Saya kira orang2 Hong Kong yg super-kaya seperti Li Ka Shing adalah 
pro-Tiongkok. Kedua anak L K Shing adalah WN Kanada. Tidak sedikit penduduk 
"middle class" di HK yg mempunyai WN Kanada dan Australia. Mereka akan pindah 
kembali ke Kanada dan Australia kalau mereka ingin pindah negara. 

 Saya yakin penduduk yg beruang/kaya (middle class) akan lebih memilih 
Singapura atau Malaysia utk meng-parkir uang/kekayaannya daripada di Bantam. 
Situasi keamanan/kestabilan di Indonesia tidak sebaik di Singapura atau 
Malaysia dimana Islam radikal yg makin berpengaruh di Indonesia akan membuat 
mereka tidak nyaman utk meng-parkir uang mereka. Kalau utk pindah negara, sih, 
pasti akan memilih Kanada atau Australia. New Zealand adalah negara imigran 
pilihan ketiga. Di Kanada di provinsi tertentu dan di Australia, ada program 
dari pemerintah utk bisa menjadi imigran/permanent resident kalau mau 
meng-invest paling sedikit $500,000 atau $1,000,000 kalau calon imigran tidak 
mempunyai skill atau kualifikasi yg diperlukan oleh ketiga negara ini. Saya 
kira calon imigran sekarang akan sungkan ke Amerika sebab politik anti-imigran 
dibawah Trump. Selain itu lebih tentram dan lebih baik jaminan sosialnya di 
Kanada, Australia atau New Zealand.
 

 Perubahan demography di Kanada sangat menyolok, tidak sedikit orang dari Syria 
(pengungsi) dan negara2 Afrika, yg bekerja ditempat kerja yg tidak memerlukan 
keahlian tinggi. Kemarin dulu, saya ke bank dan agak heran, hampir semua 
pegawai nya (kira2 80%) adalah orang asal India dan China.
 

Kirim email ke