Rusia, China minta DK PBB bahas perkembangan rudal AS
Kamis, 22 Agustus 2019 08:36 WIB
Rusia, China minta DK PBB bahas perkembangan rudal AS
Rudal jarak-menengah diluncurkan dari Pacific Missile Range Facility
sebelum berhasil dihalangi oleh rudal Standard Missile-6 ditembakkan
dari kapal perusak rudal USS John Paul Jones di Kauai, Hawaii, Amerika
Serikat, Selasa (29/8/2017). (Latonja Martin/U.S. Navy/Hando)
PBB (ANTARA) - Rusia dan China meminta Dewan Keamanan PBB untuk bertemu
pada Kamis terkait "pernyataan pejabat AS soal rencana mereka
mengembangkan dan mengerahkan rudal jangka menengah," menurut permohonan
yang dilihat oleh Reuters.
Moskow dan Beijing ingin menggelar pertemuan dengan dewan beranggotakan
15 negara tersebut di bawah agenda "ancaman terhadap perdamaian dan
keamanan internasional" dan telah meminta agar kepala urusan gencatan
senjata PBB, Izumi Nakamitsu, memberi pengarahan singkat kepada badan
tersebut.
Pentagon pada Senin mengatakan pihaknya menguji coba rudal jelajah yang
dikonfigurasi secara konvensional, yang menghantam targetnya setelah
terbang lebih dari 500 km, uji coba pertama rudal jenis itu sejak AS
mundur dari Pakta Nuklir Jarak Menengah (INF) era Perang Dingin.
Uji coba tersebut akan dilarang berdasarkan pakta INF, yang melarang
rudal berbasis darat dengan jangkauan antara 310 hingga 3.400 mil,
mengurangi kemampuan kedua negara untuk meluncurkan serangan nuklir
dalam waktu singkat.
Washington secara resmi mundur dari pakta bersejarah 1987 dengan Rusia
pada 2 Agustus setelah memastikan bahwa Moskow melanggar pakta tersebut,
tuduhan yang dibantah oleh Kremlin.
Presiden Rusia Vladimir Putin, Rabu, mengatakan AS kini dalam posisi
akan mengerahkan rudal jelajah darat baru ke Rumania dan Polandia,
skenario yang ia anggap sebagai ancaman, yang harus direspons oleh Moskow.
AS mengaku tidak berencana mengerahkan rudal darat baru ke Eropa.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, pada Selasa
mengatakan bahwa uji coba tersebut memperlihatkan AS sedang memprovokasi
konflik dan perlombaan senjata baru, yang akan menjadi dampak negatif
yang serius bagi keamanan kawasan dan juga global.
Sumber: Reuters
*Baca juga:Kepala Pentagon AS dukung penempatan rudal di Asia
<https://www.antaranews.com/berita/992554/kepala-pentagon-as-dukung-penempatan-rudal-di-asia>
Baca juga:Rusia tak punya rencana pasang rudal baru jika AS juga tidak
<https://www.antaranews.com/berita/1018334/rusia-tak-punya-rencana-pasang-rudal-baru-jika-as-juga-tidak>
Baca juga:NATO siap tanggapi pelanggaran rudal oleh Rusia
<https://www.antaranews.com/berita/991436/nato-siap-tanggapi-pelanggaran-rudal-oleh-rusia>*
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Atman Ahdiat
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com