Ini Isi Pidato Lengkap Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR
Jumat , 16 Agustus 2019 | 10:26
http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/7214/ini_isi_pidato_lengkap_presiden_jokowi_di_sidang_tahunan_mpr
Ini Isi Pidato Lengkap Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR
Sumber Foto Dok/Ist
Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR.
POPULER
Pesan Buya Syafii ke Jokowi, Cari Menteri Petarung!
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/7214/hukumdanpolitik/read/7173/%22>Sore
Ini Ketua Umum PPP Bertemu Prabowo
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/7214/hukumdanpolitik/read/7176/%22>Effendi
Simbolon: Visi Nawacita Tapi Praktiknya Kapitalis Liberal
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/7214/hukumdanpolitik/read/7197/%22>Kompleks
Parlemen Percantik Diri Sambut Sidang Tahunan 2019 Besok
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/7214/hukumdanpolitik/read/7180/%22>Arifin
Panigoro-Hadi Poernomo Dapat Tanda Kehormatan dari Jokowi
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/7214/hukumdanpolitik/read/7186/%22>
Listen to this
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato kenegaraan
dalam Sidang Tahunan MPR 2019 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen,
Jakarta, Jumat (16/8/2019).
Berikut isi pidato lengkap Presiden Jokowi.
/Bismillahirrahmanirrahim,/
/Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,/
/Selamat Pagi,/
/Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,/
/Om Swastiastu,/
/Namo Buddhaya,/
/Salam Kebajikan,/
/Yang saya hormati Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Majelis
Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia;/
/Yang saya hormati Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota
Lembaga-Lembaga Negara;/
/Yang saya hormati para Menteri Kabinet Kerja dan Pimpinan Lembaga
Pemerintah Non Kementerian;/
/Yang saya hormati Bapak BJ Habibie, Presiden Republik Indonesia Ketiga;/
/Yang saya hormati Ibu Hajah Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik
Indonesia Kelima;/
/Yang saya hormati Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik
Indonesia Keenam;/
/Yang saya hormati Bapak Try Sutrisno dan Bapak Hamzah Haz;/
/Yang saya hormati Bapak Boediono beserta Ibu Herawati Boediono;/
/Yang saya hormati Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid;/
/Yang saya hormati Bapak Kyai Haji Ma'ruf Amin, Wakil Presiden Terpilih
Masa Bakti 2019-2024;/
/Sahabat-sahabat saya Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Sandiaga Uno;/
/Yang saya hormati, seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai
Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote;/
/Hadirin yang berbahagia, Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air,/
/Pada sidang Majelis yang terhormat ini, saya ingin menghadirkan kembali
semangat yang menyala di hati para pejuang kemerdekaan 74 tahun yang
lalu. Bahwa Indonesia, rumah besar kita bersama, hanya mungkin terwujud
jika kita mau bersatu. Bersatu untuk mencapai satu tujuan, bersatu untuk
maju bergerak di jalan perubahan, serta bersatu dengan penuh optimisme
menatap masa depan. Semangat itulah yang mengantarkan Indonesia menjadi
negara yang merdeka, negara yang berdaulat, yang berdiri sejajar dengan
bangsa-bangsa lain di dunia./
/Sekarang ini, kita menghadapi tantangan yang berbeda. Akan tetapi,
semangat itu harus terus menyala di hati kita semua. Kita berada di era
ketika dunia berubah dengan sangat cepat, tetapi kita tidak boleh
kehilangan bintang penjuru. Kita harus berani menerima era keterbukaan
sejagad. Akan tetapi, kita tidak boleh kehilangan persatuan dan
persaudaraan. Kita masuk dalam era kompetisi antarnegara yang semakin
sengit. Akan tetapi, kita tidak boleh berhenti berkreasi dan berinovasi./
/Lihat juga: Zulhas Kisahkan Teladan Bung Karno Hatta, dan Agus Salim/
/Visi yang sama juga harus hidup dalam kerja kita semua, di semua
lembaga negara. Check and balances antarlembaga negara sangat penting,
tetapi harus berada dalam bingkai yang sama, satu visi besar Indonesia
Maju. Indonesia yang nyaman bagi seluruh anak bangsa, yang sejahtera,
yang adil dan makmur, yang dihormati dan disegani oleh bangsa-bangsa
lain di dunia. Saya yakin dalam bingkai visi yang sama, kita makin kuat,
kita makin solid, dan menjadi pemenang dalam kompetisi global./
/Pencapaian visi besar harus kita percepat. Tidak ada jalan lain bagi
kita semua, selain meninggalkan cara-cara lama dan beradaptasi dengan
cara-cara baru. Kita butuh terobosan-terobosan baru untuk menjawab
harapan rakyat yang makin meningkat. Kita butuh lompatan-lompatan
kemajuan untuk meningkatkan kepercayaan dan kecintaan rakyat. Kita butuh
karya-karya nyata agar Lembaga-Lembaga Negara menjadi institusi yang
kuat dan berwibawa./
/Untuk menjadi kuat, kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Ego
lembaga harus diruntuhkan, sehingga karya-karya baru dapat diciptakan
bersama-sama. Ego sektoral yang terkotak-kotak sudah tidak relevan lagi
dan harus ditinggalkan. Kolaborasi dan sinergi antarlembaga harus
ditingkatkan./
/Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air,/
/Sidang Majelis yang saya muliakan,/
/Lihat juga: Jokowi Ajak Lembaga Negara Tidak Alergi Kritik/
/Dalam menjalankan tugas konstitusionalnya, MPR mengawal dan memberikan
jaminan bahwa sistem ketatanegaraan Indonesia harus mencerminkan
semangat dan jiwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
MPR telah melakukan sosialisasi empat konsensus kebangsaan secara gencar
ke seluruh pelosok tanah air, dengan menyasar seluruh kelompok
masyarakat. Mulai dari pelajar, akademisi, tokoh agama, tokoh
masyarakat, hingga masyarakat umum./
/Saya yakin tugas mulia tersebut akan terus dilakukan dengan
terobosan-terobosan baru, supaya nilai-nilai empat konsensus kebangsaan
itu semakin tertanam kuat di dada setiap manusia Indonesia. Kemajuan
teknologi informasi dan komunikasi harus mampu dimanfaatkan secara optimal./
/Di era sekarang ini, saat arus penyebaran informasi terjadi sangat
cepat, maka kita harus lebih cepat dari yang lain, serta harus lebih
sigap dari yang lain. Jangan sampai kemajuan teknologi justru lebih
banyak digunakan oleh pihak-pihak yang mengerdilkan konsensus kebangsaan./
/Dalam merespons kemajuan teknologi informasi itu, saya menghargai MPR
yang terus mencari cara-cara baru sehingga nilai-nilai konsensus
kebangsaan bisa diterima, terutama oleh generasi muda. MPR telah
menerapkan perpaduan antara penggunaan media seni budaya dengan
pemanfaatan kemajuan teknologi. Caracara seperti ini yang kita butuhkan./
/Saya juga menghargai MPR yang sudah menggelar survei nasional,
berkaitan dengan hasil kinerjanya dalam melakukan sosialisasi
nilai-nilai luhur bangsa. Hasil survei tersebut bisa menjadi referensi
untuk menyempurnakan strategi sosialisasi empat konsensus kebangsaan
yang telah dilakukan. Agar program sosialisasi lebih efektif lagi,
langkah-langkah penyempurnaan memang sangat diperlukan,
terobosan-terobosan baru harus diciptakan. Lompatan-lompatan kreatif
dalam pembinaan ideologi Pancasila harus dikembangkan./
/Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air,/
/Demokrasi membutuhkan lembaga perwakilan rakyat yang berwibawa,
kredibel, dan modern. Oleh karena itu, upaya Dewan Perwakilan Rakyat
(DPR) untuk melakukan konsolidasi kelembagaan harus didukung. Upaya DPR
untuk meningkatkan kualitas produk perundang-undangan harus didukung.
Upaya DPR untuk menjalankan check and balances dalam satu visi besar
yang sama juga harus didukung./
/Saya mengapresiasi setinggi-tingginya semangat DPR untuk bersinergi dan
berkolaborasi dengan Pemerintah. Dalam menjalankan fungsi anggaran, DPR
telah menyetujui UU Penerimaan Negara Bukan Pajak tahun 2018. DPR juga
telah menyetujui alokasi Dana Desa sebesar Rp70 triliun di tahun 2019,
yang sangat bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa./
/Pada fungsi legislasi, sepanjang Agustus 2018 hingga Juli 2019, DPR
bersama-sama Pemerintah, telah berhasil menyelesaikan pembahasan
terhadap 15/
/Rancangan Undang-Undang (RUU), antara lain RUU APBN, RUU di bidang
perjanjian kerja sama internasional, bidang penyelenggaraan haji, bidang
kesehatan, akselerasi penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta
beberapa RUU lain untuk menyikapi dinamika pembangunan yang bergerak cepat./
/Di luar capaian di bidang legislasi tersebut, dukungan DPR pada upaya
Pemerintah untuk mereformasi perundang-undangan tetap diharapkan.
Undang-undang yang bertabrakan satu dengan yang lain harus kita
selaraskan. Undang-undang yang menyulitkan rakyat harus kita bongkar.
Undang-undang yang menghambat lompatan kemajuan harus kita ubah./
/Terkait fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan, DPR antara
lain telah membentuk delapan Tim Pengawas, satu Panitia Angket, dan 35
Panitia Kerja di berbagai ranah pembangunan. Salah satunya yaitu Panja
Evaluasi Pelaksanaan Pemilu Serentak 2019, guna memastikan
penyelenggaraan Pemilu makin berkualitas di masa-masa yang akan datang./
/Lihat juga: Biduk Lalu Kiambang Bertaut di Penutup Pidato Jokowi/
/DPR juga telah menyelenggarakan uji kelayakan dan kepatutan atas usulan
pengangkatan sejumlah pejabat publik. Selama tahun 2019, DPR telah
memberi pertimbangan dan persetujuan terhadap 34 Duta Besar Luar Biasa
dan Berkuasa Penuh untuk negara-negara sahabat./
/Selain itu, DPR juga melanjutkan diplomasi parlemen untuk memperkuat
politik luar negeri Indonesia. Pada bulan September 2018, DPR menjadi
tuan rumah Forum Parlemen Dunia tentang Pembangunan Berkelanjutan untuk
yang kedua kalinya. Serta menjadi tuan rumah pertemuan pimpinan parlemen
dan perwakilan dari lima negara middle power, yaitu Meksiko, Indonesia,
Korea Selatan, Turki, dan Australia. DPR juga terus menjalankan misi
diplomasi parlemen, baik secara bilateral maupun multilateral, melalui
partisipasi aktif di forum-forum antar-parlemen di tingkat regional dan
global./
/Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air,/
/Dalam rumah besar Indonesia, daerah-daerah adalah pilar penting NKRI.
Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai representasi daerah terus bekerja
menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. DPD juga telah menjadi ujung
tombak dalam menjaga dan merevitalisasi nilai-nilai kearifan lokal./
/Selama setahun terakhir, DPD telah menghasilkan produk legislasi yang
terkait dengan kewenangan konstitusionalnya. Tujuh RUU usul inisiatif
DPD, enam Pandangan Pendapat terhadap RUU, empat Pertimbangan terhadap
RUU, dan sepuluh hasil pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang sesuai
dengan bidang tugas DPD./
/Saya mengapresiasi respons cepat DPD dalam menyikapi tantangan mendesak
yang dihadapi oleh daerah, seperti tantangan kedaulatan pangan, penataan
hak ulayat dan masyarakat hukum adat, pemanfaatan energi terbarukan, dan
pengembangan UMKM./
/Dalam melaksanakan fungsi anggaran, DPD memberi masukan kepada
pemerintah terkait skema DAU, DAK, dan DBH agar desentralisasi fiskal
memberikan rasa adil dan menjadi solusi mendasar bagi persoalan yang
dihadapi oleh daerah. Dalam konteks fungsi representasi, DPD aktif
melakukan pengawasan pelaksanaan Pilkada dan Pemilu 2019./
/Lihat juga: Atlet Berprestasi Diundang Hadiri Pidato Kenegaraan Jokowi/
/DPD juga menerima aspirasi masyarakat dan daerah berkaitan dengan
implementasi UU tentang Desa. Kita berharap DPD bersama Pemerintah terus
bergerak membangun Indonesia dari pinggiran, dari daerah dan desa.
Dukungan DPD untuk memajukan daerah harus terus dilanjutkan. Peraturan
Daerah Peraturan Daerah (Perda) yang formalitas, berbelit belit, dan
menghambat masyarakat serta pelaku usaha harus dipangkas. Tata kelola
pemerintahan dan keuangan daerah harus ditingkatkan./
/Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air,/
/Tata kelola pemerintahan yang baik mutlak dibutuhkan. Tata kelola
keuangan negara yang akuntabel harus diwujudkan. Tata kelola yang
transparan harus dikembangkan. Tata kelola yang efektif dan efisien,
yang gesit, lincah, dan cekatan menghadapi perubahan juga harus terus
diupayakan./
/Sebagai lembaga negara yang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab
keuangan negara, peranan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sangatlah
penting. BPK mengemban tugas memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN) dapat dipertanggungjawabkan. Serta memastikan setiap
rupiah dalam APBN digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat./
/Alhamdulillah, laporan keuangan pemerintah pusat 2016-2018 memperoleh
opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP. Pemerintah Daerah (Pemda) juga
mencatat prestasi. Pemda dengan WTP berhasil ditingkatkan dari 47% di
tahun 2014 menjadi 78% di tahun 2018. BPK juga telah memeriksa kinerja
dan kepatuhan pemerintah dan badan lainnya, serta berhasil mengembalikan
kas dan aset negara sebesar Rp4,38 triliun. BPK juga telah melaksanakan
pemeriksaan kesiapan implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
(SDGs) di Indonesia. Selain itu, BPK terus mendukung pencegahan dan
pemberantasan tindak pidana korupsi. Satu komitmen yang perlu kita
dukung bersama./
/Saya menghargai upaya BPK untuk aktif membangun reputasi bangsa di
dunia internasional. BPK dipercaya sebagai pemeriksa eksternal pada
International Atomic Energy Agency sejak 2016 sampai 2021. Pemeriksa BPK
juga terpilih menjadi eksternal independen pada International
AntiCorruption Academy periode 2019 hingga 2021. BPK juga menjadi United
Nations Panel of External Auditors dan terlibat aktif di organisasi
pemeriksa se-ASEAN, se-Asia, dan se-dunia./
/Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air,/
/Dalam pembangunan hukum, Mahkamah Agung (MA) terus melanjutkan inovasi.
Saya mengapresiasi upaya MA dalam mewujudkan asas peradilan yang
sederhana, cepat, dan berbiaya ringan. Saya mendukung upaya MA untuk
mempermudah rakyat dalam mencari keadilan. Saya mendukung upaya MA untuk
membangun budaya sadar dan budaya taat hukum agar makin mengakar./
/Kini, sistem peradilan berbasis elektronik sudah diterapkan di semua
lingkungan lembaga peradilan. Para pencari keadilan sekarang secara
online makin mudah mendaftarkan perkara dan melakukan pembayaran. Proses
pemanggilan dan pemberitahuan sidang, serta penyampaian putusan
peradilan juga dilakukan secara online. Bahkan, saat ini MA sudah
melangkah lebih jauh lagi dengan mengembangkan e-court menuju
e-litigasi. Semua langkah inovasi ini harus kita apresiasi./
/Perluasan akses bagi para pencari keadilan juga dilakukan oleh MA.
Hingga akhir tahun 2018 lalu, MA telah meresmikan sebanyak 85 pengadilan
baru di berbagai pelosok tanah air. Ada tambahan 30 Pengadilan Negeri,
50 Pengadilan Agama, tiga Mahkamah Syariah, dan dua Pengadilan Tata
Usaha Negara./
/Dari berbagai langkah tersebut, MA berhasil mengurangi jumlah tunggakan
perkara menjadi 906 perkara pada tahun 2018. Jumlah terendah sepanjang
sejarah berdirinya MA. MA juga terus berbenah dengan melakukan beberapa
langkah perbaikan, seperti pembaharuan dalam tata cara penyelesaian
gugatan sederhana dan pembaharuan di bidang manajemen perkara./
/Seiring dengan langkah inovasi kelembagaan MA, Mahkamah Konstitusi (MK)
juga terus bekerja memperkokoh dan memperteguh konstitusionalisme di
negara kita. Saya mendukung upaya MK untuk mengembangkan tata kelola
lembaga peradilan yang modern dan transparan, dengan memberikan
kemudahan akses bagi pencari keadilan di MK./
/Kini, para pencari keadilan dapat berperkara sekaligus memantau proses
peradilan di MK, melalui berbagai aplikasi dan layanan modern berbasis
teknologi informasi dan komunikasi. Sebagai penjaga konstitusi, selama
setahun ini MK telah menguji 85 perkara dan memutus 52 perkara pengujian
UU. Putusan-putusan MK tersebut turut mendukung upaya pemerintah dalam
reformasi sistem perundang-undangan dan penataan proses legislasi./
/Selain itu, MK telah memberikan kontribusi pada penguatan demokrasi
konstitusional. Saya mengapresiasi MK yang telah menyelesaikan sengketa
perselisihan hasil Pilkada 2018, Pemilu Legislatif, dan Pemilu Presiden
2019, dalam koridor konstitusi secara damai, adil, dan bermartabat. MK
juga telah menghadirkan proses peradilan yang terbuka dengan tetap
berpegang teguh pada prinsip independensi dan imparsialitas./
/Sementara itu, Komisi Yudisial (KY) terus berupaya memajukan
akuntabilitas dalam pengelolaan peradilan. KY telah menjalankan fungsi
pre-emtif dengan mengusulkan pengangkatan empat orang calon hakim agung./
/KY telah menjalankan fungsi preventifnya dengan menyelenggarakan
pelatihan pemantapan kode etik penyempurnaan pedoman perilaku bagi 412
hakim, serta pemantauan 93 perkara persidangan yang menjadi perhatian
publik./
/KY juga telah menjalankan fungsi represifnya, dengan merekomendasikan
kepada MA untuk menjatuhkan sanksi ringan hingga berat kepada 55/
/hakim./
/Sidang Majelis yang saya muliakan,/
/Segala pencapaian dari Lembaga-Lembaga Negara tersebut adalah modal
kita bersama untuk menghadapi tantangan masa depan. Kita tidak boleh
cepat berpuas diri. Kita perlu saling mengingatkan dan saling membantu.
Kita tidak boleh alergi terhadap kritik./
/Bagaimanapun kerasnya kritik itu, harus diterima sebagai wujud
kepedulian, agar kita bekerja lebih keras lagi memenuhi harapan rakyat./
/Tentu dalam negara demokrasi, perbedaan antarindividu, perbedaan
antar-kelompok, atau bahkan antar-lembaga negara adalah sebuah
keniscayaan. Akan/
/tetapi, perbedaan bukanlah alasan bagi kita untuk saling membenci,
bukan alasan bagi kita untuk saling menghancurkan, atau bahkan saling
meniadakan./
/Jika perbedaan itu kita kelola dalam satu visi besar yang sama, maka
akan menjadi kekuatan yang dinamis. Kekuatan untuk mencapai Indonesia
Maju. Saya mengajak semua Lembaga-Lembaga Negara untuk membangun sinergi
yang kuat guna menyelesaikan tugas sejarah kita. Mendukung
lompatan-lompatan kemajuan untuk mengentaskan kemiskinan, menekan
ketimpangan, dan membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Bergandengan
tangan menghadapi ancaman intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Serta
ikut serta melahirkan lebih banyak lagi SDM-SDM unggul yang membawa
kemajuan bangsa./
/Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, dari Sabang sampai Merauke,
dari Miangas sampai Pulau Rote;/
/Esok hari, kita merayakan 74 tahun Indonesia merdeka. Kita patut
bersyukur, di tengah berbagai tantangan dan terpaan badai sejarah,
Indonesia sebagai rumah besar kita bersama tetap berdiri kokoh.
Indonesia berdiri kokoh karena kita memiliki fondasi yang sangat kuat,
Pancasila. Pancasila adalah dasar negara, bintang penjuru, sekaligus
pemersatu kita semua./
/Lihat juga: Zulhas Sebut Ada Deideologisasi Pancasila Pascareformasi/
/Di rumah Pancasila ini, kita hidup rukun tanpa dibeda-bedakan latar
belakang agama, asal usul suku, perbedaan ras, maupun golongan. Rumah besar/
/Indonesia adalah tempat yang nyaman untuk semua. Ruang hidup bagi
seluruh anak bangsa, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai
Pulau Rote./
/Dalam rumah besar ini, semua anak bangsa bisa berkarya, bisa bergerak,
dan bisa berjuang untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita kita bersama.
Perbedaan juga bukanlah penghalang bagi kita untuk bersatu. Dalam
persatuan itulah, kita menemukan energi yang mahadahsyat, untuk
menggerakkan seluruh tenaga, pikiran, dan tetesan keringat untuk
kemajuan Indonesia. Dalam persatuan itulah, kita menemukan solidaritas,
kepedulian, dan semangat berbagi antarsesama anak bangsa./
/Saya yakin, seyakin-yakinnya, persatuan Indonesia akan selalu sentosa.
Seperti kiambang-kiambang yang bertaut kembali, setelah biduk pembelah
berlalu./
/Saya yakin, seyakin-yakinnya, dengan berpegang teguh pada semangat
persatuan Indonesia, maka rumah besar kita tidak akan runtuh, tidak akan
ambruk, dan tidak akan punah, tetapi justru berdiri tegak. Bukan hanya
untuk 100 tahun, 500 tahun, tapi untuk selama-lamanya./
/Dirgahayu Republik Indonesia!/
/Dirgahayu Negeri Pancasila!/
/SDM Unggul Indonesia Maju!/
/Merdeka!/
/Terima kasih./
/Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,/
/Om Shanti Shanti Shanti Om,/
/Namo Buddhaya./
/Jakarta, 16 Agustus 2019/
/PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/
/JOKO WIDODO/
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com