https://www.liputan6.com/global/read/4037015/kawin-pesanan-ala-china-modus-dagang-orang-bermahar-jutaan?related=dable&utm_expid=.9Z4i5ypGQeGiS7w9arwTvQ.1&utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2Fglobal%2Fread%2F4039753%2Fpresidensi-indonesia-di-dk-pbb-diibaratkan-seperti-film-pacific-rim%3Frelated%3Ddable


*Kawin Pesanan Ala China, Modus Dagang Orang Bermahar Jutaan?*

[image: Siti Khotimah] <https://www.liputan6.com/me/siti_khotimah>

Siti Khotimah <https://www.liputan6.com/me/siti_khotimah>

15 Agu 2019, 20:24 WIB

   -


*163*

[image: Sampai bulan Juli 2019, SBMI telah menerima aduan kasus korban TPPO
(Tindak Pidana Perdangangan Orang) bermodus pengantin pesanan ke negara
China sebanyak 26 orang (SBMI)]
<https://www.liputan6.com/global/read/4037015/kawin-pesanan-ala-china-modus-dagang-orang-bermahar-jutaan?related=dable&utm_expid=.9Z4i5ypGQeGiS7w9arwTvQ.1&utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2Fglobal%2Fread%2F4039753%2Fpresidensi-indonesia-di-dk-pbb-diibaratkan-seperti-film-pacific-rim%3Frelated%3Ddable#>Sampai
bulan Juli 2019, SBMI telah menerima aduan kasus korban TPPO (Tindak Pidana
Perdangangan Orang) bermodus pengantin pesanan ke negara China sebanyak 26
orang (SBMI)

*Liputan6.com, Jakarta -* Sebut saja namanya IP, asal Mempawah, Kalimantan
Barat. Usianya 14 tahun, masih 'bau kencur'. Tapi, semuda itu, ia sudah
janda.

IP menikah pada usia 13 tahun, saat ia masih lugu dan suka main lompat
tali. Kala itu, kondisi ekonomi keluarganya yang pas-pasan memaksanya putus
sekolah sampai kelas 2 SD. Asal bisa baca tulis, sudah dianggap bagus.

*BACA JUGA*

   -

   *Reorientasi Komoditas Jadi Kunci Dorong Kinerja Ekspor Indonesia*
   
<https://www.liputan6.com/bisnis/read/4039838/reorientasi-komoditas-jadi-kunci-dorong-kinerja-ekspor-indonesia>Tak
   lagi makan bangku sekolahan, IP berpindah ke ladang. Membantu orangtuanya
   bertanam jagung. Belakangan, ia bekerja di warung kopi milik kerabat.

Sehari-hari ia menjadi pelayan, menyeduh kopi sasetan pesanan pelanggan.
Sebuah pekerjaan mulia bagi perempuan kecil yang bercita-cita sederhana.
Bagaimanapun, IP senang. Ia bisa dapat upah.

Suatu hari, pertengahan tahun 2018, ponsel milik IP berdering. Kala itu ia
sedang mengaduk kopi pesanan. Kawan sang juragan yang menelepon. Inisialnya
M. Mereka sempat bertukar kontak di sebuah acara pengajian.

*"Halo?,"* sapa IP kepada sang penelepon.

*"Halo IP, kamu mau tidak nikah dengan orang **China
<https://www.liputan6.com/global/read/4038211/china-kirim-kendaraan-militer-lapis-baja-ke-perbatasan-hong-kong-ancam-demonstran>*
*?*," kata M.

IP pun kaget. Tak percaya dengan apa yang barusan didengar. Ia hanya diam,
tak kuasa menjawab.

Si penelepon kemudian memintanya untuk pikir-pikir. Tapi jangan lama-lama,
dua hari saja.

Dua hari berlalu, M kemudian mengirim pesan ke IP. Termasuk, tiga foto pria
asal China
<https://www.liputan6.com/global/read/4037526/dituduh-sebagai-mata-mata-china-2-pria-dikeroyok-demonstran-hong-kong>,
bakal calon suaminya. Semuanya terlihat 'rupawan'.

Sepekan kemudian, IP diajak kopi darat. Lima laki-laki menemuinya di warung
kopi. Dua mak comblang, satu agen perjodohan asal China, dan dua pria yang
bisa dipilih jadi suami. M tidak ikut.

IP mengaku terkejut dengan bakal calon suaminya. *"Kok lain?. *Tapi kata
itu tak ia ungkap. Dalam hati saja.

Penampilan dua lelaki itu beda sama sekali dengan yang ada di foto. Tak
seganteng yang di gambar. IP kecewa.

"Kalau nikah sama mereka, hidup terjamin," itu iming-iming mak comblang,
berupaya meluruhkan hatinya.

Kata si mak comblang, para calon suami yang ditawarkannya adalah orang
mapan, punya duit, dan kerja kantoran. IP hanya bisa diam.

Kemudian, 'rayuan maut' dilancarkan sang makelar jodoh. IP dijanjikan mahar
Rp 20 juta plus uang bulanan yang jumlahnya lumayan. Tak perempuan itu yang
kecipratan rejeki nomplok, tapi juga kedua orangtuanya.

"Nikah dengan orang Beijing bisa kirim uang. Bisa bikin rumah untuk
orangtua," kata mak comblang, seperti diungkap IP.

Iming-iming terakhir itu yang bikin sang gadis kecil kepincut. Membangun
rumah untuk ayah dan ibu, adalah impian terbesarnya. Kontan, IP
menganggukkan kepala. Ia siap jadi mempelai di negeri orang.

IP kemudian diminta memilih satu dari dua laki-laki di hadapannya. "Yang
tidak terlalu kurus...," kata dia.

Meski penampilan pria pilihannya tak sesuai ekspektasi, gadis itu tak ambil
pusing, tak pula mematok standar tinggi. IP mengaku, hanya mencari pria
yang mau menerimanya apa adanya.

<https://www.liputan6.com/global/read/4037015/kawin-pesanan-ala-china-modus-dagang-orang-bermahar-jutaan?related=dable&utm_expid=.9Z4i5ypGQeGiS7w9arwTvQ.1&utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2Fglobal%2Fread%2F4039753%2Fpresidensi-indonesia-di-dk-pbb-diibaratkan-seperti-film-pacific-rim%3Frelated%3Ddable#>

Infografis Terjerat Modus Kawin Pesanan. (Liputan6.com/Abdillah)

Tanpa ijab kabul dan resepsi kawin, IP akhirnya diboyong ke China, dengan
dokumen asli namun isinya palsu belaka. Di KTP dan paspor usianya di-
*markup* jadi 20 tahun.

Enam bulan berlalu setelah pernikahan itu, kami menjumpai IP di Kantor
Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) di Tebet Jakarta pada 16 Juli 2019.

Wajahnya terlihat lelah dan tak bugar. IP tersenyum malu-malu saat
menyambut tim *Liputan6.com*. Itu kali pertamanya ia diwawancara di depan
kamera.

IP bersedia bicara, membeberkan babak terpahit dalam hidupnya: sebagai
korban kawin pesanan di China. Ia  berharap, tak ada perempuan lain yang
menguntit nasib tragisnya.

Kirim email ke