Kalau tidak salah ingat dalam buku The Islamist, tulisan Ed Husein bahwa
tiap tahun Arab Saudia menyumbang US$ 50 miliun ke berbagai organisasi
agama di berbagai negeri. Ed ini pernah beridam beberapa tahun di Arab
Saudi dan ikut gerakan radikal disana, kemudian meninggalkan organisasi tsb.
Mahfud MD pernah menjadi menteri pertahanan pada pemerintahan Gus Dur. Jadi
sebagai mantan menteri pertahanan, beliau pasti mempunyai informasi. Pada
masa itu dikirim Laskar Jihad dan konco-konconya ke Sulawesi Tengah dan
Maluku untuk membasmi kaum Nasrani.


https://nasional.republika.co.id/berita/pwbt9u458/mahfud-md-ada-orang-radikal-dari-arab-bawa-dana-ke-ri

*Mahfud MD: Ada Orang Radikal dari Arab Bawa Dana ke RI*

*Jumat 16 Aug 2019 18:01 WIB*

*Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Hasanul Rizqa*


*Mahfud MD menyebut info yang diterimanya, banyak orang radikal dari Arab
lari ke RI.*

*REPUBLIKA.CO.ID <http://REPUBLIKA.CO.ID>, JAKARTA -- Ketua Umum Gerakan
Suluh Kebangsaan Mahfud MD mengaku mendapatkan informasi tentang adanya
orang-orang yang berpaham radikalisme dari Arab Saudi. Mereka ini hendak
menuju ke Indonesia dengan membawa sejumlah dana dalam jumlah yang besar
untuk mendukung gerakan radikalisme di Tanah Air.*

*"Sekarang ada info di Saudi Arabia itu terjadi penangkapan-penangkapan
terhadap orang radikal. Sudah banyak tertangkap. Tapi, yang belum
tertangkap itu banyak yang akan lari ke Indonesia dengan bawa jutaan
dolar," ujar mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu di Jakarta Selatan, Jumat
(16/8).*

*Dia menduga, uang sebanyak itu akan dipergunakan untuk mendukung gerakan
radikal yang ada di Indonesia. Karena itu, Mahfud menyebut Gerakan Suluh
Kebangsaan menggelar diskusi kelompok terpumpun untuk membuat suatu
perencanaan atau skenario dalam menghadapi mereka.*

*"Nah, itulah kita harus imbangi. Kita akan membuat skenario-skenario
melalui diskusi terbatas hari ini. Ada ahlinya, tokoh Muhammadiyah Pak
Haedar Nashir. Kemudian dari NU, ada Gus Solah," jelasnya.*

*Diskusi kelompok terpumpun (**focus group discussion**/FGD) itu akan
merancang strategi apa saja yang akan digunakan dalam setiap skenario yang
ada. Diharapkan strategi itu dapat menjadi masukan untuk penyelengara
negara.*

[image: photo]*Ketua Umum Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD (tengah)
bersama sejumlah tokoh bangsa memberikan ketengan pers tentang kasus hoax
dan politik identitas dalam Pemilu 2019, di Jakarta, Jumat (16/8/2019).*

*"Ini **kan** dilihat dulu petanya **gimana**, maka ada BIN (Badan
Intelijen Negara) ini. Mana petanya. Sesudah itu, skenario yang ada kita
buat strateginya. Baru nanti kita melangkah sendiri kepada negara,
harusnya **gini**, melakukan apa itu nanti akan diketahui dari skenario
ini," terang dia.*

*Gerakan Suluh Kebangsaan diketahui membuat perencanaan skenario untuk
menghadapi gerakan radikalisme di Indonesia melalui FGD. Dengan adanya
skenario itu, harapan gerakan ini adalah negara dapat mengimbangi paham
radikalisme yang dipandang semakin menyebar di tengah masyarakat Indonesia.*

*"FGD diikuti tidak lebih dari 15 orang pakar di bidangnya masing-masing.
Pakar di bidangnya masing-masing untuk membuat skenario **planning** dalam
rangka menghadapi radikalisme," ucap Mahfud.*

*Dia menyebut, radikalisme dalam konteks ini ialah suatu gerakan yang ingin
mengganti sistem dan ideologi yang sudah mapan dan disepakati bersama di
Indonesia dengan cara-cara yang nirdemokratis. Gerakan Suluh Kebangsaan
disebutnya menolak perubahan dengan cara demikian.*

*"Apakah kita antiperubahan? Tidak. Kita sadar perubahan itu harus
dilakukan. Tapi perubahan kita adalah perubahan gradual. Sistem sudah
mantap diperbaiki, berdasar sistem itu, yaitu sistem negara kesatuan
Republik Indonesia berdasarkan Pancasila," tutur Mahfud.*

Kirim email ke