Buntut Aksi di Asrama Mahasiswa Papua, Wakil Ketua FKPPI Surabaya Dicopot
Kompas.com - 23/08/2019, 15:30 WIB BAGIKAN: Komentar (2) Sejumlah polisi
menggunakan perisai mendobrak dan menjebol pintu pagar Asrama Papua
Surabaya di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2019).(
KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN) Penulis Kontributor Surabaya, Achmad Faizal |
Editor Robertus Belarminus SURABAYA, KOMPAS.com — Forum Komunikasi
Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI/Polri ( FKPPI) Surabaya merasa
tidak pernah mengintruksikan anggotanya untuk menggelar aksi di depan
Asrama Papua Surabaya di Jalan Kalasan pada 16 Agustus 2019. Ormas ini juga
mengaku telah mencopot anggotanya yang menjadi motor aksi di lokasi
tersebut. "Nama ormas FKPPI Surabaya hanya dicatut. Kami tidak pernah
menginstruksikan untuk menggelar aksi protes di Jalan Kalasan," kata Ketua
FKPPI Surabaya Hengki Jajang saat dikonfirmasi, Jumat (23/8/2019). Baca
juga: TNI-Polri Deteksi Egianus Kogoya Akan Susupi Aksi Massa di Papua
Dalam berita yang beredar, FKPPI Surabaya adalah salah satu kelompok ormas
yang turun jalan saat itu. Bahkan, Tri Susanti, salah satu pengurus FKPPI
Surabaya, menjadi koordinator lapangan (korlap) dalam aksi itu. "Tri
Susanti adalah Wakil Ketua FKPPI Surabaya, tapi dalam aksi kemarin tidak
pernah ada komunikasi," ujar dia. Karena itu, dia memastikan aksi yang
dikoordinatori oleh Tri Susanti bukanlah aksi yang digelar FKPPI Surabaya
secara kelembagaan, tetapi aksi yang dilakukan secara personal. Sementara
itu, berdasarkan hasil pertemuan dengan pengurus FKPPI Jawa Timur, sejak
Kamis (22/8/2019) pihaknya mengeluarkan Tri Susanti dari pengurus FKPPI
Surabaya. "Ini sudah keputusan organisasi karena yang bersangkutan telah
melakukan hal di luar instruksi organisasi dan dampaknya mengancam keutuhan
NKRI," ujar dia. Baca juga: TNI: KKB di Wamena Ingin Rampas Logistik di
Pasar Jibama Tri Susanti sendiri sebelumnya pernah menyampaikan permintaan
maaf karena massa aksi di depan asrama Papua itu meneriakkan ujaran rasial.
"Kami minta maaf jika ada massa aksi yang melontarkan kata-kata rasial,"
kata dia. Aksinya saat itu sejatinya untuk memprotes rusaknya bendera Merah
Putih di depan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya. "Kami hanya ingin
bendera Merah Putih juga berkibar di depan Asrama Mahasiswa Papua karena
setiap tahun mereka tidak pernah mengibarkan," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com <http://kompas.com/> dengan judul
"Buntut Aksi di Asrama Mahasiswa Papua, Wakil Ketua FKPPI Surabaya
Dicopot",
https://regional.kompas.com/read/2019/08/23/15302061/buntut-aksi-di-asrama-mahasiswa-papua-wakil-ketua-fkppi-surabaya-dicopot
..
Penulis : Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Editor : Robertus Belarminus

Kirim email ke