----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Marco 45665 [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: Ronggo Gmail ronggo. 
Sunny <[email protected]>; Chalik Hamid 
<[email protected]>; '[email protected]' 
[email protected] [temu_eropa] <[email protected]>; Sheila 
Kartika [email protected] [PERS-Indonesia] 
<[email protected]>; Redaksi DMS DMS Group 
[email protected] [Media_Nusantara] 
<[email protected]>Terkirim: Selasa, 20 Agustus 2019 14.44.53 
GMT+2Judul: Re: [nasional-list] KontraS Sayangkan Pernyataan Jokowi Soal Papua
     

>> MENGAPA  itu Koordinator Kontras Yati Andrian   TIDAK MENYINGGUNG  DAN 
>> MEMPERJUANGKAN KORBAN ORANG HILANG (Terutama Korabna Orang hilang di era  
>> Orba Soeharto dan dalam rangka Operasi MAWAR...? INI jelas masalah Nasional 
>> yang sampai sekrang belum terselesaikan >> Lalu MENGAPA  itu Koordinator 
>> Kontras Yati Andrian Tidak lebih baik berjuang melawan golongan Separatisme 
>> OPM yang disupport Kerajaan Inggris Inggris Raya ..ketimbang mempersoalkan 
>> Orang2 Hilang dan  Korban Tindak Kekerasansebagai akibat KEKERASAN 
>> GEROMBOLAN SEPARTIS BERSENJATA PAPUA BARAT yang diorgansiri dari London , 
>> dimana beberapa Pentolan Gerombolan Separtisime mendapat Suaka di Inggris 
>> Raza dan mendapat gelar CAMOUFLAGE  '' PAHLAWAN FREEDOM OXFORD '' dari Pem. 
>> Inggris (yang sebenarnya yang dimaksud sebagai Signal '' FREEDOM WEST PAPUA 
>> dibawah Kekuasaan Inggris'' ?>> BERAPA  £  ATAU $ Yati Andrian Sebagai 
>> Koordinator KONTRAS dibayar oleh Amnesti International atau oleh Lembaga2 
>> Humanisme international lainnya dan atau bahkan mendapat Pesanan dari Dewan 
>> Keamanan PBB ...dibawah Trump & Johnson? >> Lalu MENGAPA PULA  Yati Andrian 
>> selaku Koordinator Kontras TIDAK MEMPROTES KERAS KEKERASAN - PENEMBAKAN , 
>> PENCULIKAN dan PEMBUNUHAN terhadap kELOMPOK Manusia2 bersenjata dan  
>> SEPARATIS  OPM yang menembaki dan membunuh ANgGOTA PETUGAS KEPOLISIAN R.I  
>> dan TNI yang sedang dalam Tugas Harian menjaga keamanan dan ketertiban 
>> Daerah ( Tidak sedang Melakukan Operasi Militer )**  JANGAN SOK BERAKTIVIS 
>> ...jika Tak tahu dan Tak sadar bahwa Gerakan dan Protes 2 Kalian terhadap 
>> Pemerintah R.I kemungkinan karena Kebodohan dan atau Ketidaktahuan Kalian 
>> dan mungkin kalian Sadari atau Tidak sebenarnya telah  Ditunggangi 
>> Kepentingan ASING !! 
//// BERSATU KITA TEGUH  ...... SEPARATISME HARUS RUNTUH 
On Tue, 20 Aug 2019 at 13:35, Sunny ambon [email protected] [nasional-list] 
<[email protected]> wrote:

     

 
 



 
http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/7342/kontras_sayangkan_pernyataan_jokowi_soal_papua
 
KontraS Sayangkan Pernyataan Jokowi Soal Papua
 
 Selasa , 20 Agustus 2019 | 17:16
 
 Sumber Foto Dok/Ist
Yati Andriani
 

 
 

 
 
JAKARTA - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) 
menyayangkan pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta masyarakat dan 
mahasiswa Papua untuk saling memaafkan atas insiden pengepungan asrama 
mahasiswa Papua di Surabaya yang berbuntut kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, 
Senin (19/8/2019). KontraS menganggap Jokowi seharusnya menyampaikan permintaan 
maaf kepada masyarakat Papua.
 
Koordinator Kontras Yati Andriani menganggap peristiwa yang terjadi di 
Manokwari, Papua Barat dan Jayapura, Papua pada Senin (19/8/2019) merupakan 
puncak dari segala diskriminasi yang telah dialami oleh masyarakat dan 
mahasiswa Papua.
 
Sebelum peristiwa ini, Yati menyebut telah terjadi banyak pelarangan dan 
pengekangan terhadap hak berpolitik, ekonomi, sosial dan budaya yang tidak 
didapatkan oleh masyarakat Papua.
 
Permintaan Jokowi untuk saling memaafkan dinilainya tidak menyelesaikan 
permasalahan Papua. Yati menilai dalam hal ini masyarakat Papua sebagai korban, 
sehingga seharusnya Jokowi meminta maaf kepada masyarakat Papua, atas 
diskriminasi dan rasisme selama ini.
 
"Itu semua menunjukkan ada hal penting, hal rumit di Papua, sehingga cara 
presiden hanya dengan menyatakan mari kita saling memaafkan, itu pernyataan 
yang tidak cukup untuk menjawab persoalan-persoalan yang terjadi di Papua," 
ujar Yati di Kantor KontraS, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019).
 
"Kami ingin presiden menyatakan sebagai presiden, kepala negara, meminta maaf 
terhadap rasisme dan diskriminasi terhadap masyarakat Papua dan menyatakan 
bahwa siapapun yang terlibat dengan tindakan-tindakan tersebut harus dihukum 
sesuai proses hukum yang ada," katanya.
 
Presiden Jokowi sebelumnya mengakui ada hal yang membuat masyarakat Papua 
tersinggung. Namun dia mengajak masyarakat Papua bersikap memaafkan."Jadi, 
saudara-saudaraku, Pakce Mace, mama-mama di Papua, di Papua Barat, saya tahu 
ada ketersinggungan. Oleh sebab itu sebagai saudara sebangsa setanah air, yang 
paling baik memaafkan. Emosi itu boleh tapi memaafkan itu lebih baik. Sabar itu 
juga lebih baik," kata Jokowi.
 
Yati bersama dengan KontraS dan LSM lainnya mendesak supaya Jokowi memastikan 
jaminan perlindungan bagi mahasiswa dan masyarakat Papua dari segala bentuk 
tindakan diskriminatif, rasial, kekerasan, persekusi, intimidatif, dan represif.
 
Selain itu, dia juga meminta kepolisian melakukan proses hukum secara 
transparan, akuntabel dan berimbang terhadap siapapun yang melakukan tindakan 
diskriminatif, rasial, kekerasan, persekusi, intimidatif, dan represif terhadap 
mahasiswa dan masyarakat Papua.
 
 





   

 
|  | Bez virů. www.avast.com  |

    

Kirim email ke