Megawati Kesal Kader PDIP Mejeng di Pantai Saat Kongres

Sabtu , 10 Agustus 2019 | 14:25
Megawati Kesal Kader PDIP Mejeng di Pantai Saat Kongres
Sumber Foto Detik.com
Megawati Soekarnoputri
POPULER
PDIP Targetkan 50 Persen Kemenangan di Pilkada 2020 <http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/11497/hukumdanpolitik/read/11477/%22>Oposisi atau Merapat ke Jokowi, Gerindra: Tunggu September 2019! <http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/11497/hukumdanpolitik/read/11476/%22>Gerindra Belum Bahas Jatah Menteri dengan Jokowi <http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/11497/hukumdanpolitik/read/11470/%22>Target Megawati, PDIP "Hattrick" Menang Pemilu 2024 <http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/11497/hukumdanpolitik/read/11456/%22>Cyrus: Masyarakat Ingin Koalisi Prabowo Gabung ke Jokowi <http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/11497/hukumdanpolitik/read/11472/%22>
Listen to this

DENPASAR - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri menceritakan kejengkelannya karena banyak kader yang justru jalan-jalan di pantai saat Kongres V PDIP tengah berlangsung. Padahal Megawati sudah mengingatkan para kadernya untuk tertib mengikuti aturan Kongres.

Megawati awalnya menceritakan masa-masa saat dirinya melawan pemerintahan Orde Baru dan ditangkap polisi. Megawati menyebutnya sebagai ketahanan mental. Karena itulah, ia mengaku jengkel jika masih ada kadernya yang tidak disiplin.

"Jadi bayangkan, kalau dipikir kalian duduk enak-enak gini, ya sebel dong saya kalau disuruh disiplin saja masih aja kejadian. Mulutku belum nutup berapa jam udah laporan melanggar peraturan disiplin partai karena pada mejeng di pantai. Ya Allah, anak buahku," kata Megawati di Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur, Bali, Sabtu (10/9/2019).

Megawati menyesalkan tindakan anak buahnya yang tidak disiplin yang, menurutnya, punya banyak alasan untuk tidak dipecat."Kalau mau dipecat pada nangis. Kalau ini alasannya 1001 kata. Aduh, saudara-saudara ini, sebetulnya kita ini mau jadi apa ya," ucapnya seperti dilaporkan/detik.com./

Sebelumnya, sebanyak 60 peserta Kongres V PDIP kedapatan tidak mematuhi tata tertib Kongres karena jalan-jalan dan terlambat tiba di lokasi Kongres. Mereka langsung mendapatkan sanksi.

Di antara 60 orang tersebut, ada tiga orang yang mendapatkan sanksi dibebastugaskan atau dicopot dari jabatannya di DPC karena kedapatan menggunakan tanda pengenal orang lain. Diketahui, ketiga orang tersebut menduduki jabatan Ketua dan Bendahara DPC dari wilayah Kalimantan dan Jambi..

"Nah, di antara 60 itu, tiga di antaranya termasuk kategori berat, karena menggunakan nama orang lain. Jadi langsung dibebastugaskan. Bukan dipecat, (tapi) dibebastugaskan," jelas Wayan Koster di Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur, Bali, Jumat (9/8/2019).



---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke