REFLEKSI :
GAGAL BAYAR UTANG DAN KRISIS EKONOMI MEMICU HILANGNYA KEDAULATAN NKRI.
Dalam konteks hutang luar negeri saya bertpendapat bahwa utang yang diberikan
oleh negara-negara maju; yaitu negara-negara kapitalis neoliberal, adalah
merupakan salah satu jebakan agar supaya kita dapat membantu kehidupan
kapitalisme neoliberal, dan seiring dengan itu, negara-negara penerima utang
tersebut akan terus menjadi negara jajahan model baru (neokolonialisme), dimana
penjajahnya adalah negara-negara pemberi utang yang pengnut sistem kapitasime
neoliberal.
Kita karus menghindari jebakan tersebut; Untuk maksud itu kita harus
menciptakan proyek yang meyakinkan, yang berdasarkan pada analisa yang andal,
bukti, dan draf yang dapat membenarkan suatu gagasan Ekonomi Pancasila
berdasarkan Pasal 33 UUD 45, yaitu suatu ekonomi yang akan memungkinkan
terjdinya kehidupan yang berumur panjang,adil dan makmur di NKRI.
Tentu saja kita dapat memperkirakan sejauh mana skenario dari kalimat diatas
sesuai dengan realitas, untuk maksut tersebut, kita harus menganalisis empat
elemen yang memungkinkan kemajuan kapitalisme neo-liberal, dan pada saat yang
sama kita harus dapat menghancurkannya.
Empat elemen itu adalah : Fiatgelt, Finansialisasi, Ketidak adanya keseimbangan
gelobal dan Teknologi informasi.
1.``Fiatgelt``, adalah yang memungkinkan untuk menjawab setiap negara yang
sedang berkembang, seperti NKRI, dimana pertumbuhan ekonominya lemah, dengan
pertolongan kridit yang sifatnya ``longgar``, tergantung dari pada jangka
waktu pengembaliannya dan pada tingkat bunga yang telah ditetapkan. Kebijakan
semacam ini telah ditetapkan oleh negara-negara Neoliberal, dengan menggunakan
model yang disebut ``pemompaan`` terhadap negara berkembang, agar supaya bisa
hidup dan terus mendukung kehidupan yang berkelanjutan dari negara-negara
Neoliberal. Dalam konteks ini negara-negara Neoliberal telah mempunyai projek
untuk mempertahankan kehidupannya. Projek itu dinamaman
`Pemompaan``(kridit–memberian utang) , untuk menjamin kehidupan negara-negara
yang sedang berkembang yang pertumbuhan ekonominya lemah, seperti Indonesia,
yang akan terus dipompa (diberi Utang) , yaitu utang luar negeri dalam bebtuk
kridit ``longgar`` agar supaya bisa hidup. Karena kehidupan negara-negara yang
dipompa itu (yang diberi utang itu), katakanlah Indonesia, ia akan dapat terus
hidup, dan merupakan negara pemasok surplus ekonomi yang setia kepada pihak
investor asing, yaitu negara-negara neoliberal, atau secara singkat dapat
dikatakan bahwa Indonesia merupakan sandaran kehidupan bagi negara-negara
neoliberal, seperti misalnya: AS, Jerman, Tiongkok, Jepang , dll.
Dalam konteks utang luar negeri ada sedikit pelajaran yang perlu kita
renungkan, yang berkaitan dengan apa yang disebut FIATGELD, yang telah
mengantar kematian/kepunahan negara Texas. Dalam waktu dekat menjelang tahun
1837didirikanlah suatu negara Republik Texas, yang mempunyai simpanan awal Uang
di Bank. Dalam mosium di Texsas masih terdapat beberapa lembar uang kertas
Texas itu. Pada saat itu Negara baru itu belum mempunyai cadangan Emas sebagai
jaminan bagi uwangnya yang di Bank, namun demikian dijamin bahwa negara baru
itu bisa mendapatkan bunga setiap tahunnya 10%. Dalam waktu 2 tahun berjalan,
nilai tukar 1 dolar Texas sama dengan 4 cend dolar AS. Lima tahun setelah
berdirinya negara Texas, simpanan uang di Bank menjdi tidak nyaman, negara
Texas melarang warganya untuk membayar pajak. Tidak lama kemudian mulailah
warganya dianjurkan untuk mengabungkan diri pada Amerika Serikat. Tidak lama
kemudian pada tahun 1845, sebagian dari nilai dolar Texas bisa kembali
nilainya. Tapi setelah 5 tahun berlalu yaitu pada tahun 1850 pemerintah AS
mendeklarasikan atau mengumumkan bahwa utang Texas sudah pada posisi sangat
tinggi yaitu 10 Million Dolar AS(10 juta Dollar AS). Penomena Dolar Texas
inilah yang kemuduian dijadikan sebagai suatu pelajaran yang perlu kita
cermati, yaitu problim tentang ``Fiatgeld`` , yang dimaksud disini adalah
valuta yang tidak didasari oleh cadangan Emas. Perkataan Fiat berasal dari
bahasa Latin, yang dalam konteks ini diartikan sebagai Sinar terang >>Fiat
Lux<< yaitu Uang sebagai sinar terang, yang disamakan dengan Tuhan (uang ada
diatas segala-galanya). Uang Texas itu tidak mempunyai kekuatan, karena Texas
hanya mempunyai lahan tanah, sapi dan perusahaan; semuanya itu tidak diakui
sebagai tanggungan utang yang jumlahnya berjuta-juta Dolar AS.. Jadi Uang
kertas Texas kehilangan nilainya, dampaknya adalah Negara Texas lenyap (musnah)
ditelan A.S
Pada Agustus 1971 Amerika Serikat memutuskan untuk mengulangi percobaan, tetapi
kali ini seluruh dunia dijadikan sebagai laboratoriumnya. Presiden Nixon
mengumumkan rapat umum yang telah mengikat semua mata uang lainnya dengan Dolar
dan didukung oleh cadangan emas. Sejak itu, sistem mata uang global didasarkan
pada uang kertas.
Apa yang terjadi di NKRI
Negara-negara berkembang seperti NKRI pada umumnya menghadapi dua macam
kesejangan, yaitu kesenjangan antara investasi dibanding dengan tabungan, dan
antara impor yang diperlukan dengan ekspor yang bisa dilakukan. Semua itu harus
dibiyayi, biasanya dengan bantuan dan pinjaman luar negeri (utang luar negeri)
dalam bentul kridit .
Namun perlu disadari bahwa menggunakan pinjaman, atau kridit sebagai sarana
untuk membiyayai investasi atau sarana untuk membiyayai impor ,semua itu ada
implikasinya, yaitu bahwa pada saatnya pinjaman (utang) tersebut harus dibayar
kembali dengan kemampuan sendiri, yang tidak lain adalah hasil ekspor. Kalau
ini tidak bisa dilakukan, maka pembyarannya kembali itu terpahsa dengan
menggunakan cara pinjaman baru yang disebut ``gali lubang tutup lubang``, yang
menurut konsultan ekonomi Sritua Arif disebut `` Fisher Paradok``dalam
bubungannya dengan Utang luarnegeri; yaitu situasi semakin banyak cicilan utang
luar negeri dilakukan, maka semakin besar akkumulasi utang luarnegerinya. Ini
disebabkan oleh karena nilai cicilan plus bunga utang luarnegeri ,lebih besar
dari nilai utang baru. Dampaknya adalah terjadinya apa yang disebut ``net
transfer``yaitu sumber-sumber keuangan dari Indonesia kepihak-pihak kreditor
asing. Demilianlah terjadinya apa yang disebut tambal sulam,atau gali lubang
tutup lubang; jika ini tidak bisa dilakukan, maka terjadilah apa yang disebut
gagal membayar utng,yang menicu terjadinya kreis ekonomi, yang ujung-ujungnya,
Negara bisa kehilangn kedaulatannya, kehilangan kemerdekaannya, dan menjadi
Negara jajahan model baru; yang didebut Neokolonialisme, jika krisis ini terus
berkelanjutan, maka akhirnya NKRI bisa lenyap seperi phenomena hilangnya Negara
Texas ditahun 1850 dalam contoh diatas.
2.Finansialisasi.
Bila terjadi stagnasi pendapatan (APBN), maka kaum buruh di negara-negara yang
sedang berkembang dibayar dengan utang luarnegeri. Bisa dipercaya bahwa
Penomena ini juga terjadi di NKRI. Finansialisasi dalam konteks ini diartikan
sebagai ``penghalang``, namun demikian finansialisasi adalah juga merupakan
unsur utama dari proyek neoliberal, oleh karena itu kita perlu mengetahuinya.
Dalam konteks ini Neoliberal selalu menekan upah buruh, dan merusak jaringan
sosial di kota-kota industri, itu adalah merupakan awal untuk mempersiapkan
pembangunan pabrik-pabrik dengan cara menyita lahan-lahan tanah pertanian
rakyat. Penomena penyiataan tanah-tanah milik petani yang terjadi di Indonesia
adalah dampak langsung dari kebijakan neoliberal.
Dalam dekade pertama ini dengan mudah mereka melakukan kejahatan, pengangguran,
mengabaikan AMDAL, dll; yang merugikan rakyat banyak. Kejahatan seperti itu
juga terjadi Indonesia, misalnya yang aktuil sekarang ini adalah Penomena
Gunung Kendeng, dimana para petani Rembang dan sekitarnya telah kehilangan
tanah garapannya sebagai sandaran utama kehidupannya.
Para Ekonom di Post Kapitalisme, menggunakan istilah finansialisasi tersebut
untuk menggambarkan adanya empat perubahan yang dimulai pada tahun delapan
puluhan, yaitu:
Pengusaha harus menguras bank secara aktif dalam soal keuangan, untuk membiayai
ekspansi mereka dengan cara: Mencari sumber-sumber pendapatan baru, Bank
berpaling ke konsumen dalam menghadapi beberapa risiko dalam kegiatan yang
kompleks, yang di disebut Investmembanking. Artinya konsumen terlibat langsung
dalam pasar keuangan, misalnya dalam bentuk: Kartu kredit, rekening koran,
hipotek, pinjaman (kridit) kepada mahasiswa, kredit mobil, kridit rumah, dan
barang –barang untuk kehidupan sehari-hari. Sebagian dari pertumbuhan ekonomi
tidak akan memadai untuk kebutuhan hidup, karena barang-barang jasa yang
disediakan, harus dibayar dengan pendapatan mereka yang tidak memadai.
Keuntungan yang didapat oleh pengusaha dengan cara meminjam uang dari para
pekerja untuk barang dan jasa, misalnya kartu makan di pabrik, yang dibayar
mingguan atau bulanan, kartu abonemen kereta yang di bayar bulanan atau
tahunan, dsb.
Semua transaksi keuangan yang normal, sekarang ini dirubah menjadi sistem
transaksi keuangan yang lebih kompleks, misalnya: Layanan telpun, layanan
listrik, air, semuanya dikemas dalam suatu instrumen keuangan, untuk menjamin
keuntungan pengusaha.
Indonesia adalah negara yang haus pemompakan (baca : haus utang), dan siap
menyediakan buruh murah bangsa Indonesia, oleh karena itulah maka Indonesia
telah dijadikan ladang subur bagi negara-negara neolibelal dalam konteks untuk
mempertahankan kehidupannya. Dalam konteks ini Para politiker neoliberal
mengklaim untuk meningkatkan kualitas kerja dan produktivitas, tapi dilihat
dari kenytaannya, termasuk ongkos produksi dan buruh murah, semuanya itu telah
menyebabkan ketidak nyamanan kerja dan kesejahteraan hidup.
Jadi biar bagaimanapun kehidupan neoliberal akan terancam oleh situasai yang
menyebabkan ketidak nyaman hidup, yang akan memicu terjadinya kesejangan
ekonomi, yang cepat atau lambat akan membentuk polarisasi sosial, dengan
berbagai macam bentuknya seperi eklusivisme, parokalisme, antagonosme dan
ketidak selarasan sosial, yang kemudian akan mempengaruhi kadar kohesi
nasional.
Upah buruh murah akan memungkinkan dapat mendorong kemajuan neoliberalisme,
tetapi pada saat yang bersamaan akan mengantar kearah kehancurannya.
3.Ketidak adanya keseimbangan gelobal.
Adalah sesuatu yang tak terelakkan bahwa dalam system Neoliberalisme disitu
tidak ada keseimbangan gelobal dalam hal perdagngan, tabungan dan investasai.
Ini tercermin dalam suatu penomena di negara-negara yang perusahaannya hancur,
sebagian besar mereka telah memindahkan (relokasi) industri mereka untuk
memanfaatkan buruh murah di negara-negara yang sedang berkembang, dan
meningkatkan konsumsi kredit, ini mau atau tidak mau akan menyebabkan defisit
eksternal berkembang, karena utang yang tinggi akan menyebabkan terjadinya
ketidak stabilan peningkatan sektor keuangan.
Guru neoliberalisme menuntut dunia untuk mengambil sistem Anglo-Saxon (Model
Anglo-Saxon yang didominasi oleh individualisme, preferensi yang kuat untuk
keuntungan jangka pendek, atau provit), dan berharap memdapatkan kebenaran,
namun sebagian negara-negara kunci tidak akan melakukannya. Ini berarti bahwa
kita harus dari awal memahami bahwa neoliberalisme tidak bisa hidup, karena
beberapa negara kunci tidak mau melakukan sistem Anglo-Saxon itu. Misalnya
Jerman,Tiongkok dan Jepang mengoperasikan Neomerkantilime*. Mereka memanipulasi
posisi perdagangannya, investasinya dan mata uang mereka, untuk mengumpulkan
cadangan mata uang asing sebesar-besarnya. Ini tercermin dalam projek
neoliberalisme dalam bentuk :Trans-Atlantik Free Trade Agreement (TTIP) dan
CETA ( Comprehensive Economi and Trade Agreement) yaitu Canada – EU Trade.
Negara-negara surplus ini sebelumnya dianggap sebagai negara yang ekonominya
terbelakang, tetapi setelah krisis, mereka adalah merupakan negara yang
ekonominya stabil. Bahwa Jerman dapat mendikte Yunani, adalah kondisi yang
memalukan.. Ukuran yang paling penting dari ketidakseimbangan global adalah
rekening koran (giro) , yaitu perbedaan antara impor barang dan ekspor, jasa
dan investasi. Ketidakseimbangan transaksi global berjalan dan tumbuh terus di
tahun sembilan puluhan, tetapi setelah pergantian milenium itu meledak: Antara
tahun 2000 dan 2006 naik dari satu sampai tiga persen dari GDP** global.
Defisit tertinggi menumpuk ke Amerika Serikat dan sebagian besar Eropa, adapun
China, Jerman, Jepang , dan sisanya yaitu negara surplus Asia dan negara
mengekspor minyak terkena dampaknya.
(**Arti GDB sebagai indikator kemakmuran ekonomi. : Gross Domestic Product
(GDP) adalah penghitungan yang digunakan oleh suatu negara sebagai ukuran utama
bagi aktivitas perekonomian nasionalnya, tetapi pada dasarnya GDP mengukur
seluruh volume produksi dari suatu wilayah (negara) secara geografis)..
Mengapa begitu buruk? Karena ketidakseimbangan mudah membakar terjadinya
ledakan, seperti yang tercermin pada tahun 2008,yang berkelanjutan, sehingga
membebani sistem keuangan Amerika Serikat, Inggris dan Eropa dengan utang yang
berkelanjutan. Mereka memaksa negara-negara seperti Yunani yang tidak mampu
membebaskan diri dengan ekspor yang lebih tinggi, yang menyebabkan terjadinya
krisis Austerritäts spirale yang mematikan; yang dimaksud dengan Austeritäts
(austerity) adalah projekt penghematan dari neoliberalisme yang berarati bahwa
: Pengusaha neoliberal yang mempunyai jutaan keuangan, secara terbuka tanpa
malu-malu megatakan bahwa memberikan hak-hak pada pekerja dan upah yang layak
bagi penghidupan, itu brarti akan menghidupkan kembali kapitalisme di jalan
yang lurus, oleh karena itu harus dicegah. Demikianlah projet Austerität
Neoliberalisme. Bisa dipercaya bahwa projek Austerität ini juga diberlakukan
di Indonesia.
Jadi kesimpulan saya adalah : Neoliberalalisme telah mendorong dunia untuk
kembali ke zamannya yang serupa dengan periode``Social Darwinism`` yang terjadi
pada gelombang evolusi kebudayaan manusia. Seperti yang sudah saya utarakan
dalam tulisan saya yang terdahulu yang temanya Kecerdasan Buatan.
Catatan* : Teori merkantilisme* mengatakan bahwa kesejahteraan nasional itu
akan didapatkan melalui perdagangan luar negeri dan bahwa kekayaan nasional itu
dapat diperbanyak dengan adanya tambang-tambang seperti: emas, dan Perak dll.
Teori semacam itu telah dibantah oleh bapak ekonomi Kapitalis Adam Smith. Bagai
Adam Smith; Kerja manusia adalah merupakan dasar dari adanya produkasi,
sedangkan kekayaan alam seperti pertambangan ( emas perak, batubara dll) adalah
merupakan sumber dari adanya kesejahteraan nasional. Kekayaan dari suatu Nasion
adalah tergantung dari prosentasi banyaknya penduduk yang berpendidikan, dan
mempunyai kemampuan untuk ikut berproduksi. Kemampuan kerja adalah sebagai
dasar dari berkembangnya Produksi, demikianlah menurut Smith dan juga Petty.
4.Teknologi informasi :
Dengan segala kemungkinan apapun, namun demikian dalam keadaan tertentu dimasa
depan tidak akan cukup memadahi untuk memperbanyak pertumbuhan yang
berberkelanjutan. Usaha positif yang kita hadapi dari semua perkembangan ini
bisa membahayakan karena revolusi teknologi yang dibawa oleh neoliberalisme ke
depan, di bawah krisis ekonomi yang tak terbendung, akan mengancam terjadinya
pelanggaran kenyamanan lingkungan hidup (AMDAL), pelanggaran HAM, merusak
ekosistem dunia, dan mencelakaan orang banyak.
Sichcksal Neoloberakisme tergantung apakah empat faktor tersebut diatas akan
dapat belangsung berkelanjutan atau tidak; Dan Schicksal dari kapitalisme
menggantung pada apa yang akan terjadi jika mereka kehilangan efeknya.
Menurut pengamatan saya, kebijakan ekonomi neoliberal, akan selalu menjamin 4
unsur yang diperlukan oleh negara-negara Neoliberal, dengan cara apa saya, dan
yang terutama yaitu menutup kemungkinan berlakuknya Demokrasi ekonomi, yaitu
Ekonomi Pancasila yang berdasarkan pada Pasal 33 UUD 45, agar supaya mereka
(kelompok neoliberak) dapat menyelamatkan sistem ekonomi Neoliberal yang
mereka paksakan.
Kesimpulan akhir:
Dalam konteks ini mempertahankan kehidupan NKRI berarati kita harus komitmen
dalam melawan krisis ekonomi yang mengancam kedaulatan NKRI. Kometmen itu perlu
diujudkan dalam bentuk political will untuk melek ekonomi Pancasia, berarti
kita harus siap menjalankan UUD 45 asli dan Pasal 33 UUD 45.
Roeslan
Von: [email protected] [mailto:[email protected]]
Gesendet: Freitag, 9. August 2019 20:27
An: undisclosed-recipients:
Betreff: [nasional-list] FULL] Gagal Bayar Hutang, Krisis Ekonomi Mengintai?
<https://www.youtube.com/watch?v=NfbBrDcEPLs>
https://www.youtube.com/watch?v=NfbBrDcEPLs
Apakah anda dapat memahami apa yang mereka bicarakan?