Ayo, siapa lagi yang mau bantu pihak berduit kuasai tanah di pusat JKT -- dan 
menggusur presiden / pemerintah ke pulau lain... 
On Wednesday, August 7, 2019, 8:25 PM, ajeg wrote:
Cara ampuh melupakan korban gempa Lombok dan Palu yang masih tinggal di 
tenda-tenda pengungsian.
-
"...Artinya dengan Rp 150 triliun bisa menutup untuk bangun istana, pangkalan 
TNI, dan kebutuhan rumah dinas," 
Jokowi 'Jual' Aset Negara di Thamrin Cs Rp 150 T, Buat Apa?
News - Chandra Gian Asmara, CNBCIndonesia06 August 2019 13:31
Jakarta,CNBC Indonesia- Pemindahan ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia 
(NKRI) dari Jakarta kesalah satu lokasi di Kalimantan membutuhkan anggaran yang 
tidak sedikit,mencapai Rp 466 triliun. Salah satu komponen utama pendanaan 
bersumber dariAnggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro 
menjelaskankomponen APBN yang akan digunakan berasal dari sisi belanja negara 
yang harusdibiayai dari penerimaan.
"Kalau pakai pajak kan itu APBN murni. Nah kalau pakai aset di Jakartabisa jadi 
sumber penerimaan baru alias PNBP (Pendapatan Negara BukanPajak)," ujar Bambang 
kepada wartawan selepas mengikuti rapat terbatas diKantor Presiden, Kompleks 
Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/8/2019).
"Potensinyasangat kasar. Kami lakukan pemetaan potensi aset di Medan Merdeka, 
Kuningan,Sudirman, dan Thamrin perkiraan Rp 150 triliun. Ini bisa menambal 
kebutuhanAPBN. Tadinya dari APBN butuh Rp 93 triliun. Artinya dengan Rp 150 
triliun bisamenutup untuk bangun istana, pangkalan TNI, dan kebutuhan rumah 
dinas,"lanjut Bambang.
Menurutdia, anggaran pemindahan ibu kota akan masuk dalam APBN 2020 dan 
bersifatmultiyears. Ini mengingat secara keseluruhan proses ini membutuhkan 
waktusekitar 25 tahun. Mulai dari pembangunan pusat pemerintahan hingga 
kawasanpendukung.
"Sebentar lagi Presiden akan umumkan lokasi definitif. 2021 fullkonstruksi. 
2024 proses pemindahan tahap pertama sudah dilakukan," kataBambang.
Pada hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas 
terkaitpemindahan ibu kota di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, 
Jakarta,Selasa (6/8/2019). Dalam kesempatan itu, Jokowi menegaskan pilihan 
pemerintahsudah jelas bahwa ibu kota negara akan dipindahkan ke Kalimantan.
"Kita harus melihat visi besar 10 tahun, 50 tahun, 100 tahun yang akandatang 
dalam kita berbangsa dan bernegara," katanya. (miq/miq)

Kirim email ke