Pemerintah Hong Kong Tegaskan Dukungan Terhadap Kepolisian Menegakkan
Hukum
http://indonesian.cri.cn/20190819/e801ec22-4747-8d88-3b74-a3bb4a7dc160.html
2019-08-19 10:35:40
Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Hong Kong menyatakan penyesalan
seraya menegaskan kembali dukungannya terhadap penegakan hukum pihak
kepolisian, berkenaan dengan adanya organisasi menggelar perkumpulan
kemarin (18/8) dengan semboyan yang ditujukan terhadap pihak kepolisian.
Juru bicara pemerintah Hong Kong menyatakan, setelah diadakannya
demonstrasi dan perkumpulan selama dua bulan yang lalu, demonstran
radikal dan kekerasan berkali-kali menyerbu garis penjaga pihak
kepolisian, secara sembarangan memblokade jalan, merusak sarana publik,
menyalakan api di berbagai tempat, menyerang anggota kepolisian dengan
menggunakan senjata agresif, adapun yang melemparkan batu dan bom
bensin, sehingga sebagian kantor polisi mengalami serangan dan kerusakan
sejumlah lebih dari 75 kali. Pihak kepolisian tetap mengambil sikap
toleransi dalam menangani peristiwa pelanggaran tersebut, para polisi
hanya membubarkan para pendemo dengan kekuatan bersenjata seminimal pada
saat mengalami kekerasan dan penyerangan, guna memulihkan tata tertib
sosial. Sejauh ini, sekitar 180 polisi cedera akibat mengalami serangan
dari para pendemo kekerasan.
Juru bicara tersebut menyatakan, pemerintah Hong Kong dengan sekuat
tenaga mendukung penegakan hukum pihak kepolisian, dengan tulus hati
menyatakan terima kasih kepada pihak kepolisian yang berupaya memulihkan
tata tertib dan ketenteraman masyarakat, sementara menindak pendemo
kekerasan yang tanpa menghiraukan hukum, melindungi jiwa dan harta benda
warga.
Juru bicara mengatakan, pemerintah Hong Kong sangat menghormati hak para
warga untuk menggelar perkumpulan damai dan mengutarakan kebebasan,
sementara menyerukan sekali lagi para pendemo mengutarakan pandangan
dengan cara damai dan rasio, menolak kekerasan, agar Hong Kong secepat
mungkin memulihkan ketertiban.
Berbagai Kalangan Luar Negeri Kecam Kekerasan
http://indonesian.cri.cn/20190819/467d3a40-c5d9-3838-5fe4-411fb3d5b059.html
2019-08-19 10:43:00
Selama beberapa hari ini, berbagai kalangan luar negeri menegaskan
kembali dukungannya terhadap pendirian pemerintah Tiongkok dalam masalah
Hong Kong, mencela peristiwa kekerasan yang terjadi di Hong Kong dan
intervensi kekuatan eksternal, mendukung pemerintah Daerah Administrasi
Khusus Hong Kong dan pihak kepolisian untuk mencegat kekerasan dan
kekacauan sesudah dengan hukum, memelihara kemakmuran dan kestabilan
Hong Kong.
Kepresidenan Palestina dalam pernyataannya baru-baru ini menegaskan
kembali dukungannya terhadap Tiongkok untuk memelihara kedaulatan dan
keutuhan wilayah, menolak intervensi eksternal dan memelihara stabilitas
Hong Kong.
Harian Rodong Simun Korea Utara dalam artikelnya menegaskan, Korea Utara
mendukung sepenuhnya partai dan pemerintah Tiongkok untuk mempertahankan
prinsip “satu negara, dua sistem”, dan berbagai langkah untuk dengan
tegas membela keutuhan wilayah negara.
Ketua Asosiasi Promosi Perdamaian dan Penyatuan Tiongkok di Filipina,
Zhang Zhaohe menyatakan, urusan Hong Kong semata-mata tergolong urusan
dalam negeri Tiongkok, tak diperkenankan kekuatan eksternal mana pun
yang melakukan intervensi. Percobaan apa pun yang mengacaukan Hong Kong
dan menyabot perkembangan damai Tiongkok akan mengalami kegagalan.
Sejumlah 20 lebih organisasi masyarakat Tionghoa di Australia dalam
pernyataan bersama baru-baru ini menyatakan tentangan terhadap tindakan
yang melanggar tata tertib dasar Hong Kong, menentang kekuatan eksternal
mana pun yang melakukan intervensi Hong Kong, menentang segala perbuatan
yang memecah-belah Tiongkok. Pernyataan menghimbau pula para warga Hong
Kong untuk mencegah kekerasan dan kekacauan ekstremis, bersatu padu,
menjaga prinsip “satu negara, dua sistem”, memelihara kemakmuran dan
kestabilan Hong Kong.
Berbagai Kalangan Hong Kong Serukan Anti Kekerasan
http://indonesian.cri.cn/20190819/f295b51b-40a9-443f-879f-22172440f57d.html
2019-08-19 10:47:04
Berbagai surat kabar Hong Kong kemarin (18/8) melaporkan perkempulan
yang diikuti oleh puluhan ribu warga Hong Kong untuk “anti kekerasan dan
selamatkan Hong Kong”. Berbagai media dan kalangan menegaskan,
perkumpulan kemarin telah mengutarakan harapan bersama para warga untuk
mencegat kekerasan dan kekacauan, seraya menyerukan para warga untuk
mendukung tegas pemerintah dan pihak kepolisian, bersama-sama memelihara
kemakmuran dan kestabilan sosial.
Harian Takungpao dalam laporannya mengutip puluhan warga peserta
perkumpulan menyatakan bahwa para warga Hong Kong membenci aksi
kekerasan, dengan tegas mendukung pemerintah dan pihak kepolisian.
Harian tersebut menegaskan, suara para warga menjelaskan bahwa kebencian
para warga sudah mencapai titik tertinggi, para warga sudah sadar, sudah
“tak bisa tahan lagi”, kalau perusuh tidak mundur lagi, maka akhirnya
mereka akan menelan buah pahit.
Harian Wenweipo secara titik berat melaporkan sebuah surat yang ditulis
oleh seorang istri polisi kepada anaknya, mengutarakan suara polisi dan
anggota keluarganya yang berupaya menjalankan kewajibannya. Sementara
itu, surat kabar tersebut memuat wawancara dengan puluhan tokoh dari
kalangan industri, perdagangan dan kebudayaan yang menyatakan
tentangannya terhadap kekerasan.
Harian Hong Kong Commercial Daily dan Harian Sing Tao Daily memuat
sejumlah foto terkait perkumpulan.
Tokoh berbagai kalangan masyarakat Hong Kong menyatakan sikapnya untuk
mendukung perkumpulan kemarin, sementara menyatakan kecaman keras
terhadap demonstran, menghimbau para warga untuk mencegah kekerasan dan
kekacauan, mengembangkan ekonomi dan memulihkan kehidupan masyarakat
yang damai dan tenang.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com