Ujaran rasis dan tindakannya bukan baru sekarang, tetapi berlaku lama, mungkin sekali sejak masuk dalam NKRI , maka oleh karena mantan gubernur Bonay dan orang-orang Papua yang dibawa oleh delegasi Indonesia ke sidang PBB untuk perundingan Irian Barat ”kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi” minggat ke hutan pada tahun 1970-an. Waktu itu Jouwe cs dibawa oleh pihak Belanda ke forum dan perundingan tsb. Sekarang pada hari tuanya Jouwe telah kembali dalam pelukan Ibu Pertiwi.
http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/7459/lima_prajurit_tni_koramil_tambaksari_surabaya_diskors *Lima Prajurit TNI Koramil Tambaksari Surabaya Diskors* Senin , 26 Agustus 2019 | 07:59 Sumber Foto Tribunnews.com Asrama mahasiswa Papua di Surabaya SURABAYA--Lima anggota Koramil 0831/02 Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur dikenakan skors oleh Kodam V/Brawijaya lantaran diduga terlibat dalam insiden ujaran rasisme di Asrama Mahasiswa Papua pekan lalu. Kapendam V/Brawijaya, Letkol Imam Haryadi mengatakan, pemberian skors ini dilakukan untuk mempermudah proses penyelidikan terjadap lima anggota Koramil terdebut. “Sementara dibebastugaskan sejak 20 Agustus. Ini untuk mempermudah proses penyelidikan atas dugaan ujaran rasis terhadap mahasiswa Papua,” kata Imam di Surabaya, Minggu (25/8/2019). Adapun proses penyelidikan terhadap kelimanya, lanjutnya, telah rampung berkasnya dan diserahkan ke pihak Polisi Militer Kodam V/Brawijaya. Sementara itu, Imam tak mengungkap nama seluruh anggota Koramil yang diskors ini. Ia hanya mengatakan, salah satunya ialah Komandan Koramil 0831/02 Tambaksari, Mayor Inf N H Irianto. “Kami akan terus berkoordinasi dengam pihak penyidik untuk melengkapi berkas sidang karena membutuhkan banyak waktu,” tandasnya. Sumber Berita:rri.go.id
