Pentung Tarik Impor Adalah Ancaman Besar bagi Perekonomian Dunia

2019-08-28 11:09:44 http://indonesian.cri.cn/20190828/f8d0f9fb-facc-a21f-dc50-13abeb22e799.html

China Media Grup (CMG) kemarin (27/8) memuat artikel yang berjudul “Pentung tarif impor adalah ancaman besar bagi pertumbuhan ekonomi dunia”.

Artikel itu menunjukkan, baru-baru ini pihak AS mengumumkan akan mengenakan tarif impor tambahan terhadap barang produk Tiongkok senilai US$550 miliar, sehingga meningkatkan risiko pertikaian dagang antar Tiongkok dan AS. Perbuatan AS itu yang bersikeras tidak hanya merugikan ekonominya sendiri, tapi juga mengguncang keyakinan pasar modal internasional, mendampak perdagangan global dan mata rantai industri, sehingga menjadi batu hambatan bagi pertumbuhan ekonomi dunia.

Artikel itu menyatakan,penggunaan pentung tarif impor oleh AS justru bermaksud memaksa perusahaan asing, termasuk perusahaan AS menarik modal dari Tiongkok, demi mengenkang ekonomi Tiongkok. Perbuatan AS itu sama sekali melanggar aturan ekonomi pasar dan aturan persaingan bebas. Harian Wall Street dalam artikelnya menunjukkan, beberapa produsen global yang mencoba angkat kaki dari  pasar Tiongkok telah menyadari bahwa negara lain termasuk Vietnam tidak memiliki syarat baik seperti di Tiongkok, semua basis produksinya dipindahkan dari Tiongkok adalah satu hal yang mustahil.

Artikel itu menekankan, makin banyak kenyataan membuktikan bahwa perang dagang tidak ada yang menang, sedangkan akan mendatangkan risiko besar kepada ekonomi dunia, termasuk juga AS, tindakan AS itu merugikan diri sendiri juga orang lain.



 Ekonom Jepang: Balasan Tiongkok Adalah Wajar

http://indonesian.cri.cn/20190828/d169919b-c23e-48b9-801e-d4d3c30ee4ef.html
2019-08-28 12:11:45

Sekarang ini pertikaran dagang Tiongkok-AS semakin memanas. Untuk itu, periset Institut Dagang Internasional dan Investasi Internasional Jepang (ITI) Ehara Noriyoshi berpendapat, Tiongkok tak dapat tidak melaksanakan tindakan balasan tarif impor, ini adalah perbuatan wajar dan semestinya bagi tindakan bullying yang dijalankan AS.

Ehara Noriyoshi mengatakan,  AS terus meningkatkan pertikaian dagang Tiongkok-Asia, saat ini harga barang-barang di AS telah mulai naik, sehingga mengganggu kehidupan warga biasa di AS.

Ekonom Jepang itu menunjukkan, dulu AS mendukung Tiongkok bergabung dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan menyambut Tiongkok masuk ke sistem ekonomi dunia, demi mendorong perbaikan dan perkembangan sistem ekonomi dan dagang dunia. Sedangkan saat ini AS meluncurkan kritik macam-macam terhadap WTO dan juga menekankan negara lain melalui metode penambahan tarif impor, perbuatan itu sama sekali tidak bisa diterima.

Ehara Noriyoshi berpendapat, pertikaian antar Tiongkok dan AS tidak hanya di biang ekonomi dan perdagangan, lebih-lebih disebabkan kekhawatiran AS pada penguatan Tiongkok. Tindakan AS yang sering berubah dalam negosiasi dengan Tiongkok juga dipengaruhi oleh faktor pemilihan umum AS. Makanya, dunia lebih banyak mendukung Tiongkok dalam hal ini.



---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke