln_123 yg merugikan
bikin koi saya mati mau membayar ganti rugi kepada saya?” tanya dia..

Serupa, 11 ikan koi milik Nana, warga Kelapa Gading, Jakarta Utara, juga
mati karena alat untuk menyuplai oksigennya tak beroperasi. Belasan ikan
sudah dipelihara keluarga Nana sejak dua tahun lalu. “Saya cuma bisa
ikhlas,” kata dia.

Sedangkan Novi, warga Bintara, Bekasi Barat, Jawa Barat, mengeluh soal air
susu ibu (ASI) yang dia bekukan untuk keperluannya anaknya, seluruhnya
mencair. “ASI yang saya bekukan khusus bagi anak saya semua mencair.. Sedih
sekali, karena susu yang sudah mencair tidak boleh dibekukan. Jumlahnya
banyak sekali sampai 20 kantung lebih,” ungkap dia.


Melihat banyaknya keluhan masyarakat, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia
(YLKI) bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan forum masyarakat
sipil lain membuka posko pengaduan di LBH.

Kirim email ke