Tentu saja ada pihak yang mendapat untung dari kerusuhan, yaitu warga Papua
sendiri yang mentang diperlakukan sebagai warga kelas rendah dengan sebutan
monyet, anjing dsbnya.Yang memberikan cap tsb itu siapa? Bukankah dalam
sejarah biasanya kaum rasis kolonialis yang mengucapkannya.. Jadi tuan
Wiranto dan Jokowi cs dan kaum neo-Mojopahitnya yang ber Pancasila harus
terlebih dahulu periksa diri sendiri


Bukankah kalau tidak berontak bisa terus diperlakukan sebagai warga yang
tidak berharga, ini adalah hukum alam bagi masyarakat. Lihat pada sejarah
RI. Patut dipahami, bahwa ”semut yang diinjak pun bisa menggigit.
Perjanjian tsb hingga kini diingkari oleh rezim NKRI!

Warga Papua berhak menutut referendum sesuai perjanjian New York antara
pemerintah RI dan Belanda dibawah pengawasan PBB pada tahun 1962.

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190830211903-20-426282/wiranto-kita-tahu-pihak-yang-dapat-untung-dari-rusuh-papua?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop



Wiranto: Kita Tahu Pihak yang Dapat Untung dari Rusuh Papua

CNN Indonesia | Jumat, 30/08/2019 21:27 WIB


Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan
Keamanan *Wiranto <https://www.cnnindonesia.com/tag/wiranto>* mengaku sudah
mengetahui pihak yang mendapat untung dari sejumlah peristiwa yang terjadi
di *Papua <https://www.cnnindonesia.com/tag/papua>* dan Papua Barat sejak
pekan lalu.

Dia merujuk dari laporan dari Badan Intelijen Negara dan Kapolri Jenderal
Tito Karnavian saat rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/8)..

"Memang rusuh ini ada yang menunggangi, *ngompori*, memprovokasi, ada yang
sengaja dorong terjadi kekacauan," Wiranto saat konferensi pers di Istana
Merdeka, Jakarta, Jumat malam (30/8).


"Dari laporan tadi BIN, Kapolri, kita tahu siapa yang coba dapat keuntungan
dari kerusuhan ini. Kita peringatkan siapa pun dia, hentikan itu, karena
itu hanya ingin buat suasana instabil," lanjutnya.
Lihat juga:

 Jokowi soal Papua: Tidak Ada Toleransi Bagi Perusuh
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190830200102-20-426264/jokowi-soal-papua-tidak-ada-toleransi-bagi-perusuh/>

Namun Wiranto tidak menyebutkan secara gamblang pihak yang mendapat untung
tersebut.

Mantan Panglima ABRI itu lalu menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo juga
tidak ingin ada tindakan represif dari aparat dalam menangani Papua dan
Papua Barat. Jokowi, kata Wiranto, justru ingin tindakan persuasif atau
lunak.

Jokowi mengatakan itu dalam rapat terbatas bersama Wiranto, Kapolri
Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan beberapa
pejabat negara lainnya.

Wiranto menyebut Jokowi juga ingin aparat melindungi objek-objek penting
serta fasilitas publik dan fasilitas milik negara. Jangan sampai ada yang
dirusak karena dapat menghambat kegiatan masyarakat.

"Suatu tindakan yang tidak perlu karena mengganggu atau merusak bangunan,
fasilitias yang digunakan masyarakat sendiri, sehingga demonstrasi anarkis
merusak sesuatu, sebenarnya mengkhianati rakyat, karena dibangun dengan
uang rakyat," ucap Wiranto.
Lihat juga:

 Wiranto: Ada Pihak yang Ingin Papua Kacau dan Dapat Untung
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190830161911-20-426151/wiranto-ada-pihak-yang-ingin-papua-kacau-dan-dapat-untung/>

Masyarakat di sejumlah daerah di Papua dalam beberapa hari terakhir
melakukan aksi unjuk rasa, dipicu aksi pengepungan di asrama mahasiswa
Papua di Surabaya dan Malang, beberapa waktu lalu. Pengepungan ini diwarnai
dugaan rasialisme terhadap mahasiswa Papua.

Unjuk rasa di Manokwari, Sorong, Fakfak, hingga Jayapura diwarnai insiden
kerusuhan. Massa merusak fasilitas publik hingga kendaraan bermotor.

Terbaru, unjuk rasa di Deiyai pada Rabu kemarin (28/8) mengakibatkan
seorang anggota TNI AD dan dua warga sipil meninggal dunia.

Aksi unjuk rasa dari masyarakat Papua juga terjadi di sejumlah provinsi di
Indonesia. Kemarin puluhan pemuda Papua menggelar demo di depan Mabes TNI
AD dan Istana Merdeka. Mereka bahkan sempat mengibarkan Bendera Bintang
Kejora di depan Istana Merdeka.

Kirim email ke