Bukankah ini merupakan kesimpulan melompat, sudah menuding jual negara?
Dimana kesalahan Jokowi mendekati dan berusaha menggunakan 4 konglomerat
dunia ini untuk menyedot investasi modal-asing di Indonesia?
Apalagi hanya melihat usaha bantuan asuransi Tai Ping sekadar gunakan
sistem teknologi dan informasi utk BPJS Kesehatan, ... sudah dinyatakan
menjual negara???!!!
'Lusi D.' [email protected] [GELORA45] 於 24/8/2019 23:05 寫道:
Ini boleh juga disebut penjualan negara dan bangsa!
Dibocorkan karena belum bayar komisi? Hehehe
Sabtu,24 Agustus 2019 | 12:52:06 WIB
Sttt... Luhut Bocorkan Empat Konglomerat Dunia yang Kini Jalin
Kedekatan dengan Jokowi, Ada Kepentingan Ini Dibaliknya...
JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut
Binsar Panjaitan menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk
menjalin kedekatan dengan 4 konglomerat dunia.
Hal itu dilakukan untuk membangun kepercayaan investor demi menggerek
investasi di Indonesia.
"Dulu, kita nyari-nyari lalu saya bilang 'Pak (Jokowi), ini saja. Kalau
empat ini kita pegang itu sudah memberikan confidence (keyakinan) untuk
yang lain-lain, termasuk yang menengah'," ujar Luhut saat berkunjung ke
kantor CNNIndonesia.com, Jumat (23/8/2019).
Pertama, kata Luhut, Jokowi membangun kedekatan dengan CEO Softbank
Group Masayoshi Son. Son merupakan orang terkaya ke-2 di Jepang dan
ke-43 di dunia versi Forbes 2019. Total kekayaannya mencapai US$21,3
miliar atau sekitar Rp302 triliun (kurs Rp14.200 per dolar AS),
Saat ini, SoftBank telah menyuntik dana untuk Grab Indonesia sebesar
US$2 miliar atau setara dengan Rp28,4 triliun.
Selain itu, Softbank juga mengungkapkan minatnya untuk berinvestasi
dalam pengembangan mobil listrik di Indonesia. Rencananya, investasi
Softbank di Indonesia nantinya akan mencapai US$5 miliar atau sekitar
Rp71 triliun.
"Dana pensiun Jepang juga ditaruh di Masayoshi Son," ujar Luhut.
Kedua, membangun kedekatan dengan Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin
Salman (MBS) untuk mengundang investasi dari Arab Saudi. Forbes
menyebut MBS sebagai orang terkuat ke-8 di dunia pada 2018.
April lalu, Jokowi bertemu dengan MBS untuk membahas berbagai peluang
kerja sama antara kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, Arab Saudi tertarik untuk melakuan kerja sama
di bidang energi dan pariwisata.
Ketiga, Putra Mahkota Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed
Al-Nahyan (MBZ) yang juga menjabat sebagai Wakil Panglima Tertinggi
Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab (UEA).
Saat MBZ berkunjung ke Indonesia pada Juli lalu, kedatangannya diterima
oleh Jokowi.
"Saya lihat MBZ dengan Presiden (Jokowi) itu menjadi temanan baik,"
ujarnya.
Di sela kunjungannya, MBZ menyaksikan penandatangan perjanjian komitmen
investasi antara perusahaan Indonesia dan UEA. Salah satunya.
perjanjian kerja sama antara Pertamina dan Abu Dhabi National Oil
Company (ADNOC) terkait pengembangan fasilitas pengolahan minyak di
Balikpapan, Kalimantan Timur. Selain itu, sambung Luhut, UAE juga
berniat untuk menggarap lahan pertanian di Kalimantan. Diketahui, total
komitmen investasi UEA di Indonesia yang diteken saat itu mencapai
US$9,7 miliar atau sekitar dengan Rp136 triliun.
Keempat, CEO Ping An Insurance Group Co Peter Ma Mingzhe. Ping An
Insurance merupakan perusahaan asuransi terbesar di China. Tahun lalu,
total asetnya mencapai 7,14 triliun yuan China atau sekitar Rp14 ribu
triliun.
Luhut mengungkapkan Ping An Insurance menawarkan bantuan untuk
mengevaluasi sistem Teknologi dan Informasi (TI) BPJS Kesehatan.(R04)
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com