Sekali kafir, tetap kafir! hehehehehe

https://suaraislam.id/kafir-atau-non-muslim/


*Kafir atau Non-Muslim?*

 6 Maret 2019


*Assalamu’alaikum sobat rahimakumullah*, kali ini penulis akan membahas
sesuatu yang sedang hangat di perbincangkan, apa ituu ? kayanya dari judul
nya sih udah ketebak, hehe. Belakangan ini ada komunitas atau kelompok yang
mengungkapkan dan merekomendasikan untuk tidak menyebut kafir kepada orang
yang tidak memeluk agama Islam, tapi menyebutnya dengan NonMuslim. Dari
pernyataan tersebut, banyak orang memberi tanggapan dari yang pro hingga
kontra.

“Setiap agama punya truth-claim. Inna diena ‘indallahil-Islam, ini
keyakinan Muslim. Gereja Katolik mengajarkan prinsip extra ecclesiam nulla
salus, yaitu: Tidak ada keselamatan di luar Gereja Katolik. Orang
non-Nasrani disebut domba-domba tersesat. Non-Yahudi dikatai ghoyim.
Non-Hindu dinamakan maitrah. Abrahmacariyavasa bagi Non-Budhis. Lha kok
istilah kafir bagi Non-Islam dipersoalkan lagi? Mbokyao kalau nyari proyek
bikin proposal, jangan bikin rusuh.”

Ini salah satu status facebook yang menjelaskan sekaligus sebagai sindiran
bagi pihak yang mempersoalkan istilah kafir. Hal ini merupakan sesuatu yang
sudah beribu tahun diyakini dalam Islam sebagai istilah yang paten.
Disesuaikan dengan kemauan hawa nafsu karena kepentingan tertentu. Meski
belakangan pihak pengusul menjelaskan bahwa itu hanya dalam konteks
kewarganegaraan bukan dalam konteks keagamaan, tapi pernyataan tersebut
sudah terlanjur meluas dan bikin geger.

Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi orang yang beriman, Al-qur’an juga
telah mengajari kita beberapa istilah dan kita harus mengikuti istilah yang
tercantum dal Al-qur’an, salah satu nya adalah iman dan kufur. Manusia di
dunia ada dua, yaitu orang mu’min dan juga orang kafir. Begitupun tempat
kembali nya ada dua, bagi orang mukmin, dia akan masuk surga, sedangkan
orang kafir, dia masuk ke neraka. Apa ituu kafir?

Kafir adalah seseorang yang tidak percaya kepada Allah Ta’ala dan
Rasul-Nya, hari akhir, qada dan qadar dan tidak beriman kepada apa-apa yang
Allah turunkan. Secara bahasa berarti menutupi sesuatu, menyembunyikan
kebaikan yang telah diterima atau tidak berterima kasih. Bentuk jamak kafir
adalah kaafiruun, kuffar.

Allah SWT berfirman yang artinya: *“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang
mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal
sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak
berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di
antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih*.” (QS al-Maaidah [5]: 73)

Maka, upaya menggunakan istilah nonmuslim bagi orang kafir jadi nggak
tepat. Bahkan bisa mengaburkan istilah yang sudah baku dalam ajaran Islam.
Pilihan kata pada istilah kafir seharusnya nggak boleh diubah. Apalagi
diubah karena tujuan politis atau urusan hawa nafsu lainnya. Tetap kita
gunakan istilah kafir ini kepada siapa saja yang menolak percaya kepada
keesaan Allah Ta’ala dan tidak mau mengakui Nabi Muhammad shallallahu
‘alaihi wassalam sebagai rasulullah. So, kalo ada orang kafir tersinggung
dan sakit hati disebut kafir, maka masuk Islam saja. Jadi muslim yang
sejati.

*Neng Fitri Komalasari*
Dayeuhkolot-Bandung

Kirim email ke