https://www.gatra.com/detail/news/435244/politic/ijtimak-ulama-iv-putuskan-tidak-akui-pemerintahan-terpilih


*Ijtimak Ulama IV Putuskan Tidak Akui Pemerintahan Terpilih*

Gatra.com | 05 Aug 2019 20:04


*Bogor, Gatra.com-*  Ijtimak Ulama IV yang digelar di Hote Lor In, Sentul,
Bogor hari ini, Senin (5/8) memutuskan menolak pemerintahan terpilih sebab
menurut pembahasan dalam Ijtimak tersebut, Jokowi - Ma'ruf Amin terpilih
berdasarkan kecurangan yang terstruktur, sistematis, masif dan brutal.

"Dengan ini Ijtimak Ulama dan Tokoh ke IV memutuskan, menolak Kekuasaan
yang berdiri [di] atas dasar kecurangan dan kezaliman, serta mengambil
jarak dengan kekuasaan tersebut," ujar Ketua Gerakan Nasional Pengawal
Fatwa (GNPF) Ulama, Yusuf Martak saat membacakan keputusan Ijtimak.

Yusuf melanjutkan, Ijtimak juga menolak segala putusan hukum yang tidak
sesuai prinsip keadilan. Di poin berikutnya, menghasilkan
keputusan, membentuk tim investigasi dan advokasi untuk mengusut tuntas
kematian lebih dari 500 Petugas KPPS dan lebih dari 11 ribu Petugas KPPS
yang jatuh sakit.

Salain itu, tim tersebut akan mengusut ratusan demonstran yang terluka dan
10 korban jiwa dalam kerusuhan 21-22 Mei di depan Gedung Bawaslu. Ijtimak
Ulama IV juga memutuskan untuk mewujudkan NKRI Bersyariah dan menjadikan
kitab suci berada di atas konstitusi dalam bernegara.

"Mewujudkan NKRI Bersyariah yang berdasarkan pancasila sebagaimana
termaktub dalam Pembukaan dan batang tubuh UUD 1945 dengan prinsip ayat
suci di atas ayat konstitusi. [Ini] agar diimplementasikan dalam kehidupan
beragama, berbangsa, dan bernegara," ucap Yusuf.

Selain itu, Ijtimak Ulama akan dilembagakan dari tingkat pusat hingga
daerah antarormas Islam dan parpol Islam. Dari aspek ekonomi, Ijtimak Ulama
IV menyerukan umat Islam untuk mengonversi simpanan di bank dalam bentuk
logam mulia.

 *Reporter: Ahmad Jilul Qurani Farid *
*Editor: Annisa Setya Hutami*

Kirim email ke