----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: ChanCT [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: GELORA_In
<[email protected]>Terkirim: Kamis, 5 September 2019 14.11.27
GMT+2Judul: [GELORA45] Luhut Sebut Indonesia Belum Manfaatkan Perang Dagang,
Benarkah?
Luhut Sebut Indonesia Belum Manfaatkan Perang Dagang, Benarkah?
Reporter:
Eko Wahyudi
Editor:
Ali Akhmad Noor Hidayat
Kamis, 5 September 2019 05:28 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan
rangkuman hasil pertemuan G20 di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat,
Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar
Panjaitan mengatakan Indonesia tidak berhasil menangkap peluang dari perang
dagang Amerika Serikat dan Cina. Mengutip perkataan World Bank bahwa tidak ada
satu pun industri yang keluar dari Cina yang masuk ke dalam negeri.
"World Bank menyampaikan, dari 33 industri Cina yang relokasi, itu 23 relokasi
ke Vietnam, yang 10 itu terpencar di negara-negara ASEAN lain seperti Kamboja,
Myanmar, Thailand, malaysia, tidak satu pun di Indonesia," ujarnya saat
sambutan di Balai Kartini, Jakarta Selatan, 4 September 2019.
Wakil Ketua Kadin untuk Hubungan Internasional Shinta Kamdani mengatakan
Indonesia sulit menarik investasi tersebut. Menurutnya, jika dilihat dari
rantai pasokan ekonomi dunia, Indonesia belum punya peranan penting sehingga
sulit menarik investasi masuk ke dalam negeri.
"Memang kalau kita lihat, seberapa banyak kita jadi bagian dari global supply
chain, unfortunately not. Kita bukan bagian dari global supply chain. Itu yang
harus dibenahi dulu. Tapi kalau kita nunggu, mau sampai kapan," katanya dalam
konferensi pers di Menara Kadin, Jakarta, Rabu 4 September 2019.
Dengan kondisi ekonomi dunia yang sedang mengalami ketidakpastian para
pengusaha mencari peluang lain dengan negara-negara alternatif yang biasa
menjadi target pasar dunia, dan mencari peluang seperti menyediakan produk
pengganti yang sebelumnya di suplai oleh Cina untuk masuk pasar Amerika Serikat.
"Trade war kita lihat produk apa china diekspor dari Amerika Serikat yg bisa
disubsitusi. menargetkan beberapa sektor utama," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Shinta mengungkapkan, untuk bisa meningkatkan ekspor tak melulu dari negara
besar yang menjadi mitra dagang. Tapi juga bisa mendapat dari negara-negara
kecil yang tidak biasa dikunjungi.
"Kalau kita lihat dengan keadaan ekonomi global yang sangat tak menentu, kita
lihat banyak kesempatan yang harus kita ambil dari segi ekspor atau investasi.
Kita tidak bisa tinggal diam dan harus approach lebih insentif ke negara-negara
tersebut," ungkap dia.
| | 不含病毒。www.avg.com |