http://www.sinarharapan.co/umum/read/7243/dua_prajurit_tni_di_papua_ditembak


*Dua Prajurit TNI di Papua Ditembak*

Jumat , 16 Agustus 2019 | 22:43



JAYAPURA - Konvoi dua unit kendaraan yang mengangkut 12 personel TNI Satgas
Pamrahwan di Jalan Trans Wamena-Habema, Papua diadang dan diserang
sekelompok orang diduga Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Dua prajurit
TNI mengalami luka tembak akibat serangan sehari menjelang HUT ke-74
Kemerdekaan RI yang jatuh pada Sabtu, 17 Agustus ini.

Konvoi dua unit kendaraan TNI ini mendapat serangan saat melintas di
sekitar danau Habema menuju Mbua, Kabupaten Nduga, Jumat (16/8/2019) pukul
15.30 WIT.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Yosua Pandit Sembiring
mengatakan, dua unit kendaraan itu baru selesai mengantar perbekalan bagi
personel Pos Pamrahwan TNI yang berada di Mbua."(Mereka) mendapat tembakan
sporadis dari Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) yang diduga pimpinan
Egianus Kogoya di sekitar Km 39 Jalan Trans Wamena-Habema," ujar Yosua
dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/8/2019).

Yosua menjelaskan dari laporan yang diterima, tembakan berasal dari dua
arah, yaitu ketinggian dan lembah yang berada di kanan dan kiri jalan.

Dalam posisi terjepit sebanyak 12 personel TNI yang bertugas mengawal
konvoi segera turun meninggalkan kendaraan dan bereaksi dengan membalas
tembakan. Kontak tembak berlangsung selama kurang lebih 20 menit.

Tembakan balasan dari para personel TNI membuat kelompok tersebut melarikan
diri. Setelah medan berhasil dikuasai, 2 prajurit TNI dilaporkan mengalami
luka tembak.

Prajurit yang tertembak, yakni Pratu PĂ nji tertembak pada bagian lengan
kiri dan Pratu Sirwandi tertembak pada paha kiri. "Saat ini keduanya telah
dievakuasi dan mendapat perawatan medis di RSUD Wamena. Kedua prajurit
berasal dari satuan Yonif 751/VJS," ujar Yosua.

Ia menyatakan pihaknya telah memerintahkan seluruh personel pos-pos Satgas
Pamrahwan meningkatkan kesiapsiagaan dan mengawasi jalan atau medan yang
kemungkinan dijadikan sebagai jalan pelarian KKB tersebut."Situasi di sana
sudah kondusif. Namun kita tetap mewaspadai kemungkinan KSB yang
memanfaatkan momentum peringatan HUT RI untuk melakukan aksi teror baik
terhadap aparat keamanan maupun masyarakat," katanya seperti
dilaporkan *cnnindonesia.com
<http://cnnindonesia.com>*.

"Masyarakat tidak perlu takut, kita telah berkoordinasi baik dengan Polda
maupun Pemda setempat untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat," dia
menambahkan.

Kirim email ke