Tentu sekali Retno Marsudi, menteri luar negeri rezim neo-Mojopahit dalam
keterangannya kepada diplomat asing yang dikumpulkan tidak berbicara
tentang perjanjian New York 1962, melainkan tentang harga mati NKRI.
Kasihan Retno disuruh putar lidahnya dan mengelabui para diplomat
seolah-olah mereka buta huruf dan buta pengetahuan umum.


https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190905175138-106-427903/papua-memanas-menlu-kumpulkan-diplomat-asing


Papua Memanas, Menlu Kumpulkan Diplomat Asing

CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 17:57 WIB

Bagikan :

[image: Papua Memanas, Menlu Kumpulkan Diplomat Asing] Menlu RI, Retno
Marsudi, mengumpulkan perwakilan dan diplomat negara asing di Jakarta untuk
menjelaskan situasi di Papua yang memanas beberapa pekan terakhir. (CNN
Indonesia/Andry Novelino)


Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri RI, *Retno Marsudi
<https://www.cnnindonesia.com/tag/retno-marsudi>*, mengaku telah
mengumpulkan perwakilan dan diplomat negara asing di Jakarta untuk
menjelaskan situasi di *Papua <https://www.cnnindonesia.com/tag/papua>* yang
memanas dalam beberapa pekan terakhir.

"Tugas para diplomat adalah menjelaskan mengenai situasi di negara kita,
termasuk yang terjadi di Papua. Karena itu, Kemlu telah melakukan briefing
kepada para diplomat asing di Jakarta pada 1 September lalu," kata Retno
saat rapat dengan komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Kamis (5/9).

Dalam pertemuan itu, Retno menegaskan bahwa para diplomat Indonesia akan
selalu mempertahankan kedaulatan teritorial Indonesia, termasuk Provinsi
Papua, di kancah dunia.
Lihat juga:

 Inggris Ogah Komentar soal Status Benny Wenda
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190905165718-106-427885/inggris-ogah-komentar-soal-status-benny-wenda/>

Menurutnya, Papua dan Papua Barat adalah bagian yang tidak dapat
terpisahkan dari wilayah NKRI. Tugas para diplomat Indonesia di luar
negeri, katanya, adalah untuk "pemagaran kedaulatan NKRI".


"Sehingga kalau ada hal yang terkait dengan upaya pemisahan, maka itu sudah
merupakan red line bagi kita semua," kata Retno.

Pernyataan itu diutarakan Retno dalam rapat dengar pendapat di Komisi I DPR
bersama Menteri Pertahanan Ryamyzard Ryacudu, Menteri Komunikasi dan
Informatika Rudiantara, perwakilan Badan Intelijen Negara (BIN), dan TNI.

Rapat tersebut berfokus pada situasi Papua dalam beberapa pekan terakhir,
di mana serangkaian demonstrasi berlangsung rusuh sejak 19 Agustus lalu.
Lihat juga:

 Hendropriyono: Ada Vanuatu dan Inggris di Balik Benny Wenda
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190905141218-12-427801/hendropriyono-ada-vanuatu-dan-inggris-di-balik-benny-wenda/>

Kerusuhan itu dilaporkan dipicu oleh insiden pengepungan asrama mahasiswa
Papua dan penangkapan sejumlah pelajar di Surabaya dan Malang pada 18
Agustus lalu.

Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan kantor Majelis Rakyat Papua di
Jayapura dilaporkan dibakar massa pedemo pada pekan lalu. Kerusuhan juga
sempat terjadi di depan kantor Bupati Deiyai hingga menewaskan sejumlah
warga sipil.

Sejak itu, seruan referendum pun terus bergaung dari kelompok
pro-kemerdekaan Papua, termasuk Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan Papua
Barat (ULMWP), Benny Wenda, yang dituding pemerintah sebagai dalang di
balik kerusuhan.

Kirim email ke