Ada berapa banyak charging station di Jakarta?Apakah kapasitas listrik mencukupi?
---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote : Mobil listrik yang diminta oleh jenderal Luhut, bukan untuk dipakai di jalan raya, tetapi di laut, karena beliau adalah menteri Maritim, jadi harap maklum adanya. On Thu, Aug 15, 2019 at 4:34 PM ajeg ajegilelu@... [GELORA45] <[email protected]> wrote: Minta?Perintahkan? Silakan lho kalau ada yang mau sempoyongan(sambil tetap setia antre beli mobil Esemka) - Luhut Minta Jokowi Gelontorkan APBN Beli Mobil Listrik CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 09:53 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengusulkan kepada Presiden Jokowi untuk mengalokasikan secara khusus dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 anggaran untuk pembelian mobil dan motor listrik. Alokasi khusus diperlukan sebagai upaya meningkatkan industri kendaraan listrik di dalam negeri. "Saya lapor ke Presiden (Joko Widodo) APBN tahun depan ada dana untuk pembelian sepeda motor listrik dan mobil listrik yang dari buatan Indonesia," ungkap Luhut, Selasa (13/8). Luhut mengatakan selain alokasi anggaran khusus tersebut, pemerintah juga menyiapkan beberapa kebijakan dan infrastruktur untuk mendukung industri kendaraan listrik di Indonesia. Kebijakan salah satunya dilakukan melalui pembelian sejumlah kendaraan listrik yang akan dilakukan Pemda DKI Jakarta. "Kalau daerah lain belum siap," imbuh dia. Kebijakan diambil karena polusi di ibu kota dianggap sudah sangat parah ketimbang daerah lain. Oleh karena itu, Luhut berharap penggunaan kendaraan listrik bisa memperbaiki kondisi udara di Jakarta. Diketahui, Jokowi baru saja meneken peraturan presiden (perpres) tentang percepatan pengembangan kendaraan bermotor listrik pada Senin (5/8). Ia juga menyebut bahwa aturan itu sudah mulai berlaku. "Sudah, sudah, sudah. Sudah saya tanda tangani Senin pagi," kata Jokowi beberapa waktu lalu. Ia berharap industri otomotif, khususnya kendaraan listrik bisa berkembang di Indonesia. Menurutnya, pabrik bahan baku untuk industri kendaraan listrik, yakni baterai sudah ada di Indonesia. "Sehingga strategi bisnis negara ini bisa kita rancang agar kita nanti bisa mendahului membangun industri mobil listrik yang murah dan kompetitif, karena bahan-bahan ada di kita," pungkas dia. (aud/agt)
