Ketiban durian runtuh apa kepala nggak benyok ya?---

Ibu Kota Pindah, Para Pengembang Ini Ketiban Durian Runtuh

NEWS - Suhendra, CNBC Indonesia 23 August 2019 06:35

Foto: Ilustrasi Gedung Perkantoran di Jakarta (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Diam-diam para pengembang kakap sudah memiliki stok 
lahan di kawasan Kalimantan Timur (Kaltim) terutama di Balikpapan dan 
Samarinda. Kedua kota mengapit calon lokasi ibu kota Indonesia yang baru 
nantinya. 

Ketua DPD Realestate Indonesia (REI) Kaltim Bagus Susatyo mengatakan memang ada 
para pengembang besar yang sudah punya stok lahan di kedua kota tersebut. 
Mereka sudah menyiapkannya jauh-jauh hari sebelum ada rencana pemindahan ibu 
kota. 

Ia bilang Sinarmas Land punya cadangan lahan sampai 200 hektar di Balikpapan, 
dan jumlah yang sama di Samarinda Kaltim. Bagus bilang Agung Podomoro juga 
punya lahan hektaran di Balikpapan maupun Samarinda. 


| 
Baca:
Ibu Kota akan Pindah ke Kaltim, Sudah Ada Uangnya? |



Pengembang lain seperti Ciputra juga punya lahan hektaran di kedua kota 
tersebut. Ciputra memang punya kerja sama operasi di Balikpapan dan Samarinda. 
Selain itu, ada pengembang lain yang punya cadangan lahan di Kaltim. 

"Itu sudah sejak 10 tahun lalu," kata Bagus kepada CNBC Indonesia,Kamis (22/8) 

Bagus mengatakan dampak pemindahan ibu kota tentu akan berimplikasi berputarnya 
ekonomi terutama dalam jangka pendek dari biaya pembangunan yang mencapai Rp400 
triliun lebih. Belum lagi adanya pembangunan kawasan permukiman dan pusat 
komersial lainnya. Properti di Kaltim dalam empat tahun terakhir sedang mandek, 
adanya lokasi ibu kota baru akan mengerek kawasan ini. 

"Yang jelas akan ada proses konstruksi dan pembangunan paling tidak ada sentral 
ekonomi yang bergerak, hunian tetap berjalan kalo pasca tambang sudah habis di 
Kaltim, sekarang dengan ibu kota baru, ada sedikit harapan," katanya.

Direktur PT Ciputra Development Tbk Tulus Santoso Brotosiswojo mengakui 
perseroan memang punya banyak proyek di dua kota di Kaltim, di Balikpapan dan 
Samarinda. 


| 
Baca:
Soal Ibu Kota, Menteri Bambang: Spekulan Tanah Pasti Rugi! |



"Iya itu memang proyek pengembangan oleh CTRA tapi under KSO (Kerja Sama 
Operasi) artinya land bank tersebut milik partner lokal kita," katanya. 

Sementara itu, Direktur Sinar Mas Land Ignesjz Kemalawarta, tak mau menjawab 
saat dikonfirmasi. Ia bilang masalah stok lahan perseroan di Kaltim "masih 
rahasia". 


Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) F. 
Justini Omas bahkan tak merespons saat dikonfirmasi. (hoi)



Kirim email ke