*Kalau tidak menyatakan perang tidak diperhatikan? Apakah kalau Gubernur
Maluku banyak menuntut akan mengalami nasib seperti Irawandi (Gub Aceh)
atau Seubu (Gub Papua)?*

*https://regional.kompas.com/read/2019/09/04/15021781/gubernur-maluku-nyatakan-perang-menteri-susi-kirim-utusan-temui-murad#utm_source=insider&utm_medium=web_push&utm_campaign=susitemuimurad1549&webPushId=MTkyMDY=
<https://regional.kompas.com/read/2019/09/04/15021781/gubernur-maluku-nyatakan-perang-menteri-susi-kirim-utusan-temui-murad#utm_source=insider&utm_medium=web_push&utm_campaign=susitemuimurad1549&webPushId=MTkyMDY=>
*



Gubernur Maluku Nyatakan Perang, Menteri Susi Kirim Utusan Temui Murad

Kompas.com - 04/09/2019, 15:02 WIB

Penulis : Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty
Editor : David Oliver Purba


AMBON, KOMPAS.com — Menanggapi pernyataan perang dari Gubernur Maluku Murad
Ismail, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengirim utusan ke
Maluku untuk menemui Murad.


"Besok tim dari KKP akan bertemu gubernur," ungkap Kepala Dinas Kelautan
dan Perikanan Provinsi Maluku Romelus Far-Far saat ditemui wartawan sebelum
meninggalkan kantor Gubernur Maluku, Rabu (4/9/2019).


Baca juga: *Kesal, Gubernur Maluku Nyatakan Perang ke Menteri Susi *


Romelus mengatakan, tim yang dikirim Susi untuk menemui Murad terdiri dari
Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Dirjen Perikanan Tangkap.


Pertemuan itu akan membahas terkait protes Murad terhadap kebijakan Susi.
Salah satunya moratorium yang dinilai merugikan Maluku. “Yang datang Dirjen
Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Dirjen Perikanan Tangkap untuk membahas
terkait pernyataan gubernur,” kata Romelus.


Sebelumnya diberitakan, Gubernur Maluku Murad Ismail menyatakan perang
terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Pernyataan itu disampaikan Murad karena menilai kebijakan Susi merugikan
Maluku.


Dia menjelaskan, setiap bulan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengangkut
ikan dari perairan Arafura untuk diekspor.


Baca juga: *Duduk Perkara Gubernur Maluku Nyatakan Perang ke Menteri Susi,
Berawal dari Moratorium... *


Namun, Maluku tidak mendapatkan apa-apa dari ekspor perikanan yang
dilakukan itu.


"Ini supaya kalian semua tahu. Kita perang,” ujar Murad. “Ibu Susi bawa
ikan dari laut Arafura diekspor, tapi kita tidak dapat apa-apa.


Berbeda dengan saat sebelum moratorium di mana uji mutunya ada di daerah,”
katanya menambahkan. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membela Gubernur
Maluku Murad Ismail yang memprotes kebijakan Menteri Susi.


Tjahjo menilai Murad Ismail sebagai kepala daerah berhak mengajukan protes
jika memang kebijakan Menteri Susi dirasa merugikan masyarakat di
wilayahnya.


"Kalau ada kementerian mengeluarkan aturan yang menurut Gubernur sebagai
penguasa wilayah tidak sinkron dengan situasi kondisi daerah dan
masyarakat, ya silakan mengajukan keberatan. Menurut saya tidak ada
masalah," kata Tjahjo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Ia mengatakan, gubernur merupakan wakil pemerintah pusat.


Gubernur dinilai Tjahjo yang paling tahu mengenai kondisi wilayah dan
masyarakatnya. Oleh karena itu, menurut Tjahjo, gubernur memiliki diskresi
untuk menolak kebijakan pemerintah pusat yang merugikan daerahnya.


"Saya kira diskresi kepala daerah penting dalam hal yang mungkin memang ada
keputusan yang tak sesuai kondisi geografis, tantangan dan masalah yang
dihadapi oleh daerah," kata dia.


*+++++++*

*Gubernur Maluku menyanyi : *
https://www.youtube.com/watch?v=oB0r5b62xOQ&list=RDoB0r5b62xOQ&start_radio=1&t=72

Kirim email ke