Kalau banyak kafir, kan surganya tidak penuh.
Yang untung kan yang tidak kafir, tidak perlu sampai rebut-rebutan, kan
banyak yang kosong.
Jadi mestinya kan berterimakasih pada yang kafir..... ?
Yang kafir itu kan kapiran :
Arti kata *kapiran* di KBBI adalah: tidak terurus; telantar; tidak beroleh
apa-apa; sia-sia

Pada tanggal Rab, 14 Agu 2019 pukul 09.14 Sunny ambon ilmeseng...@gmail.com
[GELORA45] <GELORA45@yahoogroups.com> menulis:

>
>
> Sekali kafir, tetap kafir! hehehehehe
>
>
> https://suaraislam.id/kafir-atau-non-muslim/
>
>
> *Kafir atau Non-Muslim?*
>
>  6 Maret 2019
>
>
> *Assalamu’alaikum sobat rahimakumullah*, kali ini penulis akan membahas
> sesuatu yang sedang hangat di perbincangkan, apa ituu ? kayanya dari judul
> nya sih udah ketebak, hehe. Belakangan ini ada komunitas atau kelompok yang
> mengungkapkan dan merekomendasikan untuk tidak menyebut kafir kepada orang
> yang tidak memeluk agama Islam, tapi menyebutnya dengan NonMuslim. Dari
> pernyataan tersebut, banyak orang memberi tanggapan dari yang pro hingga
> kontra.
>
> “Setiap agama punya truth-claim. Inna diena ‘indallahil-Islam, ini
> keyakinan Muslim. Gereja Katolik mengajarkan prinsip extra ecclesiam nulla
> salus, yaitu: Tidak ada keselamatan di luar Gereja Katolik. Orang
> non-Nasrani disebut domba-domba tersesat. Non-Yahudi dikatai ghoyim.
> Non-Hindu dinamakan maitrah. Abrahmacariyavasa bagi Non-Budhis. Lha kok
> istilah kafir bagi Non-Islam dipersoalkan lagi? Mbokyao kalau nyari proyek
> bikin proposal, jangan bikin rusuh.”
>
> Ini salah satu status facebook yang menjelaskan sekaligus sebagai sindiran
> bagi pihak yang mempersoalkan istilah kafir. Hal ini merupakan sesuatu yang
> sudah beribu tahun diyakini dalam Islam sebagai istilah yang paten.
> Disesuaikan dengan kemauan hawa nafsu karena kepentingan tertentu. Meski
> belakangan pihak pengusul menjelaskan bahwa itu hanya dalam konteks
> kewarganegaraan bukan dalam konteks keagamaan, tapi pernyataan tersebut
> sudah terlanjur meluas dan bikin geger.
>
> Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi orang yang beriman, Al-qur’an juga
> telah mengajari kita beberapa istilah dan kita harus mengikuti istilah yang
> tercantum dal Al-qur’an, salah satu nya adalah iman dan kufur. Manusia di
> dunia ada dua, yaitu orang mu’min dan juga orang kafir. Begitupun tempat
> kembali nya ada dua, bagi orang mukmin, dia akan masuk surga, sedangkan
> orang kafir, dia masuk ke neraka. Apa ituu kafir?
>
> Kafir adalah seseorang yang tidak percaya kepada Allah Ta’ala dan
> Rasul-Nya, hari akhir, qada dan qadar dan tidak beriman kepada apa-apa yang
> Allah turunkan. Secara bahasa berarti menutupi sesuatu, menyembunyikan
> kebaikan yang telah diterima atau tidak berterima kasih. Bentuk jamak kafir
> adalah kaafiruun, kuffar.
>
> Allah SWT berfirman yang artinya: *“Sesungguhnya kafirlah orang-orang
> yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal
> sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak
> berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di
> antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih*.” (QS al-Maaidah [5]: 73)
>
> Maka, upaya menggunakan istilah nonmuslim bagi orang kafir jadi nggak
> tepat. Bahkan bisa mengaburkan istilah yang sudah baku dalam ajaran Islam..
> Pilihan kata pada istilah kafir seharusnya nggak boleh diubah. Apalagi
> diubah karena tujuan politis atau urusan hawa nafsu lainnya. Tetap kita
> gunakan istilah kafir ini kepada siapa saja yang menolak percaya kepada
> keesaan Allah Ta’ala dan tidak mau mengakui Nabi Muhammad shallallahu
> ‘alaihi wassalam sebagai rasulullah. So, kalo ada orang kafir tersinggung
> dan sakit hati disebut kafir, maka masuk Islam saja. Jadi muslim yang
> sejati.
>
> *Neng Fitri Komalasari*
> Dayeuhkolot-Bandung
>
>
> 
>

Kirim email ke