https://republika.co.id/berita/pw4e99370/jokowi-minta-sawit-diubah-menjadi-avtur



*Jokowi Minta Sawit Diubah Menjadi Avtur*

*Senin 12 Agu 2019 17:53 WIB*

*Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Friska Yolanda*



*REPUBLIKA.CO.ID <http://REPUBLIKA.CO.ID>, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo
(Jokowi) meminta agar crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit dapat
diubah menjadi avtur. Karena itu, ia menginstruksikan jajarannya agar
mempelajari lebih dalam terkait pengolahan CPO menjadi avtur.*

*"Saya melihat bahwa CPO ini, saya mendengar CPO ini juga bisa dibuat
avtur. Tolong ini ditekuni lagi lebih dalam," kata Jokowi dalam rapat
terbatas evaluasi pelaksanaan mandatori biodiesel di Kantor Presiden, Senin
(12/8). *

*Jokowi berharap pengolahan CPO menjadi avtur ini dapat mengurangi jumlah
impor avtur. Sehingga juga dapat memperbaiki kondisi defisit neraca
perdagangan dan juga defisit neraca transaksi berjalan. *

*Selain itu, Presiden juga menginstruksikan agar pengolahan B30 dapat
dimulai pada Januari 2020 nanti. Penggunaan biodiesel 20 ke B30 diharapkan
dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan mengurangi impor
bahan bakar minyak. *

*Permintaan domestik terhadap CPO pun juga disebutnya akan meningkat
sehingga akan memberikan dampak positif bagi petani, pekebun, dan juga
pekerja di pengolahan kelapa sawit. "Saya juga ingin agar B20 ini nanti
pada Januari 2020 itu sudah pindah ke B30, dan selanjutnya di akhir 2020
sudah meloncat lagi ke B50," ujar Jokowi. *

*Jika penerapan B20 konsisten dilakukan dan terus ditingkatkan, maka dapat
menghemat devisa sekitar 5,5 miliar dolar AS per tahunnya. Presiden juga
memastikan akan memonitor secara langsung hal-hal yang berkaitan dengan
penggunaan B20 serta proses peningkatan ke B30. *

*Presiden juga meminta Pertamina untuk pemanfaatan CPO melalui
'co-processing'. Ini bertujuan agar memproduksi green diesel maupun **green
gasoline**di sejumlah kilang minyak PT Pertamina.*

*Dia juga mengarahkan perusahaan-perusahaan kelapa sawit dapat mendorong
pemrosesan minyak sawit menjadi bahan bakar ramah lingkungan. "Itu penting
semua untuk melaksanakan ini dan kita harapkan juga mempercepat
perkembangan industri 'green refinery' kita," jelas Presiden.*

Kirim email ke