Apakah dengan dengan diterapkan syariah, masyarakat menjadi sejahtera?
Lihat pada Aceh yang diberlakukan hukum syarah tidak menjadi kaya raya
dengan kekayaan alamnya, tetapi termiskin di Sumatera.

https://indonesiainside.id/ekonomi/2019/08/18/mayoritas-muslim-sulsel-jadi-prospek-ekonomi-syariah/


Mayoritas Muslim, Sulsel Jadi Prospek Ekonomi Syariah
18/08/2019 | 22:29
<https://indonesiainside.id/ekonomi/2019/08/18/mayoritas-muslim-sulsel-jadi-prospek-ekonomi-syariah/>
Ekonomi <https://indonesiainside.id/ekonomi/>
 0
<https://indonesiainside.id/ekonomi/2019/08/18/mayoritas-muslim-sulsel-jadi-prospek-ekonomi-syariah/#comments>
[image: Ini Hidangan Wajib di Masjid Terapung Makassar]

Masjid Amirul Mukminin atau yang lebih tenar dengan sebutan Masjid Terapung
Makassar.Foto: Istimewa

   - *
   
<https://web.whatsapp.com/send?text=Mayoritas%20Muslim%2C%20Sulsel%20Jadi%20Prospek%20Ekonomi%20Syariah%20https%3A%2F%2Findonesiainside.id%2Fekonomi%2F2019%2F08%2F18%2Fmayoritas-muslim-sulsel-jadi-prospek-ekonomi-syariah%2F>*
   -
   -
   -


Oleh: Azhar AP

Indonesiainside.id, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan selalu
berada di atas 7 persen. Capaian itu di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi
nasional yang hanya sekitar 5 persen.

Selain itu, Sulsel juga sebagai hub daerah Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Dari berbagai potensi yang dimiliki, daerah ini diyakini memiliki prospek
cerah untuk pengembangan ekonomi syariah. Apalagi, mayoritas penduduknya
beragama Islam.

“Penduduk Sulsel yang sekitar 9 juta jiwa itu mayoritas adalah muslim,
sehingga sangat potensial mengembangkan ekonomi syariah,” kata Wakil
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman pada acara Pekan Ekonomi Syariah
2019 di Makassar, Ahad (18/8).
BacaJuga
BI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah di Sumsel
<https://indonesiainside.id/ekonomi/2019/08/02/bi-dorong-pertumbuhan-ekonomi-syariah-di-sumsel/>
Ikhtiar BI Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia
<https://indonesiainside.id/ekonomi/2019/07/30/ikhtiar-bi-jadikan-indonesia-pusat-ekonomi-syariah-dunia/>

Dengan disokong Ranperda, produk di Sulsel akan tersertifikasi halal. Bagi
UKM mendapatkan keringanan berupa pembebasan biaya sertifikasi halal.

Selama ini sertifikasi halal menjadi momok bagi produsen lokal karena
sangat mahal. Sedikitnya membutuhkan dana Rp2 juta.

Anggota Tim Penyusunan Naskah Akademik Ranperda Pembinaan dan Pengawasan
Produk Halal Ruslan Renggong mengatakan, Ranperda itu nantinya akan
mengawal instruksi pemerintah wajib sertifikasi halal pada Oktober 2019.

Sulsel merupakan daerah yang memiliki potensi dan keunggulan untuk
mengembangkan ekonomi halal. Kendati diakui masih ada beberapa kendala
dalam pengembangan produk halal.

Di antaranya adalah belum tercapainya kesadaran kolektif untuk menjadikan
produk halal. Baik dari sisi produsen maupun konsumen, dalam memenuhi
tuntutan kehalalan dalam perspektif agama dan hambatan biaya bagi
sertifikasi untuk UMKM.

Asisten Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank
Indonesia Yono Haryono mengatakan, pengembangan industri atau produk halal
di Sulsel sangat besar. Sulsel dapat mengembangkan wisata halal dengan dua
ikon wisata yang sudah terkenal hingga mancanegara yakni Pantai Bira di
Bulukumba dan Tana Toraja dengan wisata alam dan budayanya.

Belum lagi potensi lainnya, misalnya produk pangan, kosmetik halal,
keuangan syariah, media dan rekreasi serta makanan halal. Terlebih lagi,
Makassar terkenal sebagai surga wisata kuliner.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel Anggiat Sinaga
membenarkan hal itu. Dia mengungkapkan tingkat okupansi hunian hotel di
Makassar yang turun hingga 20 persen belakangan ini, dapat dibangkitkan
kembali. Caranya, menghadirkan hotel syariah untuk mendukung wisata halal.

Bercermin dengan negara tetangga, lanjut dia, Thailand dan Filipina yang
penduduknya minoritas muslim ternyata dapat meningkatkan ekonominya 20 – 30
persen dengan menghadirkan wisata halal di negaranya.

Berkaitan dengan hal itu, Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi KpW
Bank Indonesia Sulawesi Selatan Endang Kurnia Saputra pada penutupan Pekan
Ekonomi Syariah 2019 mengatakan, ke depan semua potensi yang dibungkus
dalam ekonomi syariah itu akan menjadi primadona di Indonesia.

“Kami mendorong perkembangan ekonomi syariah di Sulsel tak hanya itu, kami
juga mendorong ekonomi syariah di seluruh Indonesia agar menjadi primadona
di nusantara ini,” ujar Endang. (Aza/Ant)

Kirim email ke